Agama & Masyarakat

Raut Muka Menteri Agama Berubah Saat Pidatonya Terpotong Azan

Tuesday, 03 September 2013 | View : 1586

TASIKMALAYA-SBN.

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali dikabarkan ngambek saat pidatonya dihentikan suara azan zuhur. Peristiwa itu terjadi saat Menag Suryadharma Ali memberikan sambutan di Masjid Agung Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (2/9/2013). Raut muka Menteri Agama Suryadharma Ali berubah seketika saat dia sedang berpidato di Masjid Agung Bojong Koneng, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (2/9/2013).

Penyebabnya, muazin masjid agung tiba-tiba saja mengumandangkan azan salat zuhur. Menteri yang terlihat kesal langsung menghentikan pidatonya selama azan berkumandang. Insiden kurang menyenangkan menimpa Menteri Agama Suryadharma Ali, saat memberikan sambutan di Masjid Agung Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (2/9/2013). Sambutan Suryadharma Ali dihentikan paksa lantunan azan zuhur, yang dikumandangkan seorang muazin. Suryadharma Ali yang tengah serius memberikan sambutan, langsung terhenyak saat suara azan berkumandang tiba-tiba.

Suryadharma Ali tampak menunduk, namun kemudian kembali menegakkan kepalanya. Posisi itu dilakukannya hingga kumandang azan berakhir. Setelah azan selesai, Menteri Agama Suryadharma Ali buru-buru menutup pidatonya. Entah karena sudah tak mood, Suryadharma Ali langsung menyudahi sambutannya begitu muazin selesai azan. Menag bergegas meninggalkan masjid agung.

Acara tersebut dipadati ibu-ibu pengajian, organisasi massa, dan Dharma Wanita Kemenag Kabupaten Tasikmalaya.

Seusai acara, Suryadharma Ali tampak terburu-buru menuju kendaraan. Namun, ia sempat memertanyakan insiden yang menimpanya. Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, beberapa kali memohon maaf atas insiden tersebut.

Kejadian itu terjadi saat Suryadharma Ali menghadiri acara pemberian bantuan sebesar Rp 1 miliar lebih, untuk lembaga keagamaan dan para mantan anggota Jemaah Ahmadiyah yang kembali memeluk agama Islam. Kunjungan Menag Suryadharma Ali ke Tasikmalaya hari ini untuk memberikan bantuan permodalan kepada eks-jemaah Ahmadiyah yang kembali memeluk Islam.

Suryadharma Ali juga sempat menolak meresmikan proyek bangunan keagamaan. Bahkan, Menag Suryadharma Ali batal meletakkan batu pertama pembangunan Islamic Center Tasikmalaya. Langkah Menag menuju kendaraan baru terhenti setelah para wartawan mengerubutinya.

Dikonfirmasi mengenai peristiwa itu, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum yang mendampingi menteri menjelaskan, protokoler Pemda tidak menyuruh muazin untuk azan dulu, meskipun waktu azan sudah tiba. “Dari kita (protokol pemda) sudah minta ditahan karena Pak Menteri masih pidato, tapi dia menyatakan (yang nyuruh) dari protokol Jakarta (Kemenag). Kalau sudah dari Jakarta, tidak bisa menahan, silakan,” tukas Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum usai acara.

Ternyata, Uu Ruzhanul Ulum melanjutkan, yang menyuruh muazin untuk adzan bukan protokol Kementerian, melainkan protokoler Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang juga mendampingi Menag Suryadharma Ali. Menurut Bupati Tasikmalaya, mungkin protokoler Baznas tidak memahami urusan protokoler. “(Menteri) barusan nanya siapa Dewan Kesejahteraan Masjid, ya mentoknya ke saya sebagai bupati. Saya juga heran kenapa dari Baznas bisa suruh-suruh,” Uu Ruzhanul Ulum mengeluhkan.

Menurut Bupati Tasikmalaya, telat sedikit azan atau salat tidak dosa menurut agama. Bahkan ada hadis yang menyatakan seorang muslim harus menghormati tamu, sekalipun mereka dari golongan kafir. “Apalagi tamu kita ini muslim, menteri lagi,” tegas Uu Ruzhanul Ulum.

Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Agama. Menteri pun, terang Uu Ruzhanul Ulum, memahaminya. “Saya sudah sampaikan kepada orang yang menyuruh muazin untuk azan agar jangan begitu lagi, sebab ini wilayah saya. Saya yang bertanggungjawab terhadap acara ini," ucapnya lagi.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membantah Menteri Agama Suryadharma Ali ngambek saat pidatonya terpotong azan zuhur.

Menurut anggota Dewan Pakar PPP Ahmad Yani, peristiwa tersebut hanya kesalahan komunikasi. "Enggak ngambek, langsung pergi karena Suryadharma Ali sudah punya jadwal lain," tukas Ahmad Yani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/9/2013). 

Ahmad Yani mengatakan, dalam rapat internal dan rapat DPR, bila ada suara azan, maka kegiatan itu akan dihentikan. “Ini miskomunikasi saja dengan penyelenggara," ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Fraksi PPP, kejadian itu hanya dibesar-besarkan di media sosial. Padahal, katanya, kejadian itu biasa. "Biasa SDA (Suryadharma Ali) lagi pidato kemudian ketika azan stop," ucapnya.

Anggota Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily, ikut angkat bicara mengenai peristiwa tersebut. Ace Hasan Syadzily mengatakan, bila sudah waktunya, azan memang harus dikumandangkan. Kewajiban sebagai muslim, sambung Ace Hasan Syadzily, untuk berhenti dulu dari segala aktivitas, dan diminta untuk mendengarkan panggilan azan. "Artinya, seharusnya justru kita yang menyesuaikan dengan waktu azan," ucap Wasekjen Partai Golkar di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/9/2013). Ace Hasan Syadzily mengatakan, tak seharusnya Menteri Agama kecewa atas kumandang azan. Bahkan, tambah Ace Hasan Syadzily, seharusnya Menteri Agama mendengarkan azan dengan khusyuk. "Apalagi jika ekspresi kekecewaan itu ditunjukkan di hadapan publik. Saya hanya bisa menyatakan Astagfirullahaladzim," tutur Ace Hasan Syadzily. (tem/tri)

See Also

Wakil Ketua MPR RI Tegaskan Tak Ada Ruang Bagi Rasisme Tumbuh Di Indonesia
Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.377.557 Since: 05.03.13 | 0.2084 sec