Internasional

Presiden Ukraina Pastikan Penyebab Jatuhnya Pesawat Akan Terungkap

Friday, 10 Januari 2020 | View : 4

KIEV-SBN.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memastikan kebenaran soal penyebab jatuhnya pesawat maskapai Ukraine International Airlines di Iran akan terungkap. Volodymyr Zelensky mengumumkan pengerahan tim pakar Ukraina ke Teheran untuk membantu penyelidikan.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (9/1/2020), Zelensky mempersingkat kunjungan ke Oman untuk kembali ke Kiev, Ukraina setelah mendapat laporan soal kecelakaan pesawat. Dia sempat mendatangi dan meletakkan karangan bunga di salah satu terminal Bandara Boryspil, yang menjadi memorial untuk sembilan awak maskapai Ukraine International Airlines yang tewas dalam kecelakaan itu.

Pesawat dengan nomor penerbangan PS752 itu membawa 176 orang yang terdiri atas 167 penumpang dan 9 awak pesawat saat kecelakaan terjadi pada Rabu (8/1/2020) waktu setempat. Saat itu pesawat tersebut sedang mengudara dari Teheran menuju Kiev. Pesawat terjatuh menghantam daratan sesaat usai lepas landas. Semua penumpang dan awak dipastikan tewas.

Terdapat 11 warga Ukraina di dalam pesawat nahas tersebut, dengan sembilan orang di antaranya merupakan awak pesawat. Selain warga Ukraina, terdapat juga 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris di pesawat itu.

Penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan ini tengah berlangsung. Para pejabat Iran telah membantah rumor yang menyebut pesawat itu terkena rudal, yang muncul karena kecelakaan terjadi setelah Iran melancarkan serangan rudal ke target markas tentara Amerika Serikat (AS) di Irak. Pejabat Iran menyebut masalah mesin sebagai dugaan penyebab jatuhnya pesawat.

Namun, Presiden Ukraine International Airlines, Yevehen Dykhne, menyatakan pesawat itu merupakan 'salah satu pesawat terbaik yang kami miliki, dengan awak yang luar biasa dan bisa diandalkan'. Dijelaskan Dykhne bahwa pesawat itu baru menjalani pemeliharaan pada Senin (6/1/2020) waktu setempat.

Menyikapi situasi yang berkembang, Zelensky dalam pernyataannya memastikan bahwa kebenaran soal penyebab jatuhnya pesawat itu 'pasti' akan ditemukan.

"Tidak diragukan lagi, prioritas bagian Ukraina adalah untuk mengidentifikasi penyebab jatuhnya pesawat. Kami pasti akan akan menemukan kebenarannya. Untuk tujuan ini, penyelidikan yang menyeluruh dan independen akan dilakukan sesuai dengan hukum internasional," tegas Zelensky dalam pernyataannya.

Zelensky menyatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Republik Islam Iran. Namun, sebutnya, tim pakar dari Ukraina juga akan membantu penyelidikan itu.

"Sebanyak 45 spesialis kita telah tiba di Iran sebagai bagian dari tim pencari dan penyelamat, termasuk Dinas Penerbangan Negara, Biro Penyelidikan Penerbangan Nasional dan Insiden Sipil, dan perwakilan UIA (Ukraine International Airlines)," ujarnya.

Tim spesialis dari Ukraina itu telah mendatangi langsung lokasi jatuhnya pesawat. "Kita mengharapkan mereka semua akan disertakan dalam upaya komisi (Iran), secara khusus, dalam proses decoding rekaman kotak hitam," imbuh Zelensky. Diketahui bahwa Iran telah menemukan kotak hitam pesawat namun enggan menyerahkannya kepada AS yang merupakan lokasi Boeing, produsen pesawat itu.

Selain membantu penyelidikan, sebut Zelensky, tim spesialis yang dikirimkan ke Teheran juga akan melakukan identifikasi dan mengurus pemulangan korban tewas dari Ukraina. "Saya akan menelepon Presiden Iran untuk meningkatkan kerja sama dengan pihak Ukraina untuk mencari tahu kebenarannya," cetus Zelensky.

"Saya juga menyerukan kepada komunitas internasional, termasuk Kanada, untuk bergabung dengan penyelidikan terhadap situasi di sekitar kecelakaan pesawat Boeing 737 milik Ukraina ini," imbuhnya. (ap)

See Also

Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.784.316 Since: 05.03.13 | 0.1693 sec