Hukum

KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka

Thursday, 27 Desember 2018 | View : 38

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT. Rohde and Schwarz Indonesia, Erwin Sya'af Arief sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Kasus yang menjerat Erwin Sya'af Arief ini merupakan pengembangan dari kasus serupa yang telah menjerat enam orang, termasuk Direktur Utama (Dirut) PT. Merial Esa, Fahmi Darmawansyah; Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi, dan mantan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) Fayakhun Andriadi.

"Setelah melakukan proses pengumpulan informasi, data dan mencermati fakta persidangan, KPK membuka penyelidikan baru dalam kasus tersebut. KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan dan menetapkan lagi seorang sebagai tersangka," kata Jubir KPK, Febri Diansyah dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling No.K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

Dalam kasus ini, Erwin Sya'af Arief diduga membantu Fahmi untuk memberikan suap kepada Fayakhun Andriadi terkait proses pembahasan dan pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Bakamla dalam APBN Perubahan tahun 2016. Jumlah uang suap yang diterima Fayakhun dari Fahmi, yakni sebesar US$ 911.480 atau sekitar Rp 12 miliar yang dikirim dengan empat tahap pemberian melalui rekening di Singapura dan Guangzhou, China.

"ESY (Erwin Sya'af Arief) diduga bertindak sebagai perantara antara Fahmi dan Fayakhun dengan mengirimkan rekening yang digunakan untuk menerima suap dan mengirimkan bukti transfer dari Fahmi ke Fayakhun," beber Febri Diansyah.

Uang suap ini diberikan kepada Fayakhun Andriadi sebagai fee atas penambahan anggaran untuk Bakamla pada APBN-P 2016 sebesar Rp 1,5 triliun. Fayakhun Andriadi berperan mengawal agar pengusulan APBN-P Bakamla disetujui DPR RI.

Sementara itu, Erwin Sya'af Arief berkepentingan dalam suap kepada Fayakhun Andriadi untuk memuluskan anggaran ini karena PT. Rohde and Schwarz merupakan penyuplai Bakamla dalam pengadaan satelit monitoring.

"Diduga kepentingan ESY membantu adalah apabila dana APBN-P untuk Bakamla disetujui, maka akan ada yang dianggarkan untuk pengadaan satelit monitoring yang akan dibeli dari PT. Rohde and Schwarz Indonesia dan ESY adalah Managing Director," lanjut Febri Diansyah.

Dengan menetapkan Erwin Sya'af Arief sebagai tersangka, KPK sejauh ini telah menjerat tujuh orang sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di Bakamla. Enam orang lainnya telah divonis bersalah.

Eko Susilo Hadi dihukum 4 tahun 3 bulan pidana penjara dan denda Rp 200 juta, Fahmi Darmawansyah dihukum 2 tahun 8 bulan pidana penjara dan denda Rp 150 juta, Kabiro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan dihukum 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 200 juta.

Dua anak buah Fahmi, yakni M. Adami Okta dan Hardy Stefanus dihukum masing-masing 1 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 100 juta.

Fayakhun Andriadi dihukum 8 tahun pidana penjara dan denda Rp 1 miliar serta hak politiknya dicabut selama 5 tahun setelah menjalani masa hukuman pokok.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan masih memburu mantan staf khusus Kepala Bakamla, Ali Fahmi alias Ali Habsyi. Pencarian terhadap mantan politikus PDIP tersebut terkait penyidikan kasus suap pengurusan anggaran proyek Bakamla.

"Sudah kami panggil beberapa kali tidak datang dan ketika kami cek ke lokasi tempat yang bersangkutan berada itu tidak ada. KPK juga lakukan proses pencarian karena kami masih butuh pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dalam penyidikan," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling No.K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyatakan, pencarian terhadap Ali Fahmi yang disebut sebagai inisiator suap proyek Bakamla bakal terus dilakukan. Apalagi, saat ini, KPK telah mengembangkan kasus suap penulisan anggaran proyek Bakamla dengan menjerat Managing Director PT. Rohde and Schwarz Indonesia, Erwin Sya'af Arief sebagai tersangka.

"Tentu karena penyidikan ini juga masih berjalan kami masih akan melaukan proses pencarian," tegasnya.

Nama Ali Fahmi kerap disebut dalam berbagai persidangan perkara dugaan korupsi penganggaran dan pengadaan proyek Bakamla. Bahkan, Ali Fahmi disebut sebagai inisiator kasus ini.

Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Jakarta beberapa waktu lalu, Direktur Utama (Dirut) PT. Merial Esa Fahmi Darmawansyah mengakui pernah memberikan kepada Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi. Uang tersebut diduga telah disalurkan Ali Fahmi kepada sejumlah anggota DPR RI untuk meloloskan anggaran proyek Bakamla ini.‎ (sp/jos)

See Also

LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.219.660 Since: 05.03.13 | 0.3107 sec