Hukum

KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI

Wednesday, 19 Desember 2018 | View : 87

JAKARTA-SBN.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) digelar pada Selasa (18/12/2018).

KPK menyita uang Rp 300 juta dan kartu ATM berisi uang sekitar Rp 100 juta.

Lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang miliaran rupiah dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Selasa (18/12/2018).

Diduga, uang tersebut terkait dengan kickback atas dana hibah dari Kemenpora kepada KONI yang membuat para pihak tersebut diringkus. Diduga ada fee kickback dana hibah Kemenpora ke KONI. Pemberian fee diduga dilakukan pada setiap penyaluran dana hibah.

"KPK mengamankan uang miliaran rupiah yang diduga terkait dengan perkara ini," kata Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

Tak hanya uang, jumlah pihak yang diamankan pun bertambah dari sebelumnya sembilan orang menjadi 12 orang yang dibekuk tim Satgas. 12 orang itu terdiri dari unsur Kemenpora dan KONI. Sebelumnya, ada 9 orang yang diamankan termasuk pengurus KONI.

"Posisi mereka sedang di Gedung KPK dalam proses pemeriksaan secara intensif," beber Juru Bicara KPK tersebut.

Febri Diansyah berjanji bakal membeberkan lebih jauh mengenai perkara ini dalam konferensi pers.

Konferensi pers akan dilakukan malam ini. Perkembangan OTT termasuk status hukum perkara dan orang-orangnya akan disampaikan nanti saat konferensi pers tersebut," katanya.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, dari pemeriksaan awal terungkap total dana yang dihibahkan Kempora kepada KONI berjumlah puluhan miliar dengan penyaluran secara bertahap. KPK menduga, pejabat Kempora mendapat fee dari KONI setiap dana hibah disalurkan.

"Ada presentase setiap pencairan kickback-nya berapa itu ada," katanya.

Agus Rahardjo memastikan pihaknya bakal mengembangkan kasus ini. Salah satunya dengan mendalami dana hibah yang disalurkan Kemenpora kepada pihak lainnya, termasuk kepada Indonesian Olympic Commuter (IOC) atau Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

"Kalau kami lihat Kemenpora, pasti bukan hanya dana hibah ke KONI, ada juga yang ke IOC," katanya.

Tidak hanya itu, Agus Rahardjo mengatakan, tak tertutup kemungkinan pihaknya juga bakal mendalami penggunaan dana untuk kegiatan Asian Games 2018. Meski demikian, Agus Rahardjo menekankan pimpinan KPK bakal mendengarkan pemaparan tim penyidik dalam gelar perkara.

"Kami bisa meng-trace juga misalkan dana Asian Games jadi kami akan menelusuri itu. Kami belum bisa melaporkan secara komplit. Secara jelas. Nanti malam kita akan konpers," pungkasnya.

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, Presiden dan Wapres karena beberapa pejabat di Kemenpora terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

"Tentu kita semua sangat prihatin terkejut dan kecewa atas kejadian yang menimpa semalam terhadap Deputi IV dan beberapa staf kedeputian," kata Imam Nahrawi di kantornya, Jl. Gerbang Pemuda No.3, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2018).

"Karenanya atas nama Kemenpora, saya mohon maaf yang sebesarnya-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia, kepada bapak Presiden, bapak Wakil Presiden, dan seluruh atlet olahragawan, serta pemuda Indonesia atas peristiwa yang terjadi semalam di kantor kami," sambungnya.

Imam Nahrawi menegaskan pihaknya akan terus mendukung penanganan kasus korupsi yang dilakukan KPK.

"Kemenpora akan terus mendukung sepenuhnya langkah-langkah KPK dalam pemberantasan korupsi karena semangat olahraga adalah semangat yang sportif, fairness, dan menjunjung tinggi kejujuran," ujar Menpora.

Terkait OTT KPK, Imam Nahrawi akan menunggu penjelasan resmi dari KPK. Termasuk soal kasus dugaan fee kickback hibah Kemenpora ke KONI.

"Dan tentu berikutnya, sekali lagi, saya selaku pimpinan tak henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh jajaran Kemenpora untuk patuh secara prosedural dan ketentuan yang berlaku," pungkasnya.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.381 Since: 05.03.13 | 0.2199 sec