Internasional

PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM

Saturday, 07 Desember 2019 | View : 116
Tags : Iran

JENEWA-SBN.

Unjuk rasa besar-besaran digelar di berbagai wilayah Iran pada 15 November lalu setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM hingga 200 persen.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut sedikitnya 7 ribu orang 'dilaporkan' ditangkap di Iran sejak unjuk rasa memprotes kenaikan BBM pecah bulan lalu. PBB menyerukan agar para demonstran yang ditahan secara sewenang-wenang itu segera dibebaskan.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (7/12/2019), kantor HAM PBB dalam pernyataannya mengakui pihaknya mendapatkan 'rekaman video terverifikasi' yang menunjukkan pasukan keamanan Iran menembaki para demonstran, dengan niat untuk membunuh.

Ditambahkan kantor HAM PBB bahwa pihaknya memiliki 'informasi yang menunjukkan sedikitnya 208 orang tewas' dalam unjuk rasa di Iran. Angka tersebut mendukung laporan yang sebelumnya disampaikan oleh Amnesty International.

Amnesty International melaporkan bahwa 208 orang tewas dalam unjuk rasa memprotes kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Iran bulan lalu.

"Ada juga laporan, yang belum berhasil diverifikasi oleh Kantor HAM PBB sejauh ini, yang menunjukkan bahwa jumlah korban tewas mencapai dua kali lipat dari itu," demikian pernyataan kantor HAM PBB.

Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Michelle Bachelet, menyatakan bahwa video yang didapatkan kantornya menunjukkan bagaimana 'tindak kekerasan parah dilakukan terhadap para demonstran'.

"Kami juga menerima rekaman yang tampaknya menunjukkan pasukan keamanan menembaki para demonstran yang tidak bersenjata dari belakang saat mereka melarikan diri, dan menembaki demonstran lainnya di wajah dan organ vital, dengan kata lain menembak untuk membunuh," sebut Michelle Bachelet.

Disebutkan juga bahwa material video tambahan menunjukkan 'anggota pasukan keamanan yang bersenjata melepas tembakan dari atap sebuah gedung Departemen Kehakiman' di kota Javanrud, sebelah Barat Teheran. Disebutkan bahwa video itu juga menunjukkan pasukan keamanan menembaki demonstran dari helikopter di Sadra, Provinsi Fars.

Unjuk rasa besar-besaran digelar di berbagai wilayah Iran pada 15 November lalu setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM hingga 200 persen. Unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan itu ditangkal otoritas Iran yang memutus akses internet secara total selama seminggu.

Otoritas Iran hingga kini belum mengumumkan angka resmi korban tewas maupun jumlah demonstran yang ditangkap dalam unjuk rasa tersebut.

Michelle Bachelet menyebut bahwa 'banyak demonstran yang ditangkap yang tidak memiliki akses ke pengacara' untuk membela mereka dalam persidangan. "Ada laporan soal kepadatan berlebihan dan kondisi buruk di pusat tahanan, di beberapa kota termasuk barak militer, arena olahraga dan sekolah-sekolah," imbuhnya.

"Saya mendorong otoritas (Iran-red) untuk segera membebaskan seluruh demonstran, yang secara sewenang-wenang telah dirampas kebebasannya, dari tahanan," tegas Michelle Bachelet dalam pernyataannya.

Terkait unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan, otoritas Iran menyalahkan para 'preman' yang disebut didukung oleh musuh-musuhnya, seperti AS, Israel dan Arab Saudi.

Unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan itu ditangkal otoritas Iran yang memutus akses internet secara total selama seminggu.

Otoritas Iran hingga kini belum mengumumkan angka resmi korban tewas dalam unjuk rasa tersebut.

Namun Amnesty International yang berkantor di London, Inggris pada Senin (2/12/2019) waktu setempat melaporkan bahwa 208 orang tewas dalam unjuk rasa kenaikan BBM di Iran.

"Jumlah orang yang diyakini tewas dalam unjuk rasa di Iran yang pecah pada 15 November telah bertambah menjadi sedikitnya 208 orang, berdasarkan pada laporan kredibel yang diterima organisasi," tegas Amnesty dalam pernyataan terbaru.

Sebelumnya Amnesty menyebut jumlah korban tewas mencapai 161 orang. Ditambahkan Amnesty bahwa jumlah korban tewas yang sebenarnya ada kemungkinan untuk bertambah lagi.

Beberapa waktu lalu, Iran mengecam laporan jumlah korban tewas yang dirilis oleh sumber-sumber asing, termasuk Amnesty International, sebagai 'kebohongan besar'.

Otoritas Iran memberi reaksi keras terhadap laporan Amnesty dengan menyebutnya sebagai 'bohong besar'.

"Saya secara tegas menyatakan bahwa jumlah dan angka yang disampaikan kelompok-kelompok keji adalah kebohongan besar dan statistiknya memiliki perbedaan serius dengan apa yang mereka umumkan," ucap juru bicara otoritas kehakiman Iran, Ghomlamhossein Esmaili, dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Selasa (3/12/2019).

"Mereka mengumumkan sejumlah angka juga sejumlah nama ... Jumlah yang diklaim oleh mereka merupakan kebohongan dan direkayasa," imbuhnya.

"Nama-nama yang mereka berikan juga bohong," ucapnya, sembari menyebut bahwa daftar itu itu termasuk orang yang masih hidup dan meninggal secara wajar, bukan karena unjuk rasa. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.376.628 Since: 05.03.13 | 0.2047 sec