Hukum

KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham

Thursday, 20 September 2018 | View : 54

JAKARTA-SBN.

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golongan Karya (Golkar) Dr. Drs. M. Idrus Marham, M.Sc. nampaknya bakal lebih lama mendekam di sel tahanan Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

Tim penyidik KPK memutuskan memperpanjang masa penahananan tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 tersebut. Idrus Marham merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

"Penyidik hari ini memperpanjang penahanan terhadap tersangka IM (Idrus Marham)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Dikatakan, penahanan Idrus Marham diperpanjang selama 30 hari ke depan terhitung sejak 20 September 2018. Dengan demikian, mantan Menteri Sosial itu bakal mendekam di sel tahanan setidaknya hingga 29 Oktober 2018.

"Perpanjangan penahanan selama 30 hari mulai 20 September 2018 sampai dengan 29 Oktober 2018," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Rabu (19/9/2018).

Sebelumnya, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau. KPK juga menetapkan seorang pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo, yang diduga menjadi pihak pemberi suap.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan Eni Maulani Saragih, mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

Menurut dugaan KPK, Eni Maulani Saragih menerima suap total sebesar Rp 4,8 miliar yang merupakan komitmen fee 2,5 persen dari nilai kontrak proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt itu.

KPK menduga suap diberikan agar proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1 berjalan mulus.

Dalam pengembangan, KPK juga menetapkan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham sebagai tersangka.

Johannes Budisutrisno Kotjo diduga telah memberikan hadiah atau janji kepada Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham agar perusahaannya dapat turut menggarap proyek PLTU Riau-1.

Mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 tersebut, Idrus Marham diduga mengetahui dan menyetujui pemberian suap kepada Eni Maulani Saragih. Selain itu, Idrus Marham diduga dijanjikan US$ 1,5 juta oleh Johannes Budisutrisno Kotjo. (kom/bs)

See Also

Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.962.668 Since: 05.03.13 | 0.3152 sec