Hukum

Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan

Saturday, 07 Desember 2019 | View : 83

JAKARTA-SBN.

Ditjen Bea Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berhasil menangkap basah upaya penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat Garuda yang baru didatangkan dari Prancis.

Setelah diselidiki, penyelundupan diduga melibatkan Direktur Utama (Dirut) PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara.

Direktur Utama (Dirut) PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara diduga menyelundupkan komponen Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat baru Garuda Indonesia.

Atas keterlibatan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir memutuskan untuk memecat Ari Askhara dari posisinya. Erick Thohir mengatakan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat Garuda tersebut cukup sistemik dan terencana. "Itu kan ya sudah skenario lah. Itu kan wilayahnya Menteri Keuangan dan Dirjen," beber Erick Thohir.

Polda Metro Jaya diminta berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terkait penanganan kasus dugaan penyelundupan komponen Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat baru Garuda Indonesia.

Polda Metro Jaya, bakal melakukan koordinasi dengan Ditjen Bea Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terkait skandal penyelundupan Harley Davidson dan dua sepeda Brompton menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Polda Metro Jaya mengatakan bakal berkoordinasi dengan Bea-Cukai. 

"Ini masih ditangani oleh teman-teman Bea Cukai dari unit penindakan, kita tunggu saja. Nanti kita akan koordinasi ke sana," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Yusri Yunus, Jumat (6/12/2019).

Nantinya, bisa saja terjadi penyerahan atau pelimpahan kasus dari Bea Cukai ke Polda Metro Jaya ataupun ke Polres Bandara Soekarno-Hatta.

"Gini, itu kan masih ditangani oleh Unit Penindakan Bea Cukai ya itukan baru kemarin (pengungkapan kasusnya). Nanti kita akan coba koordinasi ke sana ya," beber Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus, Jumat (6/12/2019).

Menyoal apa bentuk koordinasinya, Kombes Pol. Yusri Yunus menyampaikan, sesuai aturan yang ada di Bea Cukai. "Nanti kita bisa melihat, kan nanti diproses sesuai dengan aturan. Masih kita lihat aturannya seperti apa. Nanti koordinasi sesuai aturan di sana," ungkapnya.

Ihwal apakah kasusnya bisa masuk ke ranah pidana, Kombes Pol. Yusri Yunus belum bisa memastikannya. "Tunggu saja. Karena Bea Cukai yang menangkap sehingga masih didalami oleh unit penindakan Bea Cukai. Kita lihat nanti, kan ada aturannya, ada barang baru, barang bekas. Kita tunggu saja," katanya.

Sementara itu, Ditjen Bea-Cukai menyatakan kemungkinan tersebut tak tertutup. "Untuk case ini, memang sampai saat ini masih kita masih tangani, oleh PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) berdasarkan UU Kepabeanan. Namun tidak menutup kemungkinan juga, karena kita terus berkoordinasi," kata Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Direktorat Jenderal Bea-Cukai, Deni Surjantoro, saat dihubungi, Jumat (6/12/2019) malam.

"Dan juga dalam kerangka korwas itu memang tempatnya di teman kepolisian. Hal yang perlu dikoordinasi dengan kepolisian, akan kita koordinasikan. Tapi sampai saat ini masih mandiri," tambahnya.

Dia mengatakan Bea-Cukai terus berkomunikasi dengan penegak hukum seperti kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait penanganan kasus narkoba. Sebab, Bea-Cukai tidak punya kewenangan untuk menyidik kasus narkoba.

Namun, di luar narkoba, Bea-Cukai akan menangani kasus secara mandiri terlebih dahulu. Meski demikian, Deni mengatakan penanganan kasus oleh Bea-Cukai dilakukan hingga lanjut ke projustisia, termasuk menentukan tersangka dalam sebuah kasus pelanggaran kepabeanan.

"Pertama, kalau bicara kewenangan, misal narkoba, kita kan tidak punya kewenangan. Jadi kita limpahkan ke BNN dan kepolisian karena kita tidak berwenang menyidik. Untuk barang di luar narkoba, biasanya kita tangani dulu. Untuk bantuan dari aparat hukum lain, biasanya kita koordinasikan," pungkas dia. (det/bs/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.200.614 Since: 05.03.13 | 0.2249 sec