Hukum

Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto

Tuesday, 23 Oktober 2018 | View : 43

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang Rp 862 juta dari terpidana kasus korupsi e-KTP. yang adalah mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Karya) masa jabatan 17 Mei 2016-13 Desember 2017, Drs. Setya Novanto, Ak.

Tim Jaksa Eksekusi Unit Kerja Pengelola Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampas uang sebesar Rp 862 juta milik mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Drs. Setya Novanto, Ak. Perampasan ini dilakukan dengan pemindahbukuan dari rekening Setya Novanto ke rekening KPK.

"Tim Jaksa Eksekusi Unit Kerja Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK telah melakukan pemindahbukuan kembali uang di tabungan Setya Novanto sebesar Rp 862 juta dari PT. Bank CIMB Niaga di Kantor Cabang Daan Mogot ke rekening bendahara penerima KPK di Bank Mandiri," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

"KPK telah melakukan pemindahbukuan kembali uang di tabungan Setya Novanto sebesar Rp 862 juta dari Bank CIMB Niaga ke rekening Bendahara Penerima KPK di Bank Mandiri," kata Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (23/10/2018).

Uang disita sebagai bagian dari cicilan uang pengganti. Perampasan uang tersebut merupakan bagian dari pembayaran uang pengganti sebesar US$ 7,3 juta yang merupakan hukuman tambahan terhadap Setnov, sapaan Novanto dalam perkara korupsi proyek e-KTP.

Kata Febri Diansyah, uang tersebut merupakan bagian dari cicilan pembayaran uang pengganti yang dilakukan oleh Setya Novanto.

KPK masih menunggu pelunasan dari Setya Novanto. Diketahui, Pengadilan Tipikor Jakarta mewajibkan mantan Ketua DPR RI itu membayar uang pengganti sebesar US$ 7,3 juta.

Dalam perkembangannya, Setya Novanto sudah melunasi denda Rp 500 juta. Sedangkan terkait pembayaran uang pengganti, Setya Novanto sejauh ini pernah mengembalikan uang titipan senilai Rp 5 miliar ke KPK, kemudian mencicil sebesar US$ 100 ribu, dan ditambah penyitaan KPK pada rekeningnya senilai Rp 1.116.624.197.

Sejauh ini, Setya Novanto sudah tiga kali mencicil uang pengganti. Pertama sebesar Rp 5 miliar, US$ 100.000, serta Rp 1,1 miliar.

Jaksa Eksekusi KPK, sebelumnya, juga telah melakukan pemindahbukuan dari rekening Setya Novanto di Bank Mandiri ke rekening KPK sekitar Rp 1,1 miliar untuk kepentingan pembayaran uang pengganti tersebut.

Namun pembayaran itu belum cukup melunasi hukuman uang penggantinya.

Selain itu, KPK juga menunggu hasil penjualan rumah yang sempat disampaikan isteri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor. Setya Novanto dan keluarganya berencana menjual rumah di kawasan Cipete untuk mencicil uang pengganti, namun hingga kini belum terealisasi.

"KPK juga menunggu informasi rencana penjualan salah satu rumah SN seperti yang disampaikan oleh isteri yang bersangkutan sebelumnya," ucap Febri Diansyah.

Diketahui, Setya Novanto telah dieksekusi Jaksa Eksekutor KPK ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat pada Jumat (4/5/2018). Eksekusi ini dilakukan lantaran KPK dan Setya Novanto memutuskan tidak banding atas putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang menjatuhkan vonis 15 tahun pidana penjara terhadap terdakwa perkara korupsi proyek e-KTP.

Setya Novanto dinyatakan bersalah melakukan korupsi dari proyek e-KTP dan telah divonis 15 tahun penjara serta ditambah denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan ditambah pembayaran uang pengganti US$ 7,3 juta dolar atau sekitar Rp 111 miliar dengan kurs Rp 15.211. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 15 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap Setya Novanto.

Sebelum divonis 15 tahun penjara, Setya Novanto sempat mengajukan diri sebagai Justice Collaborator namun permohonan itu ditolak oleh KPK. 

Tak hanya itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar US$ 7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan kepada KPK sebesar Rp 5 miliar subsider 2 tahun pidana penjara, dan pidana tambahan lainnya berupa pencabutan hak politik Setya Novanto selama 5 tahun setelah menjalani pidana pokok. Hak politik mantan Ketua DPR RI tersebut dicabut selama 5 tahun. (cnn/det/sp)

See Also

Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.962.673 Since: 05.03.13 | 0.2717 sec