Hukum

Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan

Saturday, 05 Januari 2019 | View : 16

MAGELANG-SBN.

Sejumlah kuburan di empat pemakaman di Kota Magelang, Jawa Tengah, dirusak oleh "orang tak dikenal" secara berturut-turut di antara saat malam Natal hingga malam Tahun Baru 2019. Ujungnya, puluhan nisan yang menandakan makam Kristen maupun Muslim hancur.

Ada belasan nisan berbentuk salib di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo Karet Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), tempat Suzzana ratu film horor Indonesia dimakamkan, dirusak pelaku misterius.

Salah satu kompleks pemakaman yang dirusak adalah TPU Giriloyo, tempat artis Suzanna dikebumikan. Pada Kamis (3/1/2019), terpantau makam Suzanna di blok J I yang adalah blok khusus makam Kristen dalam kondisi baik.

Nisan salib dari bahan kayu tercabut dari makam dengan posisi kayu yang sudah terbelah tidak berbentuk. Sementara nisan salib berbahan marmer hancur berkeping-keping berserak di sekitar makam. Bahkan, ada salah satu yang makamnya sampai dicongkel dari atas pusara, padahal terbuat dari beton.

Selang lima hari setelah itu, kejadian serupa terjadi di Pemakaman Segadoeng di Kampung Tidar Krajan, Tidar Utara, Kota Magelang. Makam ini biasa digunakan untuk warga Muslim maupun Kristen.

Berjarak sekitar 500 meter dari Pemakaman Segadoeng, kejadian serupa terulang. Di Pemakaman Kampung Kiringan, Tidar Utara, beberapa nisan juga dirusak. Perusakan diketahui warga pada Selasa (1/1/2019) pagi lalu.

Di pemakaman Kampung Kiringan ada delapan nisan yang dirusak, terdiri atas enam nisan Kristen dan dua nisan Muslim. Pola perusakan terlihat sama dengan kejadian di pemakaman lain.

Peristiwa terbaru, pada Rabu (2/1/2019) malam, perusakan terjadi pada Pemakaman Malangan, bersebelahan dengan kompleks Pemakaman Kampung Kiringan.

Berdasarkan penelusuran awak media, total ada 22 nisan yang dirusak di empat pemakaman yang berbeda.

Masing-masing di TPU Giriloyo ada 12 nisan (11 makam Kristen dan 1 makam muslim; di Pemakaman Segadoeng ada 1 makam Kristen; di Makam Kampung Kiringan ada 8 makam (6 makam Kristen dan 2 makam muslim); dan di Pemakaman Malangan ada 1 makam Kristen.

Rata-rata ke-19 makam Kristen yang dirusak adalah nisan salib. Tidak hanya dipatahkan, tapi dihancurkan berkeping-keping. Bagian yang dirusak adalah nisan berbentuk salib kayu. Kayu salib itu terbelah dan patah.

Sementara itu, makam Muslim yang dirusak adalah nisan yang dipatahkan.

Terkait kasus ini, Polres Magelang melakukan penyelidikan sambil mendata total makam yang dirusak secara misterius tersebut.

Pelaku perusakan 23 nisan di 4 pemakaman umum di Kota Magelang, akhirnya berhasil dibekuk polisi.

Polres Magelang Kota masih mendalami motif tersangka melakukan perusakan nisan. Penyidik belum bisa mengambil kesimpulan dari pemeriksaan terhadap tersangka, FKB (25 tahun), karena kondisi kejiwaannya dinilai labil akibat depresi.

Dari keterangan keluarga dan pengurus RT tempat tinggalnya, diketahui FKB pernah dirawat di RSJP dr Soerojo Kota Magelang.

"Dari keterangan ketua RT menyebutkan bahwa yang bersangkutan ini pernah menjadi pasien rawat jalan di RSJP dr Soerojo Kota Magelang," papar Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, kepada wartawan di MaPolres Magelang Kota, Jl. Alun-Alun Selatan No.7, Kemirirejo, Magelang Tengah, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (5/1/2019).

Untuk menguatkan, imbuh AKBP Kristanto Yoga Darmawan, petugas kepolisian juga langsung mendatangi RSJP dr Soerojo untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar-benar pernah menjadi pendaftar sebagai pasien di sana.

"Hasil dari sana ternyata dijelaskan oleh bagian administrasi di RSJP dr Soerojo bahwa yang bersangkutan berinisial FKB ini, usia 25 tahun, benar telah terdaftar dan terdata sebagai pasien rawat jalan serta menjalani opname terakhir pada bulan April tahun 2017," lanjut AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Selanjutnya dari keterangan tersebut, polisi mencocokkan keterangan saksi dari pihak keluarga memang betul bahwa yang bersangkutan ini menjalani pengobatan rawat jalan, terakhir April 2017 untuk selanjutnya dilakukan pengobatan alternatif di wilayah Kalibawang, Kulon Progo, DIY.

"Namun baru satu bulan menjalani, yang bersangkutan ini tidak kerasan sehingga balik ke rumah dan sampailah pada kejadian-kejadian (perusakan nisan) yang kemarin," ujarnya. 

Namun, dipastikan FKB adalah pelaku tunggal.

"Motif dari tersangka (melakukan perusakan) ini masih kita dalami. Kita tidak bisa mengambil banyak kesimpulan dari pernyataan tersangka karena kondisi kejiwaan tersangka ini disinyalir mengalami depresi," kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, saat jumpa pres di MaPolres Magelang Kota, Jl. Alun-Alun Selatan No.7, Kemirirejo, Magelang Tengah, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (5/1/2019).

Kondisi depresi yang dialami tersangka tersebut disimpulkan penyidik dari hasil pemeriksaan awal dan dari data-data yang dihimpun dari pihak keluarga maupun dari RSJP dr Soerojo, tempat tersangka pernah menjalani perawatan.

"Insyaallah besok atau mungkin hari ini secepatnya nanti akan berkoordinasi dengan pihak RSJ untuk dilakukan observasi terhadap tersangka. Untuk segera menentukan, apakah betul mengalami masalah kejiwaan atau tidak," lanjut Kapolres.

Saat ditanya perihal kondisi kejiwaan yang seperti tersebut tersangka dimanfaatkan kelompok atau orang lain, Kapolres mengatakan, bahwa tersangka adalah pelaku tunggal perusakan 23 nisan di 4 makam umum yang berada di Kota Magelang.

"Kita menyatakan bahwa pelaku perusakan atau tersangka berinisial FKB ini adalah pelaku tunggal. Jadi, kita tidak bisa mengaitkan, apakah dipengaruhi kelompok lain dan sebagainya," terang dia.

Menyinggung perihal tersangka yang pernah dirawat di RSJ dengan status tersangka yang ditetapkan sekarang, Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan penyidikan kasusnya tetap dilanjutkan.

"Yang akan mengakses apakah itu batal demi hukum atau tidak karena berkaitan masalah kejiwaan bukan pihak kami. Tapi pihak dari Kejaksaan dan Pengadilan," tandas AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

"Yang jelas sampai dengan saat ini tersangka dikenakan Pasal 406 KUHP dan atau 179 KUHP. Dengan ancaman hukuman masing-masing di Pasal 406, lamanya 2 tahun 8 bulan dan Pasal 179 lamanya 1 tahun 4 bulan," tegasnya. (det/sua/jos/tir)

See Also

LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.074.283 Since: 05.03.13 | 0.3187 sec