Hukum

Wakapolri Komjen Pol. Oegroseno Kritik Kinerja Bareskrim Polri

Thursday, 05 September 2013 | View : 1775

JAKARTA-SBN.

Anggaran Polri untuk pengungkapan kasus korupsi sudah besar bahkan hampir menyamai anggaran di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tetapi dengan anggaran yang semakin besar tidak dibarengi dengan prestasi yang gemilang dalam pengungkapan kasus korupsi. “Sudah diperbesar (anggarannya) tapi ya itu tadi, kita kan harus siap. Kalau anggaran besar ya dapat  ikannya harus dapat ikan paus. Kalau ikan teri kan sayang,” ungkap Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen. Pol.) Drs. Oegroseno, S.H. di Auditorium PTIK-STIK, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2013). 

Bahkan Komjen Pol. Oegroseno pun menganggap bahwa seharusnya Polri bisa mengungkap kasus-kasus korupsi yang besar dikarenakan pengalamannya yang lebih lama dibanding KPK. “Ya saya walaupun saya Wakapolri bagian dari masyrakat juga, berharap Bareskrimnya rakyat Indonesia bisa mengungkap (kasus korupsi besar) itu, harus bisa. Kita lebih tua usianya dibanding KPK, harusnya bisa," ucap Komjen Pol. Oegroseno.

Wakapolri Komisaris Jenderal Pol. Oegroseno berterima kasih kepada pihak yang telah mengkoreksi lembaga Polri. “Kita harus ucapkan kepada yang mengoreksi kita. Kita memang butuh koreksi. Kita tidak usah marah, kualitas ke depan dalam Tipikor selalu kita sampaikan pada jabatan kita kualitas tetap dijaga. Jangan main-main dengan korupsi,” tegas Wakapolri Komjen. Pol. Oegroseno.

Sementara itu, Mabes Polri menyerahkan sepenuhnya penuntasan kasus korupsi, terutama terkait munculnya nama-nama pejabat Polri lain yang disebut-sebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi dan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam proyek pengadaan driving simulator SIM yakni alat uji klinik pengemudi berkendara Roda dua (R2) dan Roda empat (R4) di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri untuk tahun anggaran 2011.

Wakapolri, Komjen Pol. Oegroseno, menyerahkan sepenuhnya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti kemungkinan dugaan keterlibatan pejabat Polri lainnya. “Penyidikan sudah ditangani KPK, kita dukung KPK saja,” tukas Komjen. Pol. Oegroseno di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/9/2013), saat ditanya munculnya nama mantan Irwasum Polri, Komjen Pol Nanan Soekarna, di kasus ini. “Itu sudah pekerjaan KPK, mari kita dukung KPK,” ujar Komjen Pol. Oegroseno.

Seperti diketahui, dalam kasus tersebut, KPK sempat memeriksa Komjen Pol. Nanan Soekarna, yang saat itu sudah menjabat sebagai Wakapolri. Saat kasus terjadi, Komjen Pol. Nanan Soekarna menjabat sebagai Irwasum Polri. Terkait dengan mantan Kakorlantas Polri, Irjen Pol Djoko Susilo, Komjen Pol. Oegroseno mengatakan sidang disiplin dan kode etik Polri yang akan menentukan nasib Irjen Pol. D.S. Pihaknya beralasan sikap Polri ini akan ditentukan oleh komisi kode etik.

Sebelumnya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengkritik kinerja Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri yang dianggap minim prestasi ungkap kasus korupsi. Selain itu, dalam kurun waktu tahun 2013 ini, Mabes Polri pun belum merilis pengungkapan kasus korupsi besar yang berhasil diungkapnya. Tentu saja ini menjadi sebuah pertanyaan bahwa alasan dana yang minim sebelumnya diungkapkan kepolisian ternyata disaat diberi dana besar tetap saja prestasinya minim dalam mengungkap kasus korupsi. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Hamidah Abdurrachman menegaskan nama-nama yang muncul dalam persidangan kasus dugaan korupsi dan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam proyek pengadaan driving simulator SIM yakni alat uji klinik pengemudi berkendara Roda dua (R2) dan Roda empat (R4) di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri untuk tahun anggaran 2011 telah menjadi fakta persidangan dan harus diproses secara hukum. Pihaknya berjanji akan mendorong Polri untuk menindaklanjuti hal tersebut. (ant)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.207.737 Since: 05.03.13 | 0.2386 sec