Hukum

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung

Tuesday, 18 Februari 2020 | View : 102

TULUNGAGUNG-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penggeledahan di Tulungagung. Setelah DPRD Tulungagung, kini yang digeledah adalah rumah mantan Wakil Ketua DPRD setempat Imam Kambali.

Dua unit mobil yang membawa para penyidik KPK masuk ke rumah Imam Kambali di Perumahan Sobontoro Indah, Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung sekitar pukul 11.30 WIB, Selasa (18/2/2020).

Dua anggota polisi Tulungagung tampak mendampingi tim penyidik untuk mengamankan lokasi penggeledahan.

Sementara itu, Imam Kambali baru tiba di rumah 20 menit setelah kedatangan KPK dengan mengendarai mobil Nisan X-Trail pelat merah AG 1009 RP. Kambali disambut dua keluarganya dan bergegas masuk ke rumah melalui pintu samping.

Selain rumah Kambali, penyidik KPK secara bersamaan juga menggeledah rumah anggota DPRD Tulungagung dari PDIP Suharminto alias Bedut di Desa Mojoagung, Kacamatan Ngantru.

Bedut merupakan adik kandung tersangka dugaan suap APBD Tulungagung Supriyono. Lokasi tempat tinggal antara Bedut dan Supriyono hanya berjarak sekitar 200 meter.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat dihubungi membenarkan adanya kegiatan KPK di Tulungagung. Pihaknya diminta melakukan pendampingan untuk mengamankan jalannya penggeledahan.

"Iya memang benar ada kegiatan di Tulungagung, tapi kami hanya membantu pengamanan saja. Ada dua tim yang minta didampingi," kata AKBP Eva Guna Pandia, Selasa (18/2/2020).

Selain memasuki ruangan aspirasi, penyidik KPK juga tampak memasuki ruang kerja ketua DPRD Tulungagung serta ruang sekretaris DPRD.

Sebelumnya, penyidik KPK juga menggeledah sejumlah ruang kerja pimpinan dan Sekretaris DPRD Tulungagung di DPRD Tulungagung. Pemeriksaan berlangsung sejak Senin (17/2/2020) siang hingga petang.

Enam petugas KPK datang di Gedung Dewan di Jl. R.A. Kartini No.17, Tulungagung pada pukul 12.30 WIB.

Dengan membawa sejumlah koper, petugas KPK langsung menuju ruang aspirasi. Setelah kurang dari 30 menit menggeledah ruang aspirasi, penyidik KPK dipecah menjadi dua tim. Satu tim menggeledah ruang ketua DPRD dan tim lain menggeledah ruang sekretaris DPRD.

"Mohon maaf mas, jurnalis silakan di luar pagar," kata salah seorang anggota polisi yang membantu pengamanan.

Hingga pukul 16.00 WIB, penyidik lembaga antirasuah masih melakukan penggeledahan di dalam komplek gedung parlemen.

Setelah lebih dari lima jam menggeledah kantor DPRD Tulungagung, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya meninggalkan gedung parlemen. Namun kalangan Sekretariat Dewan enggan berkomentar terkait kedatangan KPK tersebut.

Penyidik lembaga antirasuah bergeser dari Gedung DPRD Tulungagung pada pukul 18.00 WIB sambil membawa sejumlah koper. Para penyidik langsung bergegas masuk ke empat unit kendaraan Toyota Innova dan meninggalkan gedung dewan.

Sementara itu terkait penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 12.30 WIB tersebut, Sekretaris DPRD Tulungagung Budi Fatahilah, enggan berkomentar. Pihaknya juga tidak mau menjelaskan ruangan apa saja yang diobok-obok KPK.

"Sudah-sudah, saya tidak berhak memberikan komentar, silahkan tanya ke penyidiknya ya. Ya paling tidak lima atau tiga jam, (salah satunya) ruang aspirasi," kata Budi Fatahilah, Senin (17/2/2020).

Sementara itu selama proses penggeledahan, para anggota dewan termasuk unsur pimpinan tidak ada di lokasi. Seluruh wakil rakyat Tulungagung sedang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jakarta dan Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Belum diketahui penggeledahan tersebut terkait dengan kasus apa. Namun saat ini KPK tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi suap APBD dengan tersangka mantan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan/atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018.

Supriyono diduga menerima uang sebesar Rp 4.880.000.000 selama periode 2015 hingga 2018 dari Bupati Tulung Agung saat itu, Syahri Mulyo. Suap berkaitan dengan pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung.

Dalam persidangan Syahri Mulyo terungkap bahwa Supriyono menerima Rp 3.750.000 000 dengan rincian, penerimaan fee proyek APBD Murni dan APBD Perubahan selama empat tahun berturut pada 2014-2017 sebesar Rp 500.000.000 setiap tahunnya atau total sekitar Rp 2 miliar.

Selain itu, Supriyono juga menerima uang sebesar Rp 750 juta untuk memperlancar proses pembahasan APBD, mempermudah pencairan DAK, dan Bantuan Keuangan Provinsi sejak 2014-2018. Tak hanya itu, Supriyono juga diduga menerima uang sebesar Rp 1 miliar terkait fee proyek di Kabupaten Tulungagung selama tahun 2017.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Supriyono, Kamis (7/11/2019). Supriyono ditahan usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2018.

Mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dan tangan terborgol, Supriyono terlihat keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 18.30 WIB. Namun, Supriyono yang juga mengenakan topi berwarna biru tak berkomentar apapun saat dikonfirmasi awak media mengenai kasus yang menjeratnya. Supriyono memilih bungkam dan bergegas masuk ke mobil tahanan yang menunggunya di pelataran Gedung KPK.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, tim penyidik menahan Supriyono di Rutan belakang Gedung Merah Putih KPK. Supriyono bakal mendekam di sel tahanan setidaknya selama 20 hari.

"Tersangka SPR ditahan di Rutan KPK cabang K4 untuk 20 hari ke depan," kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi. (det/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.378.681 Since: 05.03.13 | 0.2331 sec