Hukum

Mendagri Datang Sebagai Saksi Pelapor

Thursday, 05 September 2013 | View : 755

JAKARTA-SBN.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI ke-27 yang mulai menjabat sejak 22 Oktober 2009,  Gamawan Fauzi merespons keras tuduhan terpidana korupsi Muhammad Nazaruddin yang menyebutkan dirinya menerima suap terkait proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Mendagri Gamawan Fauzi mengancam akan memperkarakan Nazarudin atas pernyataannya itu. Gamawan Fauzi mempolisikan terpidana korupsi Muhammad Nazaruddin yang juga merupakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. 

Menurut mantan Gubernur Sumatera Barat ini, Muhammad Nazaruddin sudah mencemarkan nama baiknya tanpa alasan yang jelas. Pernyataan Muhammad Nazaruddin mengenai Gamawan Fauzi yang menerima suap proyek e-KTP, diungkapkan Muhammad Nazarudin, usai diperiksa selama tiga hari oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Gedung KPK, Kamis (29/8/2013) kemarin.

Dituding menerima fee proyek e-KTP, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, ibarat tersambar geledek di tengah hari bolong. Gamawan Fauzi sangat kaget, terkejut, dan marah. Kenapa? Proyek jumbo senilai Rp 5 triliun lebih itu adalah pertaruhan namanya sebagai Mendagri. Bahkan, Gamawan Fauzi siap mundur dari jabatan menteri bila gagal memenuhi target perekaman e-KTP. Agar e-KTP tak diwarnai kongkalikong, Gamawan Fauzi pun berinisiatif mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mengawasi. Tetapi kini, Gamawan Fauzi sendiri yang mendapat tudingan menerima fulus dari proyek e-KTP. Baginya, tudingan yang dilontarkan Muhammad Nazaruddin, terpidana kasus korupsi Wisma Atlet itu, seperti sebuah penghinaan.

Kemarahan Gamawan Fauzi memang sudah tampak ketika mantan Gubernur Sumatera Barat tersebut mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik praja muda IPDN di Jatinangor.

Seusai mengantar Kepala Negara Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan kampus IPDN, ketika disambangi para wartawan yang hendak mewawancarainya, belum juga keluar pertanyaan dari para kuli tinta, Gamawan Fauzi langsung bicara soal tudingan Muhammad Nazaruddin terhadap dirinya. “Saya kemarin baca, Nazar lewat pengacaranya, menyebut nama saya. Bila dia nanti sebut saya terima duit, saya akan pidanakan ke Polda," tukas Gamawan Fauzi.

Di Jatinangor, Gamawan Fauzi juga berencana mengadukan Muhammad Nazaruddin ke Polda Metro karena mantan anggota Komisi III itu, dinilainya, telah mencemarkan nama baiknya. Dan, janji mengadukan Muhammad Nazaruddin direalisasikan Jumat (30/8/2013) pekan kemarin. Gamawan Fauzi mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jumat (30/8/2013) pagi sekitar pukul 09.38 WIB. Mantan Gubernur Sumatera Barat ini datang dengan menggunakan mobil dinasnya Toyota Crown B 1524 RFS. Gamawan Fauzi mengenakan baju batik cokelat lengan panjang dengan celana bahan gelap.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Rabu (4/9/2013) pukul 14.30 WIB mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi pelapor atas laporannya terhadap Muhammad Nazaruddin.

Selama menjalani pemeriksaan kurang lebih selama satu jam yakni pukul 14.30-15.30 WIB, Gamawan Fauzi dicecar 16 pertanyaan oleh penyidik dari Subdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Seusai mengadukan Muhammad Nazaruddin ke Polda, Gamawan Fauzi langsung mengundang para wartawan ke ruangan pusat penerangan yang biasa dipakai beristirahat dan mengetik berita para kuli tinta yang kerap meliput di kementerian itu.

Wajahnya tak lagi tegang. Beban amarah, yang selama ini menggayuti, sepertinya berangsur-angsur sirna setelah mantan Gubernur Sumatera Barat mengadukan Muhammad Nazaruddin ke Polda. Bahkan, seperti sedang merayakan suatu kegembiraan, Gamawan pun mentraktir para wartawan makan mi rebus. “Hari ini saya memenuhi panggilan sebagai saksi pelapor, tadi saya ditanya 16 pertanyaan,” ucap Gamawan Fauzi usai menjalani pemeriksaan.

Kemudian saat ditanya mengenai apa saja 16 pertanyaan tersebut, Gamawan Fauzi enggan menjelaskan. Mantan Gubernur Sumatera Barat hanya menjawab pertanyaannya hanya seputar pencemaran nama baiknya. “Pertanyaan seputar apa yang saya laporkan. Saya laporan tanggal 30 Agustus 2013 ke Polda Metro Jaya terkait pencemaran nama baik dan fitnah. Tanggal 2 September 2013 saya mendapat surat panggilan dan hari ini saya memenuhi panggilan,” ungkap Gamawan Fauzi.

Gamawan Fauzi juga mengaku memberikan sejumlah barang bukti ke penyidik yang mendukung laporannya tersebut. 

Dalam perbincangan ditemani mi rebus itu pula terkuak sebuah fakta baru bahwa ternyata Muhammad Nazaruddin sempat meminta jatah dalam proyek e-KTP. Permintaan itu disampaikan Muhammad Nazaruddin lewat Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraeni, pada tahun 2010, jauh sebelum tender proyek e-KTP digelar. Saat itu, menurut Gamawan Fauzi, berdasarkan pengakuan Diah Anggraeni yang disampaikan kepadanya, Nazar-lah yang memanggil Sekjen Kemendagri ke ruang kerjanya. Tetapi, Diah Anggraeni, saat dikonfirmasi olehnya, membantah menerima sesuatu dari Muhammad Nazaruddin. “Bu Sekjen membantah terima uang. Tapi, kalau Bu Sekjen terima uang, itu bukan urusan saya,” beber Mendagri Gamawan Fauzi. Mendagri yang juga mantan Gubernur Sumatera Barat ini, Gamawan Fauzi menantang Muhammad Nazaruddin membuktikan tudingannya. (jos/tri)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.342 Since: 05.03.13 | 0.1212 sec