Hukum

Kepala SKK Migas Nonaktif Mengaku Tidak Tahu Ada Uang Dalam Tas Golf

Tuesday, 27 Agustus 2013 | View : 720

JAKARTA-SBN

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R). mengaku tidak mengetahui adanya uang yang disimpan di dalam tas golf dan kemudian disita KPK. "Saya tidak tahu ada uang di dalam tas golf. Dia (Deviardi) datang ke rumah saya hanya sebatas untuk mengobrol," ujar R. saat ditemui wartawan di ruang tatap muka Rumah Tahanan KPK Jakarta, Senin (26/8/2013).

Saat sedang mengobrol dengan Deviardi di dalam rumahnya pada Selasa (13/8/2013) malam itulah, lanjutnya, tiba-tiba KPK datang. "Ketika dia (Deviardi) di dalam rumah, KPK sudah langsung ada di depan pintu," tuturnya. 

Menurut Kepala SKK Migas nonaktif, R., yang saat itu ditemui, ditemani istri dan anaknya, dirinya tidak menerima uang itu. "Saya ini tidak pernah korupsi, tidak pernah memeras orang atau meminta uang. Saya tidak ikut mengurus proyek dan ini tidak ada kaitannya sama proyek juga," ucap dia lagi.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, R. juga mengatakan, dua-tiga bulan sebelum penangkapan, dirinya menerima ancaman, termasuk aksi demonstrasi, yang akan mendongkelnya dari SKK Migas. "Saya berusaha membenahi industri dengan penerimaan ke negara Rp 450 triliun setiap tahun. Tentunya banyak yang merasa terganggu dengan apa yang saya lakukan. Saya dihantam kiri, kanan, depan, belakang, dalam," papar dia lagi.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, R. menambahkan dirinya jatuh bukan di medan perang, tetapi oleh orang-orang yang berada di sampingnya. "Saya berjuang sendiri, bekerja dari setengah enam pagi sampai tengah malam, tapi tidak berarti apa-apa karena kasus ini," urai dia lagi. 

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, R. juga mengatakan dirinya tidak mengenal tersangka lain, SGT. "Saya hanya kenal dengan orang Kernel Oil yang di Singapura. Mereka suka konsultasi hal-hal teknis terkait dengan minyak," jelas dia. 

Menurut mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, R., pertemuannya dengan Kernel Oil di Singapura tidak terkait proyek, tapi murni soal teknis yang kebetulan waktunya hampir bersamaan. "Tidak ada omongan soal (uang) itu," sambungnya.

Menurut mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, R. melanjutkan, sejauh ini, dirinya belum pernah diperiksa sebagai tersangka, hanya sebagai saksi. Menurut Kepala SKK Migas nonaktif, KPK memiliki waktu empat bulan untuk melakukan penyelidikan kasus tersebut. Setelah kasusnya selesai, R. akan tetap menyumbangkan profesionalisme di asosiasi atau dunia pendidikan. "Saya akan menyumbangkan ilmu saya untuk kebaikan negeri ini," pungkasnya. (ant/jp)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.177.554 Since: 05.03.13 | 0.2127 sec