Internasional

Presiden AS Tarik Pasukan Garda Nasional Yang Mengawal Demo Kasus George Floyd

Monday, 08 Juni 2020 | View : 27

WASHINGTON D.C.-SBN.

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, Donald John Trump memerintahkan penarikan pasukan Garda Nasional dari jalan-jalan di Washington D.C.

Selama beberapa hari terakhir, pasukan terus berjaga dalam protes terhadap kasus tewasnya George Floyd di tangan polisi Minneapolis.

"Saya baru saja memberi perintah kepada Garda Nasional kita untuk memulai proses penarikan dari Washington DC. Sekarang semuanya ada di bawah kendali yang sempurna," tulis Trump di akun Twitter resminya seperti dilansir AFP, Minggu (7/6/2020).

"Mereka akan pulang, tetapi akan kembali dengan cepat jika dibutuhkan. Jumlah pengunjuk rasa semalam jauh lebih sedikit dari pada yang diantisipasi," imbuhnya.

Puluhan ribu orang melakukan aksi protes secara damai pada Sabtu (6/6/2020) waktu setempat. Mereka melakukan aksi di sejumlah kota di AS.

Di Washington D.C., tidak ada insiden yang signifikan yang dilaporkan ketika massa demo turun ke jalan dekat Gedung Putih. Di mana di wilayah itu dikelilingi oleh pagar dan barikade keamanan dari semua sisi.

Sebelumnya, Wali Kota Washington Muriel Bowser ikut turun bergabung dalam aksi protes kematian George Floyd. Aksi Bowser itu dilakukan pasca sehari sebelumnya ia meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik pasukan tambahan dan Garda Nasional dari Washington.

"Kita semua harus melihat apa yang terjadi di Washington DC, karena kami tidak ingin pemerintah federal melakukan ini kepada orang Amerika lainnya," kata Bowser sambil berjalan melalui pusat kota DC dengan para pengunjuk rasa, dikutip dari CNN, Minggu (7/6/2020).

Bowser dan Trump dalam beberapa hari terakhir terlibat dalam pertikaian tentang peningkatan kehadiran militer di DC. Bowser telah menjelaskan bahwa dia ingin pasukan militer keluar dari ibu kota negara.

Dalam surat yang dilayangkannya pada Trump, Jumat (5/6), Bowser berpendapat bahwa penegakan hukum tambahan membuat para pengunjuk rasa "meradang" dan "menambah keluhan".

"Para demonstran telah damai, dan tadi malam, Departemen Kepolisian Metropolitan tidak melakukan satupun penangkapan. Oleh karena itu, saya meminta Anda menarik semua penegak hukum dan kehadiran militer yang luar biasa dari Washington, DC," tulis Bowser dalam surat itu, menambahkan bahwa dia telah mengakhiri keadaan darurat di DC terkait dengan protes. (afp/cnn)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.312.846 Since: 05.03.13 | 0.2265 sec