Hukum

Wakapolri Komjen Pol. Oegroseno Kritik Kinerja Bareskrim Polri

Thursday, 05 September 2013 | View : 1656

JAKARTA-SBN.

Anggaran Polri untuk pengungkapan kasus korupsi sudah besar bahkan hampir menyamai anggaran di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tetapi dengan anggaran yang semakin besar tidak dibarengi dengan prestasi yang gemilang dalam pengungkapan kasus korupsi. “Sudah diperbesar (anggarannya) tapi ya itu tadi, kita kan harus siap. Kalau anggaran besar ya dapat  ikannya harus dapat ikan paus. Kalau ikan teri kan sayang,” ungkap Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen. Pol.) Drs. Oegroseno, S.H. di Auditorium PTIK-STIK, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2013). 

Bahkan Komjen Pol. Oegroseno pun menganggap bahwa seharusnya Polri bisa mengungkap kasus-kasus korupsi yang besar dikarenakan pengalamannya yang lebih lama dibanding KPK. “Ya saya walaupun saya Wakapolri bagian dari masyrakat juga, berharap Bareskrimnya rakyat Indonesia bisa mengungkap (kasus korupsi besar) itu, harus bisa. Kita lebih tua usianya dibanding KPK, harusnya bisa," ucap Komjen Pol. Oegroseno.

Wakapolri Komisaris Jenderal Pol. Oegroseno berterima kasih kepada pihak yang telah mengkoreksi lembaga Polri. “Kita harus ucapkan kepada yang mengoreksi kita. Kita memang butuh koreksi. Kita tidak usah marah, kualitas ke depan dalam Tipikor selalu kita sampaikan pada jabatan kita kualitas tetap dijaga. Jangan main-main dengan korupsi,” tegas Wakapolri Komjen. Pol. Oegroseno.

Sementara itu, Mabes Polri menyerahkan sepenuhnya penuntasan kasus korupsi, terutama terkait munculnya nama-nama pejabat Polri lain yang disebut-sebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi dan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam proyek pengadaan driving simulator SIM yakni alat uji klinik pengemudi berkendara Roda dua (R2) dan Roda empat (R4) di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri untuk tahun anggaran 2011.

Wakapolri, Komjen Pol. Oegroseno, menyerahkan sepenuhnya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti kemungkinan dugaan keterlibatan pejabat Polri lainnya. “Penyidikan sudah ditangani KPK, kita dukung KPK saja,” tukas Komjen. Pol. Oegroseno di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/9/2013), saat ditanya munculnya nama mantan Irwasum Polri, Komjen Pol Nanan Soekarna, di kasus ini. “Itu sudah pekerjaan KPK, mari kita dukung KPK,” ujar Komjen Pol. Oegroseno.

Seperti diketahui, dalam kasus tersebut, KPK sempat memeriksa Komjen Pol. Nanan Soekarna, yang saat itu sudah menjabat sebagai Wakapolri. Saat kasus terjadi, Komjen Pol. Nanan Soekarna menjabat sebagai Irwasum Polri. Terkait dengan mantan Kakorlantas Polri, Irjen Pol Djoko Susilo, Komjen Pol. Oegroseno mengatakan sidang disiplin dan kode etik Polri yang akan menentukan nasib Irjen Pol. D.S. Pihaknya beralasan sikap Polri ini akan ditentukan oleh komisi kode etik.

Sebelumnya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengkritik kinerja Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri yang dianggap minim prestasi ungkap kasus korupsi. Selain itu, dalam kurun waktu tahun 2013 ini, Mabes Polri pun belum merilis pengungkapan kasus korupsi besar yang berhasil diungkapnya. Tentu saja ini menjadi sebuah pertanyaan bahwa alasan dana yang minim sebelumnya diungkapkan kepolisian ternyata disaat diberi dana besar tetap saja prestasinya minim dalam mengungkap kasus korupsi. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Hamidah Abdurrachman menegaskan nama-nama yang muncul dalam persidangan kasus dugaan korupsi dan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam proyek pengadaan driving simulator SIM yakni alat uji klinik pengemudi berkendara Roda dua (R2) dan Roda empat (R4) di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri untuk tahun anggaran 2011 telah menjadi fakta persidangan dan harus diproses secara hukum. Pihaknya berjanji akan mendorong Polri untuk menindaklanjuti hal tersebut. (ant)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.502.189 Since: 05.03.13 | 0.1183 sec