Hukum

Kepala BPK Bantah Ada 2 Versi Laporan Kerugian Negara

Thursday, 05 September 2013 | View : 675

JAKARTA-SBN.

Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo membantah adanya dua versi laporan kerugian negara. Laporan audit yang bocor, mencantumkan 15 nama anggota DPR, sementara audit yang diterima DPR tidak mencantumkan nama-nama tersebut. Hal itu disampaikan Kepala BPK, Hadi Poernomo saat menyerahkan hasil penghitungan kerugian negara dari proyek Hambalang ke KPK, Rabu (4/9/2013).

“BPK itu memiliki dua laporan, satu laporan investigatif untuk DPR dan satu laporan perhitungan kerugian negara untuk KPK,” papar Kepala BPK, Hadi Poernomo. Dalam laporan investigatif tersebut, terang Hadi Poernomo, diperlukan pembuatan berita acara permintaan keterangan. “Itu (Pembuatan berita acara) yang lambat karena permintaan keterangan kepada pihak-pihak yaitu 166 orang dan 30 di antaranya dari DPR, dan pada 23 Agustus langsung kami serahkan ke KPK,” tukas Hadi Poernomo.

Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo juga membantah ada hal yang sengaja dihilangkan dari berita acara permintaan keterangan saat dimasukkan ke laporan investigatif. “Peraturan cuma membolehkan BPK untuk melakukan pemeriksaan terhadap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban kerugian negara, sedangkan (audit investigatif Hambalang) ini adalah pengesahan Rancangan APBN menjadi APBN jadi bukan merupakan kewenangan pemeriksaan, data ini dimasukkan ke kertas kerja pemeriksaan (KKP), dan tidak terpisahkan,” tutur Hadi Poernomo. Artinya, jelas Ketua BPK, memang ada nama-nama anggota DPR dalam Kertas Kerja Pemeriksaan BPK. “Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK hanya satu, nama-nama (anggota DPR) itu bukan 15 tapi 30 yang ada di KKP dan KKP satu kesatuan dengan LHP, jadi tidak ada yang hilang. Hanya saja Undang-undang tidak memungkinkan nama-nama itu ditaruh di LHP tapi di KKP dan KKP hanya diberikan kepada penegak hukum,” beber Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo. (jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.501.714 Since: 05.03.13 | 0.1238 sec