Internasional

Serangan Drone Houthi Ke Kilang Minyak Arab Saudi

Sunday, 21 Maret 2021 | View : 43

RIYADH-SBN.

Serangan pesawat tak berawak (drone) memicu kebakaran di kilang minyak Arab Saudi. Serangan drone di Riyadh itu diklaim oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman.

Serangan pada Jumat (19/3/2021) subuh waktu setempat itu adalah serangan besar kedua bulan ini yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap instalasi energi Arab Saudi.

"Kilang minyak Riyadh diserang oleh drone, mengakibatkan kebakaran yang berhasil dikendalikan," kata Kementerian Energi Arab Saudi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (20/3/2021).

Disebutkan bahwa tidak ada korban yang dilaporkan dan pasokan minyak tidak terganggu akibat insiden itu.

Kementerian Arab  Saudi tersebut mengutuk keras "serangan pengecut" itu. Disebutkan bahwa serangan drone itu bukan hanya serangan terhadap kerajaan itu tetapi juga ekonomi dunia dan keamanan energi global.

Dalam sebuah pernyataan, pemberontak Houthi mengklaim telah menargetkan raksasa energi Aramco di Riyadh dengan enam pesawat tak berawak sebagai tanggapan atas "agresi brutal" dari koalisi militer yang didukung Saudi di Yaman.

Pemberontak Houthi terus meningkatkan serangan lintas-perbatasan di kerajaan itu, meskipun ada dorongan baru oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46 Joseph Robinette Biden Jr yang lebih dikenal dengan nama Joe Biden untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai yang mandek.

AS mengutuk serangan itu sebagai upaya "untuk mengganggu pasokan energi dengan menargetkan infrastruktur Arab Saudi".

"Perilaku ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap keselamatan penduduk sipil, baik yang bekerja atau tinggal di dekat lokasi," kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jalina Porter kepada wartawan.

Dikatakannya, pemerintah AS "sangat prihatin dengan frekuensi serangan terhadap Arab Saudi".

Serangan terbaru itu terjadi setelah Arab Saudi awal bulan ini mengatakan telah menggagalkan serangan rudal dan pesawat tak berawak di Ras Tanura salah satu pelabuhan minyak terbesar di dunia dan fasilitas Aramco di kota Dhahran di Timur kerajaan. (afp)

See Also

Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.086.564 Since: 05.03.13 | 0.1661 sec