Agama & Masyarakat

Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung

Tuesday, 25 Desember 2018 | View : 59

JAKARTA-SBN.

Kapolri yang mulai menjabat sejak 13 Juli 2016, Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Prof. Dr. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengunjungi Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) di Reformed Millennium Center Indonesia (RMCI), Jl. Industri Raya Kav. No.1, RW010, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Utara, Senin (24/12/2018) malam.

Mantan Kasat Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya periode 1999-2000 tersebut, Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Tito Karnavian mengatakan, tidak ada aksi sweeping dari pihak tertentu di malam Natal 2018.

Sebelumnya, mantan Koorsespri Kapolda Metro Jaya periode 2002-2003 ini, Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Tito Karnavian sempat mengunjungi Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Paulus, Jakarta, Senin (24/12/2018) malam.

Ia mengapresiasi kondusifnya malam Natal, tanpa ada ancaman dari pihak tertentu. Mantan Kapolres Serang Polda Banten pada tahun 2005 ini, Jend. Pol. Tito Karnavian menyebutkan, belum ada laporan ancaman keamanan berarti di malam Natal.

"Sampai saat ini tidak ada sweeping-sweeping tidak ada," tegas mantan Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya periode 2000-2002.

Mantan Kadenses 88/AT Bareskrim Polri pada 2009-2010, Jend. Pol. Tito Karnavian menyebut, aksi sweeping di malam Natal pernah terjadi di 2016. Insiden itu terjadi di Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Mantan Kapolda Metro Jaya masa jabatan 12 Juni 2015-16 Maret 2016 ini berharap semua pihak menjaga ketenangan serta kedamaian bagi seluruh masyarakat.

"Kita datang untuk menjamin misa aman lancar," tegas mantan Kaden 88 Anti Teror Polda Metro Jaya pada 2004-2005, Jend. Pol. Tito Karnavian yang juga didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Sedangkan, di GRII Kemayoran itu, Kapolri bercerita tentang insiden sweeping yang pernah terjadi saat ibadah kebaktian di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Institut Teknologi Bandung, Jl. Tamansari No.73, Lb. Siliwangi, Coblong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar). 

Mantan Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya periode 1987-1991 tersebut, Jend. Pol. Tito Karnavian menceritakan, peristiwa itu terjadi Desember 2016 silam. Saat itu Pendeta DR. Stephen Tong tengah memimpin jalannya ibadah. Pendeta DR. Stephen Tong sendiri merupakan pendiri GRII.

"Di 2016 saya dengan Panglima TNI saat itu, Pak Gatot, ke sini, tapi jujur saya datang ke sini saat itu dalam rangka penasaran. Karena beberapa waktu sebelum natal di Bandung, di Gedebage, Bapak Pendeta Stephen Tong sedang melaksanakan misa, terjadi sweeping," tutur mantan Kapolda Papua tersebut di GRII, Jalan Industri Raya Kav. No.1, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Utara, Senin (24/12/2018).

"Saya turun langsung ke Bandung, kita evaluasi. Tegas saya sampaikan ke jajaran kepolisian di sana bahwa tugas kepolisian menjaga menjamin bahwa setiap warga negara sesuai konstitusi mendapat hak dan jaminan dari negara untuk menjalankan untuk menjalankan ibadah," tandas mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu.

Pasca kejadian itu, mantan Kapolsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya periode 1996-1997 itu, Jend. Pol. Tito Karnavian ingin memastikan ibadah-ibadah lain yang salah satunya diisi oleh Pendeta Stephen Tong berjalan dengan damai. Untuk itulah, setiap misa Natal di Gereja Reformed Injil Indonesia, Kapolri Jend. Pol. Tito Karnavian dan Panglima TNI datang ke lokasi.

"Malam ini, kita datang untuk yakinkan lagi bahwa misa diselenggarakan di tempat ini, yang saya kira salah satu yang terbesar di Jakarta, saya bisik ke Panglima, kita perlu datang ke Kemayoran untuk pastikan misa aman," ucap mantan WaKapolsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya periode 1991-1992, Jend. Pol. Tito Karnavian.

Selain itu, mantan Kasat Serse Tipiter Reserse Polda Sulsel tahun 2002 ini pun memastikan tidak ada gangguan kemanan misa natal se Indonesia. "Seluruh misa, tidak ada insiden. Masih berlangsung, semoga tidak ada kegiatan sampai tahun baru untuk itu kita terus kerjasama (TNI Polri)," tegas mantan WaKapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya, Jend. Pol. Tito Karnavian.

Seperti dikabarkan sebelumnya, ormas keagamaan yang mendatangi dan meminta penyelenggaraan ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Gedung Sabuga, Bandung, dipindah. Polisi mengatakan tidak ada insiden pemukulan dan perusakan dalam kejadian itu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. mengatakan acara kebaktian itu dilakukan dua kali. Yang pertama Selasa (6/12/2016) sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

"Pada kegiatan pertama berlangsung lancar, damai dan tidak ada insiden apapun," kata mantan Kapolres Klaten Polda Jateng, Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. di Mabes Polri Jalan Trunojoyo No.3, RT02/RW01, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Masalah mulai muncul ketika kebaktian kedua yang digelar pada pukul 19.00 WIB malam. Sekelompok massa yang mengatasnamakan Pembela Ahlussunnah dan Dewan Dakwah Indonesia dengan membawa sekitar 300 orang memprotes kegiatan itu.

Namun, sebelum terjadi insiden, jajaran Polrestabes Bandung melakukan mediasi dengan pihak gereja dan pihak ormas.

"Hasil mediasi dicapai kesepakatan kegiatan kebaktian malam itu dihentikan karena ada beberapa syarat administratif yang belum dipenuhi dan sudah sepakat akan dilanjutkan di hari mendatang dengan syarat yang sudah lengkap," papar mantan WaKapolres Banyumas Polda Jateng pada tahun 2008.

"Untuk malam hari bukan dibubarkan tapi dihentikan karena tidak dipenuhinya beberapa syarat," sambungnya.

Mantan Kabagpenum Divhumas Polri pada tahun 2015, Kombes Pol. Rikwanto mengaku belum mendapat informasi syarat-syarat administrasi yang belum dipenuhi itu. Namun, ditegaskannya, tidak ada insiden pemukulan atau perusakan dalam kejadian itu.

"Dalam prosesnya tidak ada insiden, tak ada pukul-pukulan, pengerusakan, mereka sudah sepakat tidak ada permasalahan selanjutnya," ujar mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya pada tahun 2012.

Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Reny Marthaliana menyatakan hal senada.

Berikut kronologi acara kebaktian Natal di Gedung Sabuga yang tidak dilanjutkan versi polisi yang disampaikan Kompol Reny Marthaliana.

Selasa 6 Desember 2016

Pukul 07.30 WIB:
- Apel pratugas di Mapolrestabes yang dipimpin Kabagops Polrestabes Bandung
- Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto bersama Kasat Intelkam dan Kasat Narkoba berkoordinasi dengan Kesbanglinmas Kota Bandung dan panitia KKR untuk mencari solusi terbaik

Pukul 10.00 WIB:
- Pasukan sudah insert di Sabuga, namun acara belum mulai, baru ada beberapa orang panitia. Sementara koordinasi masih terus berlanjut.

Pukul 11.00 WIB:
- Didapat informasi bahwa panitia sepakat akan melaksanakan KKR hanya untuk session pertama khusus untuk anak sekolah. Sedangkan session kedua dialihkan ke GII (Gereja Injil Indonesia), namun tidak disetujui oleh panitia lain. Akhirnya disepakati bahwa untuk seession kedua DITIADAKAN

Pukul 13.00 WIB:
- Datang sekitar 75 orang massa gabungan dari PAS dan DDI Bandung, melakukan orasi di depan jalan menuju Sabuga, situasi kondusif.

Pukul 14.00 WIB:
- Panitia naik ke tempat orasi menyampaikan kesepakatan bahwa pukul 15.00 WIB acara selesai dan akan membubarkan diri.

Pukul 15.30 WIB:
- Jemaah anak sekolah sudah bubar, namun panitia masih ada di lokasi, akhirnya dari ormas meminta untuk melihat langsung ke dalam gedung, dan disepakati dikasih waktu 30 menit untuk membereskan.

Pukul 17.00 WIB:
- Ormas datang lagi dan disepakati bahwa akan membubarkan diri, dan perwakilan ormas diminta untuk menjelaskan kepada pendeta Stephen Tong. Namun ketika perwakilan ormas menunggu kedatangan pendeta, dari dalam ruangan terdengar suara nyanyian kebaktian, sehingga perwakilan ormas meminta kegiatan dihentikan.

Pukul 17.30 WIB:
- Disepakati perwakilan ormas untuk bertemu Pendeta, namun masih koordinasi.

Pukul 18.30 WIB:
-Selesai salat magrib dilaksanakan pertemuan perwakilan ormas, Kapolrestabes, Dandim, panitia dengan pendeta. 

Pukul 20.00 WIB:
- Diperoleh kesepakatan bahwa pendeta akan menjelaskan situasi kepada jemaah diberi waktu selama 10 menit. Namun dalam pelaksanaannya sampai 15 menit karena ditambah doa dan nyanyian, sehingga ormas meminta dihentikan. Kapolrestabes mengambil alih situasi dan menghentikan kegiatan.

Pukul 20.30 WIB:
- Kegiatan selesai dan jemaah maupun ormas berangsur membubarkan diri dengan tertib.

Sementara itu pihak panitia enggan memberikan komentar kepada wartawan berkaitan dengan persoalan tersebut. Ratusan umat Kristen yang sudah terlanjur datang, sempat melakukan doa bersama di area Gedung Sabuga. Pendeta Stephen Tong didaulat menyampaikan keterangan kepada jemaatnya.

Pdt. Stephen Tong meminta jemaatnya tetap tenang. "Nanti ada tim yang mempelajari. Jangan kecewa," pungkas Pdt. Stephen Tong di lokasi pada Selasa (6/12/2016) malam itu. (ant/det)

See Also

MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
Istri Bung Tomo Wafat
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.222.025 Since: 05.03.13 | 0.2159 sec