Hukum

Kasus Hambalang, KPK Segera Tahan Tersangka

Thursday, 05 September 2013 | View : 679

JAKARTA-SBN.

Pada Rabu (4/9/2013), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan hasil perhitungan kerugian negara dalam proyek Hambalang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu senilai Rp 463,66 miliar, sehingga unsur kerugian negara yang dibutuhkan KPK dalam sangkaan kepada para tersangka kasus Hambalang, termasuk Andi Alfian Mallarangeng sudah tersedia. “Perhitungan kerugian negara ini sudah sangat cukup dan memadai untuk menjadi alat bukti di persidangan,” ucap Abraham Samad saat menerima laporan kerugian negara tersebut.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad mengatakan hasil penghitungan kerugian negara proyek Hambalang yang disampaikan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Poernomo akan menjadi bukti yang valid dalam penyidikan kasus proyek Hambalang, kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/9/2013). “Laporan resmi BPK dipastikan menjadi bukti yang sangat konkret, valid, akurat, untuk membuktikan terjadi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Hambalang sehingga merugikan keuangan negara,” tutur Abraham Samad.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil dan menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng pascapenyerahan perhitungan kerugian negara dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah (P3SON) di Hambalang.

Lebih lanjut, Abraham Samad mengatakan dengan adanya perhitungan kerugian negara tersebut, KPK pun akan segera mempercepat proses penyidikan kasus tersebut termasuk upaya paksa penahanan para tersangka. Pasalnya, ujar Abraham Samad, dalam Standard Operational Procedure (SOP) KPK, seseorang yang sudah menjadi tersangka dan hampir rampung maka ketentuannya tersangka pasti akan dilakukan penahanan. “Seseorang yang sudah menjadi tersangka dan hampir rampung penyidikannya maka pasti akan dilakukan penahanan jadi bisa saya pastikan bahwa dalam beberapa hari ke depan kita akan lakukan langkah-langkah progresif termasuk penahanan, selanjutnya kami akan panggil mantan Menpora Andi Mallarangeng,” ungkap Ketua KPK Abraham Samad di Jakarta, Rabu (4/9/2013). “Jadi bisa saya pastikan bahwa dalam beberapa hari ke depan kami akan lakukan langkah-langkah progresif termasuk penahanan,” tegas Ketua KPK, Abraham Samad.

Diketahui, dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka , yakni mantan Menpora, AAM, mantan Kepala Bagian rumah tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar, dan mantan Direktur Operasional PT. Adhi Karya, Teuku Bagus Mohammad Noor. Dari ketiga tersangka tersebut, baru satu orang yang telah menjadi tahanan KPK, yakni Deddy Kusdinar. Deddy Kusdinar ditahan di Rutan Negara Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK yang berada di Basement plaza Gedung KPK.

Selain menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, KPK juga mengusut indikasi aliran dana yang berkaitan dengan proyek Hambalang hingga menetapkan mantan Ketua Partai Demokrat AU sebagai tersangka. Dalam kasus proyek Hambalang tersebut, AU diduga menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lain saat dirinya masih duduk menjadi anggota DPR RI. Namun, hingga kini AU juga masih belum ditahan oleh Komisi Antirasuah tersebut. (id/sp/jos/ant)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.881.062 Since: 05.03.13 | 0.1416 sec