Hukum

Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru

Friday, 01 Nopember 2019 | View : 3541

JAKARTA-SBN.

Presiden RI terpilih periode 2019-2024, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" melantik Komjen Pol. Drs. Idham Azis, M.Si. sebagai Kapolri di Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Utara No.3, RT02/RW03, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019). Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut menggantikan Jenderal Polisi (Purn) Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. yang diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan Presiden Jokowi akan melakukan pelantikan Kapolri pada pagi ini di Istana Negara. "Ada [agenda pelantikan] jam 9 pagi ini," ucapnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (1/11/2019).

Dari dokumen undangan berkop Menteri Sekretariat Negara yang diperoleh awak media, agenda pelantikan Kapolri dilakukan pada pukul 09.30 WIB. "Mengharap dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu/Saudara pada acara pelantikan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Masa Jabatan Tahun 2019-2023 oleh Presiden Republik Indonesia," demikian bunyi surat tersebut.

Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. Idham Azis, M.Si. resmi menjabat sebagai Kapolri yang baru setelah Presiden RI Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" melantiknya di Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Utara No.3, RT02/RW03, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019).

Mantan Kapolres Metro Jakarta Barat itu, Jend. Pol. Drs. Idham Azis, M.Si. menggantikan Jenderal Purnawirawan (Jend. Pol.) Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. yang ditunjuk Kepala Negara Jokowi menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Kabinet Indonesia Maju.

Pengangkatan Idham Azis sebagai Kapolri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97 Tahun 2019 Tentang Pengangkatan Kepala Kepolisian RI. Keputusan Presiden ini mulai berlaku sejak saat pelantikan pejabat.

Kepala Negara Jokowi kemudian menanyakan kesediaan Idham Azis untuk diambil sumpahnya. Lulusan Akpol 1988 itu menyatakan bersedia.

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya pada bangsa dan negara," ucap mantan Kapolda Sulawesi Tengah tersebut, Idham Azis di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Pada kesempatan itu, Idham Azis juga naik pangkat menjadi Jenderal Polisi (Jend. Pol.). Setelah pembacaan keputusan presiden tentang kenaikan pangkat, Jokowi lantas mengganti tanda pangkat Idham Azis yang terpasang di pundak, dari bintang tiga menjadi bintang empat.

Pelantikan itu dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju, di antaranya Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan sejumlah pimpinan partai politik.

Sehari sebelumnya, Idham Azis resmi ditetapkan oleh DPR RI dalam rapat paripurna sebagai Kapolri. Hal itu dilakukan setelah Idham Azis usai lolos dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI. Tahap selanjutnya adalah pelantikan oleh Presiden.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, Idham Azis membeberkan tujuh program prioritas untuk memajukan Polri. Program tersebut merupakan penguatan Polri Promoter alias profesional, modern dan terpercaya.

Tujuh program tersebut pertama, mewujudkan SDM yang unggul. Kedua, pemantapan pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (harkamtibnas). Ketiga, penguatan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan. Keempat, pemantapan manajemen media. Kelima, penguatan sinergi polisi. Keenam, penataan kelembagaan, dan ketujuh penguatan pengawasan.

Setelah uji kelayakan dan kepatutan, Komisi III DPR RI menetapkan Idham Azis sebagai Kapolri. Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry menyatakan seluruh fraksi di Komisi III sudah menyetujui secara aklamasi Idham Azis menjadi Kapolri.

Setumpuk Pekerjaan Rumah (PR) telah menanti Komjen Idham Azis di kursi pucuk pimpinan Polri.

Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri tersebut, Idham Azis menyatakan akan segera menunjuk Kabareskrim yang baru ketika dirinya resmi menjabat Kapolri. "Saya nanti begitu dilantik, saya akan menunjuk Kabareskrim baru, dan saya beri dia waktu untuk segera mengungkap kasus itu," pungkas mantan Kabareskrim, Idham Azis di Jakarta.

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.183.087 Since: 05.03.13 | 0.2248 sec