Internasional

Ribuan Warga Afghanistan Selatan Mengungsi Dari Serangan Taliban

Wednesday, 14 Oktober 2020 | View : 28

KABUL-SBN.

Puluhan ribu orang di Afghanistan Selatan telah meninggalkan rumah-rumah mereka setelah beberapa hari pertempuran sengit antara Taliban dan pasukan keamanan negara itu. Kekerasan di negara itu terus meningkat meskipun perundingan damai sedang berlangsung.

Dilansir AFP, Rabu (14/10/2020), militan Taliban melancarkan serangkaian serangan di kota Lashkar Gah, Provinsi Helmand, yang bergolak pada Minggu (11/10/2020) malam. Hal itu mendorong AS untuk menyerukan serangan udara demi mempertahankan pasukan Afghanistan.

Pertempuran tersebut memicu eksodus warga sekitar yang berdesakan di atas sepeda motor, taksi, dan bus.

"Lebih dari 5.100 keluarga atau 30.000 orang telah mengungsikan diri dari pertempuran sejauh ini," ucap Sayed Mohammad Ramin, direktur departemen pengungsi di Helmand, kepada AFP.

"Beberapa keluarga bertahan hidup di tempat terbuka di jalan-jalan di Lashkar Gah, kami tidak punya tenda untuk diberikan kepada mereka."

Penduduk lokal Hekmatullah mengatakan dia terpaksa melarikan diri setelah mortir menghantam rumah tetangganya dan menewaskan dua wanita.

"Pertempuran itu begitu sengit sehingga saya tidak punya waktu untuk mengambil pakaian ekstra. Saya hanya membawa keluarga saya," kata Attaullah Afghan, seorang petani yang mengungsi bersama keluarganya yang berjumlah 12 orang.

Pertempuran sedang berlangsung di setidaknya empat distrik pada hari Rabu (14/10/2020), kata pejabat Afghanistan, menambahkan bahwa pasukan keamanan telah berulang kali memukul mundur serangan Taliban di daerah tersebut.

Sebelumnya, berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani Taliban dengan Washington pada Februari, pemberontak tidak seharusnya menyerang daerah perkotaan.

AS berkomitmen untuk menarik semua pasukan asing dari negara itu pada Mei mendatang sebagai imbalan atas janji keamanan Taliban dan kesepakatan untuk memulai pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan di Qatar.

Pembicaraan dimulai bulan lalu antara Taliban dan pemerintah Afghanistan di Doha tetapi tampaknya terhenti karena kedua belah pihak telah berjuang untuk membangun kerangka dasar untuk negosiasi. (afp)

See Also

Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.648.731 Since: 05.03.13 | 0.2648 sec