Hukum

KPK Usut Sosok Bunda Putri

Tuesday, 03 September 2013 | View : 1510

JAKARTA-SBN 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mengusut sosok Bunda Putri yang terungkap dalam persidangan lanjutan perkara korupsi dan pencucian uang dalam pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dengan terdakwa Ahmad Fathanah, Kamis (29/8/2013) lalu.

Menurut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, pada prinsipnya segala hal yang terjadi dalam proses persidangan akan dicatat oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK untuk kemudian dijadikan data awal untuk mengembangkan kasus ini. “Saya bisa yakinkan semua proses (persidangan) itu pasti dicatat. Nanti pasti akan ada klarifikasi sejauh mana ini berguna untuk mengungkap kasus-kasus selanjutnya. Ini bisa berkembang, bisa juga tidak,” papar Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto di Jakarta, Senin (2/9/2013), menanggapi munculnya nama-nama baru dalam persidangan dari kesaksian Ridwan Hakim yang merupakan putra Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hilmi Aminuddin.

Namun, sambung Bambang Widjojanto, saat ini pihaknya masih memfokuskan pada unsur-unsur yang telah dirumuskan dalam dakwaan terhadap Ahmad Fathanah, yakni penerimaan suap dan pencucian uang. Dalam perkembangannya, ternyata tim JPU juga ingin membuktikan adanya campur tangan dari pihak-pihak lain yang memiliki pengaruh, salah satunya ‘Bunda Putri’. “Jadi ada orang-orang yang bekerja di ruang-ruang gelap tapi ikut memengaruhi ruang-ruang terang. Itu kan bahaya. Itu namanya tidak transparan,” jelas Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.

Mengenai kemungkinan menjerat ‘Bunda Putri’, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menegaskan kemungkinan itu selalu ada selama ditemukan dua alat bukti yang cukup. “Fokus kita di suap-menyuap itu terbukti. Yang lain itu nanti kita lihat proses perkembangannya. Kita juga belum tahu (Bunda Putri),” ungkap dia.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengingatkan kepada setiap saksi, khususnya Ridwan Hakim yang merupakan putra Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, untuk memberikan informasi secara jelas dan terperinci sebab ancaman pidana juga bisa dituduhkan kepada saksi jika keterangan yang diberikannya tidak bernilai benar di mata hukum. “Jadi saksi jangan main-main. Ketika Anda diperiksa sebagai saksi, ya kemukakanlah semuanya. Kalau tidak akan disebut bluffing (omong kosong),” tukas Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Adapun pasal yang dilanggar jika dengan sengaja tidak memberikan keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar adalah Pasal 22 Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman pidana dalam pasal ini yakni hukuman penjara paling sedikit tiga tahun dan paling lama enam tahun dan denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

Di tempat terpisah, persidangan lanjutan Ahmad Fathanah kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dari pengakuan saksi Johannes, selaku mantan pemilik rumah di Perumahan Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat, telah terjadi transaksi jual beli rumah antara dirinya dan Ahmad Fathanah. Johannes mengakui rumahnya itu telah dibeli Fathanah seharga Rp 500 juta dan diatasnamakan istri Ahmad Fathanah, Septy Sanustika. Tetapi, dalam akta jual-beli harga rumah itu hanya tercantum Rp 300 juta. (kj/ant)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.104 Since: 05.03.13 | 0.1188 sec