Internasional

Menlu Inggris Ancam Iran

Sunday, 21 Juli 2019 | View : 44
Tags : Inggris, Iran

LONDON-SBN.

Inggris mengancam akan membalas tindakan Iran yang menyita kapal tanker Inggris.

"Akan ada "konsekuensi-konsekuensi"serius jika Iran tidak melepaskan kapal tanker berbendera Inggris yang disita di kawasan Teluk," ancam Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt.

Seperti dilaporkan BBC, Hunt menegaskan jika penyitaan itu tidak diselesaikan secara cepat akan ada konsekuensi-konsekuensi serius.

"Kami tidak mencari opsi militer, kami mencari cara diplomatic untuk menyelesaikan situasi ini. Namun, kami sangat jelas bahwa hal ini harus diselesaikan."

Peringatan itu mengemuka setelah kapal bernama Stena Impero itu disita oleh militer Iran pada Jumat (19/7/2019).

Stena Bulk, selaku perusahaan pemilik kapal, serta Northern Marine Management, sebagai pengelola kapal, mengonfirmasi bahwa Stena Impero didekati pada pukul 16.00 waktu Inggris ketika kapal tersebut berada di perairan internasional.

Menlu Inggris, Jeremy Hunt, mengatakan Stena Impero dikepung empat kapal dan sebuah helikopter.

Media Iran melaporkan Stena Impero disita oleh Garda Revolusioner Iran.

Kantor berita Tasnim mengutip Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran yang menyatakan: "Kami menerima sejumlah laporan bahwa kapal tanker Inggris, Stena Impero, menimbulkan sejumlah masalah. Kami meminta pasukan militer untuk mengawal kapal tanker ini menuju Pelabuhan Bandar Abbas untuk menjalani penyelidikan."

Kantor berita yang berafiliasi dengan Garda Revolusioner Iran itu menyebutkan Stena Impero disita karena melanggar tiga aturan: mematikan GPS; melalui gerbang keluar Selat Hormuz alih-alih gerbang masuk; dan mengabaikan peringatan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Iran dilaporkan menyita dua kapal tanker milik perusahaan Inggris di Selat Harmouz, kawasan Teluk Persia.

Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, mengatakan akan ada konsekuensi yang berat bagi Iran jika tidak membebaskan kapal Inggris. Namun Inggris tidak akan menempuh langkah militer.

"Kami tidak mencari opsi militer, kami mencari cara diplomatik untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, kami sangat menegaskan apa saja yang harus diselesaikan (dengan Iran, Red)," ujar Hunt.

Peringatan Hunt tersebut mengemuka setelah kapal bernama Stena Impero disita oleh militer Iran pada Jumat (19/7/2019). Stena Bulk, selaku perusahaan pemilik kapal, mengonfirmasi bahwa Stena Impero didekati oleh kapal militer Iran pada jumat sore waktu setempat.

"Kapal Stena Impero berlayar di kawasan yang diizinkan untuk jalur internasional, namun dikepung empat kapal dan sebuah helikopter," ujar Hunt.

Media Iran melaporkan Stena Impero disita oleh Garda Revolusioner Iran. Kantor berita Tasnim mengutip Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran, menyatakan bahwa mereka menahan kapal tanker Inggris, Stena Impero, karena mendapat laporan bahwa kapal tersebut menimbulkan masalah.

"Kami meminta pasukan militer untuk mengawal kapal tanker ini menuju Pelabuhan Bandar Abbas untuk meminta izin," bunyi pernyataan Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran. (bbc)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.670.078 Since: 05.03.13 | 0.1679 sec