Hukum

Kasus SKK Migas, SGT Akan Ungkap Informasi

Tuesday, 27 Agustus 2013 | View : 1298

JAKARTA-SBN.

Tersangka SGT (Simon) siap mengungkap perusahaan lain yang terlibat dalam kasus dugaan suap mantan Kepala SKK Migas R. “Simon berpesan kepada saya agar KPK secara objektif menyikapi perkara ini. Jangan terlalu Kernel Oil yang diserang, tapi juga perusahaan lain juga yang terlibat,” tutur kuasa hukum Junimart Girsang di plaza Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (26/8/2013).

Junimart Girsang menyebutkan lima hari menjelang Idul Fitri kliennya diminta Direktur Kernel Oil Pte. Ltd. Widodo Ratanachaithong untuk menyerahkan uang US$ 300 ribu kepada Deviardi. “Pemberian pertama adalah murni uang dari Kernel Oil Indonesia yang dipakai sementara, menunggu uang Kernel Oil Singapura,” ucap Junimart Girsang. “Pemberian uang dugaan suap kedua kepada R. sebesar US$ 400.000 merupakan uang transfer langsung dari Singapura kepada Simon melalui Bank Mandiri untuk diserahkan kepada Deviardi,” urai Junimart Girsang. “Pada Rabu (21/8/2013), uang sejumlah US$ 700 ribu merupakan uang titipan Deviardi di Singapura kepada Widodo karena Deviardi sulit membawa uang dolar AS dalam jumlah besar ke Indonesia,” terang Junimart Girsang.

“Pak Widodo mengatakan OK, tapi akan ditransfer melalui orang Pak Widodo, kesepakatan itu dilakukan pada 20 Juli 2013,” ujar Junimart Girsang tentang proses transfer langsung dari Widodo ke Deviardi secara langsung.

Kuasa hukum PT. Kernel Oil Private Limited (KOPL), Yanuar Wasesa, SGT merasa telah menjadi korban dan diperalat untuk mengirim atau tepatnya memindahkan uang yang diperoleh tersangka Deviardi di Singapura untuk bisa dia ambil di Jakarta. Dibeberkan Yanuar Wasesa, pada tanggal 20 Juli 2013, Deviardi alias Ardi telah memperoleh dana tersebut dari seseorang bernisial B.T. sebanyak US$ 700 ribu yang terdiri dari pecahan 100 dollar, dalam sebuah tas batik. “Uang itu diserahkan ke Widodo Ratanachaitong (Direktur KOPL Singapura) di Hotel Fullerton, Singapura, kemudian memintanya untuk disimpan karena tidak akan ada masalah dan meminta dengan sangat agar membantunya," ungkap Yanuar Wasesa. “Widodo Ratanachaitong tanpa curiga dan melihat uang tersebut diperoleh dari bank resmi terlihat dari pengikat dan cap bank, beriktikad baik membantu Ardi,” beber Yanuar Wasesa. “Selanjutnya yang menjadi pertanyaan, siapa backing oknum bernisial B.T.? Tentu dibutuhkan waktu dan langkah yang berani untuk mengungkap," cetus Yanuar Wasesa. Yanuar Wasesa menegaskan pihaknya akan kooperatif dan bersedia membantu KPK dalam rangka menuntaskan kasus ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan suap terkait kegiatan hulu migas di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Diyakini, petinggi perusahaan Kernel Oil Private Limited, SGT, bukanlah satu-satunya pemberi suap kepada Kepala SKK Migas nonaktif, R. Demikian diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.

KPK meyakini uang dugaan suap untuk mantan Kepala SKK Migas R. yang ditemukan pada penggeledahan di sejumlah tempat bukan berasal dari SGT. “Dari uang-uang inilah, KPK menduga tersangka R. ini juga menerima pemberian dari pihak lain. Tapi kesimpulan siapa pemberi itu belum ada dan sekarang masih didalami,” jelas Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo.

Menurut Bambang Widjojanto, dari hasil penggeledahan yang dilakukan penyidik di beberapa tempat hingga Sabtu (16/8/2013) silam, KPK menduga uang US$ 90 ribu dan SIN$ 127 ribu yang ditemukan di rumah dinas R serta US$ 200.000 dan SIN$ 60 ribu di kantor SKK Migas merupakan pemberian dari pihak lain. “Dalam operasi penggeledahan KPK, ditemukan banyak uang yang perlu diklarifikasi dan dikonfirmasi. Apakah itu dari SGT atau dari pihak lain. Saya tidak ingin mendahului penyidik, tapi terbuka peluang uang itu (pemberian) dari pihak lainnya," beber Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat ditemui di kantornya, Kamis (22/8/2013).

Mengenai dugaan keterlibatan Direktur Kernel Oil Private Limited Singapura, Widodo Ratanachaithong, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengaku pihaknya belum menemukan indikasi itu. Namun, pihaknya akan terus berupaya mendalami setiap transaksi yang dilakukan antara Kernel Oil dan Rudi Rubiandini. "Salah satunya pemeriksaan pihak Bank Indonesia (BI) kemarin (Satrio Pamungkas). Karena hampir semua transaksi itu kan dikontrol oleh BI, jadi ada record-nya di sana. Nah kita ingin tahu juga tentang itu," jelas Bambang Widjojanto.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto menyatakan bahwa tim penyidik KPK juga masih mempelajari temuan uang US$ 200 ribu dalam tas hitam yang ditemukan di ruang kerja Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM), Waryono Karyo. Kecurigaan sementara, uang tersebut bukan bagian dari dana operasional lembaga karena berbentuk mata uang asing. Kecurigaan KPK ini membuat kepentingan memeriksa pemilik ruangan menjadi sebuah hal yang perlu dilakukan. "Siapa pun yang diduga bisa memberikan informasi dan mengklarifikasi agar kualitas penyidikan ini bisa lebih baik pasti akan diperiksa," tukas Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. 

Lebih lanjut, meski telah memblokir aset-aset R., Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima Laporan Hasil Analisa (LHA) mengenai transaksi keuangan yang mencurigakan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). "Saya belum terima (LHA). Tapi memang biasanya PPATK sudah membuat analisis mengenai itu (transaksi). Kita tunggu saja," pungkas Bambang Widjojanto. (ant/kj/sp/id)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.177.543 Since: 05.03.13 | 0.2781 sec