Hukum

KPK Usut Sosok Bunda Putri

Tuesday, 03 September 2013 | View : 1534

JAKARTA-SBN 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mengusut sosok Bunda Putri yang terungkap dalam persidangan lanjutan perkara korupsi dan pencucian uang dalam pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dengan terdakwa Ahmad Fathanah, Kamis (29/8/2013) lalu.

Menurut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, pada prinsipnya segala hal yang terjadi dalam proses persidangan akan dicatat oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK untuk kemudian dijadikan data awal untuk mengembangkan kasus ini. “Saya bisa yakinkan semua proses (persidangan) itu pasti dicatat. Nanti pasti akan ada klarifikasi sejauh mana ini berguna untuk mengungkap kasus-kasus selanjutnya. Ini bisa berkembang, bisa juga tidak,” papar Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto di Jakarta, Senin (2/9/2013), menanggapi munculnya nama-nama baru dalam persidangan dari kesaksian Ridwan Hakim yang merupakan putra Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hilmi Aminuddin.

Namun, sambung Bambang Widjojanto, saat ini pihaknya masih memfokuskan pada unsur-unsur yang telah dirumuskan dalam dakwaan terhadap Ahmad Fathanah, yakni penerimaan suap dan pencucian uang. Dalam perkembangannya, ternyata tim JPU juga ingin membuktikan adanya campur tangan dari pihak-pihak lain yang memiliki pengaruh, salah satunya ‘Bunda Putri’. “Jadi ada orang-orang yang bekerja di ruang-ruang gelap tapi ikut memengaruhi ruang-ruang terang. Itu kan bahaya. Itu namanya tidak transparan,” jelas Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.

Mengenai kemungkinan menjerat ‘Bunda Putri’, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menegaskan kemungkinan itu selalu ada selama ditemukan dua alat bukti yang cukup. “Fokus kita di suap-menyuap itu terbukti. Yang lain itu nanti kita lihat proses perkembangannya. Kita juga belum tahu (Bunda Putri),” ungkap dia.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengingatkan kepada setiap saksi, khususnya Ridwan Hakim yang merupakan putra Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, untuk memberikan informasi secara jelas dan terperinci sebab ancaman pidana juga bisa dituduhkan kepada saksi jika keterangan yang diberikannya tidak bernilai benar di mata hukum. “Jadi saksi jangan main-main. Ketika Anda diperiksa sebagai saksi, ya kemukakanlah semuanya. Kalau tidak akan disebut bluffing (omong kosong),” tukas Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Adapun pasal yang dilanggar jika dengan sengaja tidak memberikan keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar adalah Pasal 22 Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman pidana dalam pasal ini yakni hukuman penjara paling sedikit tiga tahun dan paling lama enam tahun dan denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

Di tempat terpisah, persidangan lanjutan Ahmad Fathanah kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dari pengakuan saksi Johannes, selaku mantan pemilik rumah di Perumahan Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat, telah terjadi transaksi jual beli rumah antara dirinya dan Ahmad Fathanah. Johannes mengakui rumahnya itu telah dibeli Fathanah seharga Rp 500 juta dan diatasnamakan istri Ahmad Fathanah, Septy Sanustika. Tetapi, dalam akta jual-beli harga rumah itu hanya tercantum Rp 300 juta. (kj/ant)

See Also

KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.872.321 Since: 05.03.13 | 0.1493 sec