Hukum

KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith

Wednesday, 19 Desember 2018 | View : 50

JAKARTA-SBN.

Seorang laki-laki yang diidentifikasi sebagai Assayid Bahar bin Smith alias Bahar (35 tahun) ditahan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap anak. Bahar bin Smith ditahan Selasa (18/12/2018) kemarin berdasarkan laporan dari pihak korban. Bahar bin Smith dilaporkan ke Polres Bogor atas dugaan secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau penganiayaan dan/atau melakukan kekerasan terhadap anak, dengan nomor laporan LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res Bgr tertanggal 5 Desember 2018.

Penganiayaan dilakukan terhadap terduga korban berinisial MHU (17 tahun) dan ABJ (18 tahun), diduga terjadi di sebuah pesantren, Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), pada Sabtu (1/12/2018). Mereka dianiaya karena mengaku sebagai Habib Bahar bin Smith dan temannya sesama Habib. Pasca-dianiaya, kedua remaja itu telah dibawa berobat oleh polisi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri Tk.1 R. Said Sukanto Kramat Jati, Jl. RS Polri No.18, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk perbuatan Bahar bin Smith. Retno mengatakan pihaknya menyesalkan dan mengutuk keras terjadinya dugaan penganiayaan atau kekerasan fisik yang dilakukan oleh pelaku. Apalagi, kata Retno, terjadi penjemputan paksa korban dari rumahnya dan kemudian mengalami penyiksaan selama beberapa jam. "KPAI tentu saja menyesalkan dan mengutuk keras terjadinya dugaan penganiayaan atau kekerasan fisik yang dilakukan oleh HBS. Apalagi terjadi penjemputan paksa korban dari rumahnya dan kemudian mengalami penyiksaan selama beberapa jam," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam siaran pers tertulis, Rabu (19/12/2018).

KPAI mengapresiasi keberanian orang tua korban melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian. "KPAI mengapresiasi keberanian orangtua korban melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian," kata Retno dalam keterangannya, Rabu (19/12/2018).

Komisioner KPAI, Retno Listyarti menegaskan siapa pun tidak boleh melakukan kekerasan dan main hakim sendiri dengan alasan dan tujuan apa pun dan terhadap siapa pun. "Siapa pun tidak boleh melakukan kekerasan dan main hakim sendiri dengan alasan dan tujuan apa pun dan terhadap siapa pun," tambah Retno. Apalagi, Bahar disebut-sebut sebagai seorang Ustadz dan pimpinan pondok pesantren. "Apalagi ini seorang yang dianggap Ustadz dan pimpinan ponpes terhadap anak," ujarnya.

"Negara ini adalah negara hukum, jika bersalah, dilaporkan ke pihak berwajib, bukan dihakimi sendiri," ungkap dia.

Salah satu korban, sambung Retno, masih dalam usia anak. Menurut dia, seberapa pun kesalahan seorang anak, yang bersangkitan wajib diberi kesempatan memperbaiki diri, bukan malah dianiaya. Dia beranggapan, seorang yang dikenal atau mengaku sebagai ulama mestinya bisa menjadi model dan contoh yang baik bagi anak-anak didik dan jemaahnya.

KPAI mengapresiasi Kepolisian yang sudah bergerak cepat dan menahan Bahar bin Smith. "KPAI mengapresiasi Kepolisian yang sudah bergerak cepat dan sudah menahan terduga pelaku. Polisi tidak boleh kalah dengan tekanan pihak tertentu, hukum harus ditegakkan," tandasnya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengapresiasi kerja cepat kepolisian untuk menegakkan hukum dalam kasus penganiayaan anak yang diduga dilakukan oleh seorang laki-laki yang diidentifikasi sebagai Assayid Bahar bin Smith alias Bahar.

Demi tegaknya hukum, kata Retno, polisi tak boleh kalah oleh pihak mana pun. Untuk itu, lanjut Retno, KPAI mendorong pihak kepolisian, untuk menuntaskan penyelidikan kasus ini. KPAI akan melakukan pengawasan terhadap pihak kepolisian dan memastikan penggunaan UU Perlindungan Anak mengingat salah satu Korban masih usia anak.

"KPAI mendorong anak korban wajib mendapatkan rehabilitasi medis dari Dinas Kesehatan dan rehabilitasi psikologis dari Dinas PPA/P2TP2A setempat. Nanti KPAI akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk anak korban mendapatkan hak-haknya, terutama rehabilitasi medis dan psikis," pungkasnya. (det/bs/tri)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.280.573 Since: 05.03.13 | 0.2825 sec