Hukum

KPK Kembali Periksa Kahar Muzakir

Tuesday, 27 Agustus 2013 | View : 1444

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Drs. Kahar Muzakir dalam kasus dugaan suap dalam pembahasan Perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 tentang Dana Pengikatan tahun jamak pembangunan venue menembak untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau.

Drs. Kahar Muzakir yang kali ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Riau Rusli Zainal mengaku ditanyai tim penyidik KPK seputar penganggaran PON Riau di DPR RI. “Pokoknya saya cuma ditanya penganggaran. Penganggaran PON tersebut cuma sampai di situ saja, tidak ada yang lain,” urai Kahar Muzakir usai diperiksa selama sekitar 10 jam di kantor, plaza Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/8/2013). 

Saat ditanya mengenai dugaan adanya aliran dana PON ke oknum-oknum anggota DPR RI, Kahar Muzakir mengaku tidak mengetahuinya. “Tidak ada itu. Pokoknya soal penganggaran itu aja. Surat-surat penganggaran apa saja, itu saja,” papar dia.

Begitu juga saat disinggung mengenai dugaan keterlibatan Bendahara Umum Partai Demokrat Setya Novanto. “Tidak ada urusan sama Setya Novanto ini. Urusannya dengan Pak Rusli Zainal,” tukas Kahar Muzakir.

Diketahui, adapun dugaan keterlibatan nama SN dan nama KM muncul dari kesaksian yang pernah diungkap oleh saksi sekaligus terdakwa dalam siding kasus korupsi PON Riau, mantan Kadispora Riau, Lukman Abbas, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, beberapa waktu yang lalu. Saat itu, Lukman Abbas menyatakan bahwa dua orang anggota DPR, yakni SN dan KM, telah menerima sejumlah uang untuk memuluskan permintaan bantuan PON dari dana APBN sebesar Rp 290 miliar. Lukman Abbas mengaku pernah menyerahkan sejumlah uang kepada ajudan Kahar Muzakir untuk memuluskan usulan penambahan anggaran PON ke pusat senilai Rp 290 miliar. Uang itu diserahkan beberapa tahap dengan jumlah mencapai US$ 1 juta. Penyerahan uang ini dilakukan setelah Gubernur Riau Rusli Zainal mengadakan pertemuan dengan Kahar Muzakir dan Setya Novanto di Gedung DPR RI Jakarta.

Terkait hal ini, KPK juga diketahui pernah menggeledah ruang kerja SN dan KM yang berada di Gedung DPR RI pada pertengahan Maret lalu. Di kedua ruangan itu, penyidik menduga ada berkas atau apa pun yang berkaitan dengan penyidikan kasus PON Riau maupun tersangkanya, R.Z.

Mengenai dugaan keterlibatan dua anggota DPR RI, yakni Drs. Kahar Muzakir (KM) dan Setya Novanto (S.N.), Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto belum menemukan indikasinya. "Sekarang ini belum ke mana-mana lagi, tapi mudah-mudahan dari Gubernur (R.Z.) ini akan ada informasi lebih lanjut," tandas Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. (id/sp/ant)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.445.445 Since: 05.03.13 | 1.8398 sec