Nasional

Relokasi Warga Waduk Ria Rio Bulan Depan

Thursday, 29 Agustus 2013 | View : 877

JAKARTA-SBN.

Waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur, sudah terbebas dari persoalan hukum kepemilikan. Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab dipanggil ‘Jokowi’, menegaskan seluruh lahan yang ada di waduk tersebut sah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. “Itu verponding lama, jadi sudah gugur karena tidak diurus. Sudah kami crosscheck dan itu sah milik DKI Jakarta,” tutur Jokowi di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (28/8/2013). 

Mantan Walikota Solo, Jokowi menegaskan dirinya telah memastikan kepemilikan secara hukum kepada Biro Hukum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Investigasi seluruh lahan dengan total 25 hektare itu telah dilakukan dengan tuntas. Hasilnya, lanjutnya, biro hukum memastikan lahan itu milik Pemprov DKI Jakarta. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa ‘Ahok’, menegaskan warga di sekitar waduk Ria Rio harus segera meninggalkan lahan yang ditempati. Waduk itu akan ditata dengan visi membuat Jakarta menjadi kota yang lebih layak dan modern. "Visi gubernur sudah jelas, Jakarta menjadi kota modern. Jadi warga harus pindah dari waduk Ria Rio," tegasnya.

Mantan anggota DPR RI, Basuki Tjahaja Purnama menegaskan dirinya tidak semena-mena mengusir warga tersebut. Pihaknya telah menyediakan rumah susun bagi warga tersebut. Pemindahan warga dari permukiman kumuh ke tempat yang lebih layak merupakan bagian dari visi gubernur tersebut.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta berencana mengosongkan area waduk Ria Rio pada sisi timur waduk di RT6 dan RT7 di wilayah RW15 yang ditempati 350 keluarga, sementara sisi barat waduk sendiri sudah dikosongkan sejak tahun 2010, yang sebelumnya dihuni 500 keluarga.

Warga yang tinggal di wilayah tersebut juga mengklaim sebagai ahli waris lahan tersebut yang sebelumnya menurut Eigendom Verpoonding 5725 milik keluarga Adam Malik. Klaim itu yang menjadi dasar warga sekitar waduk menolak sosialisasi relokasi yang dilakukan Satpol PP beberapa waktu lalu. "Kami ingin mengoptimalkan waduk itu sebagai pengendali banjir di kawasan Pulomas. Targetnya akhir September selesai," tegasnya.

Mantan Bupati Belitung Timur, Basuki Tjahaja Purnama heran dengan langkah penolakan warga yang sudah terbukti melanggar aturan menduduki lahan bukan miliknya. Wakil Gubernur DKI Jakarta meminta warga waduk Ria Rio tidak melakukan perlawanan dengan kekerasan dan menaati aturan. Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama mengancam akan melakukan tindakan hukum kepada siapa pun yang melanggar aturan tanpa pandang bulu. 

Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo melakukan kesepakatan dengan warga waduk Ria Rio soal waktu relokasi. Hasilnya, waktu relokasi yang direncanakan dilaksanakan bulan ini pun diundur hingga September depan. Kesepakatan tersebut didapat saat Gubernur DKI Jokowi menggelar diskusi sederhana dengan warga Waduk Ria Rio di Rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (29/8/2013). "Pak, apa enggak serentak saja kita pindahnya, jadi supaya sekaligus pindah," saran salah seorang warga. Dengan cepat, mantan Walikota Surakarta tersebut, Jokowi langsung menyambar permintaan warga tersebut. "Iya mundur, jadi bulan depan ya," jawab Jokowi. Jawaban Jokowi pun langsung membuat warga bersorak-sorai. Ada yang mengangkat-angkat tangannya sambil berteriak-teriak kesenangan, ada yang merangsek mendekati Jokowi kemudian berebut mencium tangannya, dan reaksi lainnya. “Bagus Pak, terima kasih banyak. Kita enggak salah pilih Bapak," ujar warga.

Relokasi warga kawasan Waduk Ria Rio, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, ke Rumah Susun Sederhana (Rusun) Pinus diundur bulan depan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) menjanjikan bebas biaya retribusi selama enam bulan bagi para penghuni rusun. Kesepakatan itu merupakan hasil dari pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, dan warga Waduk Rio Rio. “Mundur bulan depan. Setuju kita lagi cat-cat semua. Butuh waktu juga untuk mempersiapkan semua rumah buat warga," ujar Jokowi saat bermusyawarah dengan warga Waduk Ria Rio di Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2013).

Selanjutnya mereka akan dikenakan biaya Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Beberapa perbaikan sedang dilakukan, seperti instalasi listrik dan air. Mantan Walikota Surakarta tersebut, Jokowi menjelaskan pihaknya saat ini tengah melakukan sejumlah perbaikan, mulai pengecatan hingga penyediaan fasilitas. Ia memperkirakan seluruhnya selesai dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Perumahan, Yonathan Pasudong, menyebutkan sejumlah fasilitas di dalam rusun itu, yakni televisi, tempat tidur, lemari, serta kulkas. "Tipe 36 dari lantai 2 hingga lantai 5, dua kamar tidur dan satu kamar mandi," ucap dia. Yonathan Pasudong menuturkan jumlah warga yang direncanakan dipindahkan lebih kurang 350 keluarga. Data itu diperoleh dari kelurahan dan kecamatan tempat Waduk Ria Rio berada.

Seperti diketahui, sebanyak 300 keluarga yang sebelumnya bermukim di sekitar Waduk Ria Rio akan direlokasi ke rusun yang terletak di Cakung, Jakarta Timur itu. Relokasi ini terkait penataan kawasan waduk. Di rusun tersebut, warga mendapatkan satu hunian dengan tipe 30 serta sejumlah fasilitas lain, yakni televisi, tempat tidur, lemari, serta kulkas.

Antisipasi dan akurasi dilakukan agar kelak warga yang akan menghuni rusun masuk data valid dari kelurahan setempat. Ia menegaskan pihaknya hanya fasilitator yang mengantarkan warga Waduk Ria Rio yang berasal dari data yang diberikan oleh kelurahan dan kecamatan. “Kami hanya fasilitator. Semua data itu berasal dari camat dan lurah, dan tidak akan kami ubah sedikit pun. Kami lakukan itu untuk menepis kemungkinan adanya tudingan dinas perumahan bermain mata," tegas dia.

Yonathan Pasudong mengatakan para calon penghuni rusun nantinya digratiskan dari retribusi selama enam bulan. Selanjutnya, para warga yang masuk program ‘Warga Terprogram’ akan dikenakan biaya retribusi mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 158 ribu. Sementara itu, selama enam bulan pertama, warga akan dibebaskan dari biaya retribusi.

Gubernur DKI, Jokowi mengajak 150 warga yang bermukim di Waduk Ria Rio meninjau rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Pinus Elok di Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Jokowi mengantarkan warga berkeliling Rusunawa Pinus Elok, mulai dari lantai satu dan lantai dua. Sebagai contoh, dua hunian lengkap dengan berbagai fasilitas rumah tangga, seperti televisi flat, lemari, kulkas, tempat tidur, dan kompor diberikan kepada warga. “Nanti dapatnya lengkap, ada lemari, televisi, kulkas, tempat tidur, kompor, semuanya ada,” papar Jokowi. Warga datang ke Rusunawa Pinus Elok dengan menggunakan dua bus. Warga tampak antusias melihat-lihat hunian yang akan ditempatinya jika pindah dari Waduk Ria Rio. “Bapak dan ibu, kalau di sini sudah resmi, tidak ilegal lagi seperti yang di sana (Waduk Pluit),” tutur Jokowi kepada warga Waduk Ria Rio.

Di depan warga, Gubernur DKI Jokowi menjelaskan semua warga telah mau direlokasi. Namun, masih ada kendala terkait dengan pemberian uang kerohiman kepada warga. Pasalnya, uang kerohiman tersebut bukanlah wewenang Pemprov DKI, melainkan PT. Pulomas Jaya selaku pemilik lahan. Ternyata mereka hampir semuanya sudah setuju, hanya satu masalah yang belum rampung, yaitu masalah kerohiman. “Itu kerohiman saya tidak mengerti, tanya Pulomas. Tapi nanti saya panggil Direktur Pulomas untuk menyampaikan itu. Tapi dari kita tidak ada pemberian kerohiman itu,” bilang dia lagi.

Selain itu, fasilitas pendukung belum didapatkan dari pihak swasta. Sebab, saat ini, perusahaan yang akan memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) juga belum ada. Kendati demikian, pihaknya optimistis akan ada perusahaan yang akan menyalurkan CSR-nya. "Ini baru contoh saja. Iya yang mau bantu kita itu ngantre,” pungkas Jokowi yang pernah terpilih sebagai Walikota terbaik ketiga sedunia dalam pemilihan World Mayor Project 2012 hanya di bawah Walikota Bilbao dari negara Spanyol, Inaki Azkuna dan Walikota Perth, Australia Barat, Lisa Scaffidi berada pada peringkat kedua. (ant/kj)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.665.064 Since: 05.03.13 | 0.173 sec