Internasional

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS

Tuesday, 18 Februari 2020 | View : 42

MOSKOW-SBN.

Pengadilan di Rusia memerintahkan seorang perempuan yang kabur dari karantina virus corona untuk kembali ke Rumah Sakit (RS). Perempuan ini diwajibkan untuk dikarantina lebih lanjut, setidaknya selama dua hari.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (18/2/2020), wanita bernama Alla Ilyina ini dibawa ke sebuah rumah sakit di kota St Petersburg, Rusia, pada Kamis (6/2/2020) lalu karena menderita radang tenggorokan dan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena dia baru saja pulang dari China sekitar lima hari sebelumnya.

Namun keesokan harinya, Ilyina nekat kabur dari rumah sakit dengan merusak kunci elektronik yang ada di kamar perawatannya. Dia kabur setelah diberitahu bahwa dia harus dikarantina selama 14 hari, bukannya 24 jam seperti yang dijanjikan dokter kepadanya.

Dalam postingan via Instagram, Ilyina menyatakan bahwa para dokter rumah sakit itu memberitahu dirinya bahwa hasil pemeriksaannya negatif virus corona, namun dia tetap harus dikarantina selama dua minggu.

"Parah," tulis Ilyina dalam postingannya. "Tiga hasil tes menunjukkan saya sungguh sehat, jadi kenapa harus dikarantina?" imbuhnya.

Kepada surat kabar lokal, Fontanka, Ilyina menuturkan bahwa kamar karantina yang ditempatinya memiliki suasana mengerikan, tidak ada buku, tidak ada sampo, tidak ada Wi-Fi, hanya ada keranjang sampah yang tidak pernah dibuang isinya. Pintu kamar karantina itu juga dipasangi kunci elektronik. Karena merasa frustrasi, Ilyina mencari cara untuk merusak kunci elektronik tersebut.

Kaburnya Ilyina dari karantina ini membuat malu otoritas Rusia. Beberapa hari kemudian, kelompok pengawas kesehatan publik Rusia, Rospotrebnadzor, mengajukan gugatan hukum terhadap Ilyina dan meminta pengadilan untuk memerintahkan rawat inap wajib bagi Ilyina.

Dalam sidang, otoritas kesehatan Rusia berargumen bahwa karantina terhadap Ilyina diperlukan untuk menghentikan penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China. Bahkan otoritas kesehatan Rusia mengklaim bahwa virus ini bisa tersembunyi di dalam tubuh manusia hingga 24 hari.

"Ini satu-satunya langkah perlindungan yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus baru di wilayah kota ini," ucap Kepala Urusan Legal pada Rospotrednadzor di wilayah St Petersburg, Lena Gubareva.

Pada Senin (17/2/2020) waktu setempat, pengadilan Rusia memutuskan agar Ilyina kembali ke rumah sakit dan dikarantina hingga setidaknya Rabu (19/2/2020) besok.

Dalam sidang, pengacara yang mewakili Ilyina berargumen bahwa kliennya tidak memberikan ancaman bagi orang-orang di sekitarnya dan menekankan bahwa Ilyina diizinkan masuk ke dalam ruang sidang yang dipenuhi belasan orang. Tidak ada satupun orang, termasuk pejabat otoritas kesehatan Rusia, yang memakai masker.

Otoritas kesehatan di St Petersburg enggan menjawab pertanyaan soal efektivitas putusan pengadilan itu, mengingat Ilyina sempat bebas berkeliaran selama 10 hari setelah dia kabur dari karantina.

Pekan lalu, sedikitnya tiga orang yang dikarantina terkait virus corona kabur dari rumah sakit yang sama di St Petersburg. Dua orang telah kembali ke rumah sakit, sedangkan satu orang lainnya yang bernama Anna Rybakova masih diburu. Rospotrednadzor juga menggugat Rybakova dan sidangnya akan digelar Rabu (19/2/2020) besok.

Sejauh ini, otoritas Rusia telah mengonfirmasi dua kasus virus corona di wilayahnya. Kedua pasien yang sama-sama warga China itu telah menjalani perawatan dan dipulangkan dari rumah sakit. (fontanka/ap)

See Also

Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.009.854 Since: 05.03.13 | 0.9151 sec