Hukum

Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara

Friday, 21 Desember 2018 | View : 38

JAKARTA-SBN.

Mahkamah Agung (MA) menganulir vonis lepas atas Alfian Tanjung dengan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara. Alfian Tanjung dinyatakan terbukti menyebarkan kebencian dengan menyebut 'PDIP 85 persen isinya kader PKI'.

Kasus bermula saat ia membuat cuitan 'PDIP 85% isinya kader PKI' di akun Twitter-nya pada awal 2018. PDIP tidak terima dan melaporkan kasus itu ke ranah hukum.

Dalam dakwaannya, Jaksa menyebut kalimat cuitan dari akun Twitter Alfian mempunyai makna provokatif yang dapat membangkitkan rasa marah dan kebencian terhadap PDIP.

Pada 30 Mei 2018, PN Jakarta Pusat melepaskan Alfian Tanjung. Alfian Tanjung divonis lepas terkait kasus ujaran kebencian lewat cuitan 'PDIP 85% isinya kader PKI' di akun Twitter. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membebaskannya dari tuntutan Jaksa yaitu 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Menurut Majelis PN Jakpus. perbuatan terdakwa hanya copy-paste media untuk di-posting akun media sosialnya. Cuitan Alfian di Twitter yang menyebut 'PDIP 85% isinya kader PKI' hanyalah menyalin dan menempel (copy-paste) dari media.

Terdakwa kasus ujaran kebencian, Alfian Tanjung, terlepas dari tuntutan hukum. Teriakan takbir menggema di ruang sidang. Di antara pekik takbir, satu-dua pendukung Alfian turut meneriakkan jargon yang tengah panas serta kontroversial '2019 Ganti Presiden'. Alfian pun menyebut vonis terhadapnya merupakan titik balik bagi masyarakat Indonesia mendukung pemimpin yang anti-PKI yaitu dengan memilih mengganti presiden dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Menyusul kemudian isak tangis dari keluarga Alfian Tanjung. Haru biru menular pula menjadi pelukan di antara Alfian sekeluarga.

Meski divonis lepas, Alfian tetap berada di dalam tahanan. Sebab, Alfian sebelumnya telah dihukum pidana penjara selama 2 tahun pada tahun lalu, terkait dengan ujaran kebencian pula. Alfian masih harus menghuni selnya untuk menuntaskan hukuman 2 tahun penjara dalam kasus ujaran kebencian sebelumnya. "Iya (Alfian masih menjalani vonis 2 tahun sebelumnya). Kalau di sini tidak ditahan walaupun jaksa banding, tapi tidak ditahan," kata kuasa hukum Alfian Tanjung, Abdullah Alkatiri, kepada wartawan, Rabu (30/5/2018).

Namun, Abdullah Alkatiri mengaku sedang mengajukan kasasi atas vonis 2 tahun tersebut. Sebelumnya, banding yang diajukannya sudah ditolak Pengadilan Tinggi Jawa Timur. "Karena banding putusan pengadilan tinggi ditolak ya kita kasasi. Kita optimislah," ucapnya.

Tidak terima, Jaksa mengajukan kasasi. Gayung bersambut. MA mengabulkan permohonan tersebut. "Kabul," demikian lansir website MA, Kamis (20/12/2018).

Perkara nomor 1940 K/PID.SUS/2018 itu diadili oleh ketua majelis Sri Murwahyuni, dengan anggota MD Pasaribu dan Eddy Army. Putusan itu diketok pada 12 November 2018.

"Menyatakan terdakwa Drs. Alfian, M.Pd., alias Alfian Tanjung telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 tahun dan pidana denda Rp 100 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 1 bulan," ujar Majelis Hakim.

Dengan vonis di atas, maka total hukuman yang harus dijalani Alfian Tanjung, yaitu selama 4 tahun penjara dari dua kasus.

Vonis pertama terkait dengan pidatonya di Masjid Mujahidin, Surabaya. Vonis 2 tahun Alfian itu berawal dari ceramahnya di Masjid Mujahidin, Surabaya, yang isinya dinilai mengandung ujaran kebencian. 

Dalam ceramahnya itu, ia menyebut Teten Masduki sebagai antek PKI. Alfian Tanjung menyebut Teten Masduki sebagai komunis. 

Alfian pun dipolisikan dan ditahan atas ceramahnya itu. Tetapi, dalam persidangan, Alfian sempat bebas karena hakim sependapat dengan eksepsi Alfian.

Hakim membatalkan surat dakwaan Alfian serta meminta jaksa membebaskan Alfian, yang saat itu ditahan di Rutan Medaeng, Surabaya. Namun saat itu status hukum Alfian masih tersangka.

Namun, belum genap 24 jam menghirup udara bebas, pada hari yang sama Alfian kembali ditahan. Ia diterbangkan dari Surabaya ke Jakarta dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Kali ini, Alfian dijerat terkait kasus pelaporan cuitan di Twitter 'PDIP 85% isinya kader PKI'.

Di sisi lain, Jaksa dalam kasus yang pertama memperbaiki dakwaannya dan kembali melimpahkannya ke pengadilan. Sidang bergulir dan Alfian divonis 2 tahun penjara pada 13 Desember 2017 di Pengadilan Negeri Surabaya.

Sedangkan untuk kasus keduanya terkait cuitan tentang PKI, Alfian divonis lepas pada Rabu (30/5/2018) ini. Alfian bebas dari tuntutan Jaksa, yaitu hukuman penjara 3 tahun dan denda Rp 100 juta.

Bahkan pihak Istana Kepresidenan juga dituding kerap menggelar rapat soal PKI setiap pukul 20.00 WIB sejak Mei 2016.

Saat ini Alfian Tanjung sedang menghuni LP Porong untuk menjalani proses pidana kasus pertamanya. (det)

See Also

LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.219.662 Since: 05.03.13 | 0.2199 sec