Internasional

Ratusan Ribu Warga Prancis Demo Reformasi Pensiun

Thursday, 19 Desember 2019 | View : 37
Tags : Paris, Prancis

PARIS-SBN.

Ratusan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan memprotes rencana pemerintah soal reformasi pensiun. Unjuk rasa ini dilakukan hampir dua minggu.

Dilansir dari AFP, Kamis (19/12/2019) aksi ini mengakibatkan lumpuhnya transportasi. Pemerintah pusat disebut tidak akan menyerah dan tidak mengikuti tuntutan serikat pekerja untuk menghentikan perbaikan sistem pensiun.

Polisi menyebut, pihaknya menembakkan gas air mata pada masa pengunjuk rasa di Paris, Prancis. Hal ini dilakukan setelah pengunjuk rasa melemparkan proyektil kepada Polisi. Sebanyak 30 orang disebut ditangkap di Paris.

Disebutkan, tekanan terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron meningkat sebelum libur Natal tahun ini. Marcon memerintahkan Kepala Pensiun baru untuk memimpin perundingan atau negosiasi dengan pihak serikat pekerja.

Sedangkan anggota Parlemen Laurent Pietraszewski akan bertugas mengawasi berjalannya negosiasi. Laurent bertugas menggantikan pejabat tinggi terakhir yang terpaksa mengundurkan duru setelah gagal menyatakan pendapat.

Para guru, pekerja rumah sakit, dan karyawan publik lainnya diketahui telah melakukan unjuk rasa sejak 5 Desember 2019.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan, sebanyak 76.000 orang ambil bagian dalam aksi unjuk rasa di Paris. Imbasnya, Menara Eiffel sempat ditutup karena aksi unjuk rasa.

Serikat Garis Keras CGT menyebut bahwa terdapat 1,8 juta orang mengikuti aksi tersebut. Jumlah ini lebih besar dari jumlah pengunjuk rasa yang melakukan aksi pada hari sebelumnya.

CGT dan empat serikat pekerja lainnya mengancam kepada pemerintah, dengan menyebut akan terus melakukan aksi hingga Natal. Aksi ini akan berhenti jika pemerintah menyanggupi permintaan demonstran.

Diketahui Macron, yang merupakan mantan bankir investasi, meyakini reformasi pensiun akan membuat sistem pensiun yang saat ini dinilai berbelit-belit menjadi lebih adil dan berkelanjutan dari segi finansial. Ia berniat menggabungkan 42 kebijakan berbeda menjadi satu (omnibus law).

Pemerintah mengatakan tidak akan mengubah batas usia pensiun resmi yakni 62 tahun. Namun rencana baru ini akan melibatkan sejumlah persyaratan finansial yang diharapkan bisa mendorong orang bekerja lebih lama menyusul bertambahnya panjangnya angka harapan hidup warga. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.910.050 Since: 05.03.13 | 0.1382 sec