Internasional

China Dan Rusia Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Wednesday, 14 Oktober 2020 | View : 25
Tags : China, Rusia

JENEWA-SBN.

China dan Rusia terpilih untuk duduk di Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), meski dua negara tersebut menghadapi tuduhan sebagai negara dengan catatan pelaksanaan HAM yang paling buruk di dunia.

Arab Saudi, yang juga mencalonkan diri untuk masuk ke Dewan HAM PBB, gagal mendapatkan suara.

Sejumlah pihak memprotes masuknya China atas perlakuan terhadap kelompok minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

Sementara, Rusia menghadapi tuduhan telah meracuni orang-orang yang kritis terhadap pemerintah.

Tidak diketahui apakah kritik terhadap Riyadh terhadap pembunuhan jurnalis senior, Jamal Khashoggi dua tahun lalu menjadi faktor penyebab negara itu tidak mendapatkan kursi.

Kelompok pegiat HAM, Human Rights Watch, mengatakan kegagalan Arab Saudi untuk memenangkan cukup suara adalah pengingat perlunya lebih banyak persaingan untuk memblokir kandidat yang tidak layak.

Anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB harus menjunjung standar tertinggi.

Sebelumnya, Sidang Majelis Umum PBB di New York pada Selasa (13/10/2020) diagendakan memilih 15 dari 47 kursi anggota yang ada.

Negara anggota baru akan menduduki kursi di Dewan HAM selama masa bakti tiga tahun terhitung mulai Januari 2021.

Pemilihan ini melibatkan kesepakatan-kesepakatan di belakang layar. Negara calon anggota dinyatakan kalah jika mengantongi kurang dari 97 suara dalam pemilihan rahasia.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia menyerukan kepada anggota PBB untuk mempertimbangkan ulang posisi ketiga negara itu ketika pemungutan suara digelar.

Mereka kembali mengangkat perlakuan Beijing terhadap kelompok-kelompok minoritas, termasuk Muslim Uighur di Xinjiang, dan pemberlakuan undang-undang keamanan di Hong Kong.

Dalam hal Rusia, mereka menggarisbawahi bahwa Moskow kerap dicurigai meracuni para pengkritiknya.

Adapun Arab Saudi terlibat dalam skandal pembunuhan wartawan pembangkang, Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada tahun 2018.

Dalam berbagai kesempatan terpisah, ketiga negara selalu mempertahankan catatan HAM mereka.

UN Watch, salah satu kelompok yang menentang tiga negara itu menduduki Dewan HAM PBB, mengatakan pemilihan mereka bertentangan dengan apa yang mereka praktikkan.

"Memilih kediktatoran sebagai hakim-hakim PBB untuk masalah hak asasi manusia bagaikan menempatkan sekelompok penyulut api sebagai penanggung jawab di bagian pemadam kebakaran," kata direktur eksekutif UN Watch, Hillel Neuer.

Kursi keanggotaan Dewan HAM dikelompokkan ke dalam lima kawasan.

Untuk kawasan Asia Pasifik, negara-negara yang juga mencalonkan diri adalah Arab Saudi, China, Nepal, Pakistan dan Uzbekistan untuk mengisi empat kursi.

"Pelanggar HAM berulang-ulang seharusnya tak dihadiahi dengan kursi di Dewan HAM," Demikian pesan Louis Charbonneau dari Human Rights Watch (HRW).

Dua kursi kelompok Eropa timur yang kosong dibidik oleh Rusia dan Ukraina. Kelompok Eropa barat akan diduduki oleh Prancis dan Inggris.

Pantai Gading, Senegal, Malawi dan Gabon mencalonkan diri untuk mengisi empat kursi kawasan Afrika.

Kawasan Amerika Latin dan Karibia akan ditempati oleh Meksiko, Kuba dan Bolivia untuk tiga kursi yang ada.

Presiden AS Donald John Trump menarik keanggotaan Amerika Serikat dari Dewan HAM PBB pada tahun 2018 dan mengejeknya "munafik". (bbc)

See Also

Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.648.686 Since: 05.03.13 | 0.2171 sec