Politik

Capres Konvensi Partai Demokrat Paparkan Konsep

Wednesday, 28 Agustus 2013 | View : 1034

JAKARTA-SBN.

Komite Konvensi penjaringan Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat akan memanggil calon peserta seleksi capres partai itu pada 27-28 Agustus 2013. Menurut Sekretaris Komite Konvensi, Suaidi Marasabessy, Komite akan berkenalan dan menjelaskan soal konvensi kepada calon peserta.

Selasa (27/8/2013), Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat mengundang empat kandidat, yakni Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, Jenderal TNI (Pur) Endriartono Sutarto, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman. "Telah dijadwalkan para calon peserta besok (Selasa) yang akan melaksanakan sesi prakonvensi adalah Anis Baswedan, Endriartono Sutarto, Hayono Isman, dan Irman Gusman di Wisma Kodel, Lantai 11, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta," jelas Juru Bicara Komite Konvensi Capres Partai Demokrat, Rully Charis, di Jakarta, Senin (26/8/2013).

Sisanya akan dijadwalkan pada Rabu (28/8/2013). Total calon peserta seleksi capres Partai Demokrat yang diundang Komite Konvensi sebanyak 15 orang.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, sudah diundang pada Sabtu (24/8/2013). Jadwal perkenalan dengan calon peserta seleksi capres Komite Konvensi dapat diperpanjang hingga Kamis (29/8/2013). "Dan penetapan peserta konvensi tetap dilaksanakan Jumat (30/8/2013)," tegas Rully Charis.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Endriartono Sutarto mengajukan tiga sasaran yang akan dicapainya bila terpilih sebagai pemenang Konvensi Partai Demokrat dan kemudian menjadi presiden Indonesia. "Pertama, perbaikan demokrasi. Kedua, penghapusan subsidi bahan bakar minyak (BBM) menjadi program konversi dengan memaksimalkan batu bara, gas, dan lainnya. Dan ketiga, menyangkut kehidupan petani dan nelayan. Kita negara agraria. Tidak wajar menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia," tegas Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto usai memenuhi panggilan Komite Konvensi Seleksi Calon Presiden Partai Demokrat, di Wisma Kodel, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2013).

“Partai-partai politik seharusnya membuka kesempatan selebar-lebarnya terhadap kader bangsa untuk menjadi calon presiden melalui mekanisme konvensi. Tidak seperti sekarang ini, banyak parpol yang hanya memberi kesempatan kepada orang yang mempunyai uang atau modal besar semata,” imbuh Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Endriartono Sutarto.

"Konvensi sebaiknya menjadi aturan yang diberlakukan bagi partai manapun yang itu berlaku di partai manapun untuk mencari siapa capresnya. Agar kader yang punya potensi dan kapabilitas mendapat kesempatan," terangnya lagi. Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Endriartono Sutarto juga menuturkan tidak akan maju melalui partai lain kalau kalah dalam konvensi tersebut. "Kalau kalah tidur saja. Tidur. Hahaha. Nggak (kalah), nanti kita lihat," ucap Jenderal (Purn) TNI Endriartono Sutarto.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman menawarkan empat misi dan visinya dalam membangun Indonesia ke depan, Pertama, membangun karakter bangsa yang bermartabat sebagai bangsa pejuang. Kedua, melanjutkan pembangunan nasional menuju Indonesia maju, sejahtera dan berdaya saing tinggi. Ketiga, memperkokoh pilar demokrasi yang mencerminkan nilai pancasila. Keempat, memperkuat dimensi keadilan yang bertumpu pada pelayanan publik.

Ditempat yang sama Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman mengapresiasi langkah Partai Demokrat melakukan konvensi untuk mencari pemimpin yang ideal dalam memimpin bangsa Indonesia di masa mendatang. “Melalui konvensi kita akan memperbaiki wajah demokrasi, khususnya di parpol dan mencari putra-putri terbaik kepemimpinan nasional," ujar Irman Gusman. Irman Gusman menambahkan, cara memilih pemimpin masa depan, bukan hanya sekedar populatritas, tapi juga pemahaman yang konprehensif terhadap persoalan bangsa. Konvensi ini akan memberi ruang kepada masyarakat untuk berpartisipasi memilih pemimpin masa depan. “Dengan pengalaman yang saya miliki, saya ingin membawa bangsa ini kearah yang lebih baik, maju, mandiri, berkesinambungan adil dan makmur,” sambung Irman Gusman.

Tokoh lain yang diundang Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat kemarin adalah Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan. Hari ini Komite Konvensi mengundang anggota BPK Ali Masykur Musa, Ketua DPR Marzuki Alie, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Mantan Kasad, Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Sarundajang.

Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mengatakan dari 16 nama calon, dia merasa satu platform dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. "Pak Mahfud memiliki cita-cita dan pendirian yang sama dengan saya," ucap Dahlan Iskan saat open house di Surabaya, Senin (26/8/2013).

Dahlan Iskan mengatakan setelah mengetahui namanya masuk bersama Mahfud MD menjadi peserta konvensi Partai Demokrat, dia langsung menghubungi Mahfud MD. Alasannya, Dahlan Iskan merasa tidak enak masuk sebagai peserta konvensi dalam satu partai. Dahlan Iskan dan Mahfud MD sudah sepakat untuk menjalani konvensi tersebut. "Siapa pun nanti yang lolos dalam konvensi, mereka berdua sudah sepakat untuk saling mendukung,” tegas Dahlan Iskan.

Dikatakan Dahlan Iskan, selama ini Mahfud MD menginginkan Indonesia jadi lebih bersih, hukum bisa lebih ditegakkan, dan rakyat bisa lebih makmur. "Sama dengan saya," kata Dahlan Iskan. Selain itu, kata Dahlan Iskan, Mahfud MD memunyai prinsip yang sama dengan dia, yaitu ‘mumpung pegang palu’. Artinya kurang lebih selama mereka memegang kekuasaan, sebaiknya kekuasaan itu dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat. "Jadi kita harus mengetokkan palu tersebut, jangan hanya dipegang," ujar dia.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, membantah telah diundang mengikuti konvensi Partai Demokrat. "Dipanggil saja belum, kok diundang. Dan menurut tata krama, (ditanya dulu) mau nggak," tutur Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di Pendapa Kabupaten Lumajang.

Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengaku belum memutuskan akan mengikuti konvensi calon presiden Partai Demokrat. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang merupakan mantan Ketua Umum Partai Golkar merasa tak etis berpaling ke partai lain. "Saya belum berpikir konvensi. Saya bekas ketua umum, jadi tidak berpikir keluar dari Golkar," tegas Jusuf Kalla di Gedung Rektorat Universitas Airlangga. (ant)

See Also

Sosialisasi Pilkada Jadi Tantangan KPU
Bawaslu RI Pastikan Pilkada Luber Dan Jurdil
Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.313.039 Since: 05.03.13 | 0.1712 sec