Internasional

Najib Razak Ditahan SPRM

Wednesday, 19 September 2018 | View : 280

KUALA LUMPUR-SBN.

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato' Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak atau lebih dikenal dengan nama Najib Razak akhirnya resmi ditangkap Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) yang adalah lembaga Komisi Anti-Korupsi Malaysia atau Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) pada Rabu (19/9/2018) sore sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Penangkapan oleh KPK Malaysia itu dilakukan jelang sidang pembacaan dakwaan terhadap Najib terkait penyelidikan mega korupsi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB. Sidang akan dilaksanakan pada Kamis (20/9/2018) pukul 15.00 waktu setempat, demikian seperti dikutip Channel News Asia, Rabu (19/9/2018).

Mantan PM Malaysia tersebut, Najib Razak diperkirakan akan menghadapi dakwaan berdasarkan Pasal 23 (1) Undang-Undang Anti Korupsi Malaysia 2009 (MACC Act 2009) atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan.

Pihak KPK Malaysia mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kepolisian Diraja Malaysia untuk mencatat pernyataan Najib Razak sebelum dia dibawa ke pengadilan pada hari Kamis (20/9/2018).

"Pencatatan itu juga dilakukan untuk membantu penyelidikan Kepolisian yang menginvestigasi Najib dengan dgaan pasal dalam Undang-Undang Anti Pencucian Uang, Pendanaan Anti-Terorisme dan Hasil dari Kegiatan yang Tidak Sah 2001 (AMLA Act 2001)," tambah MACC.

Sebelumnya, pada Senin (10/9/2018), Najib Razak merilis dokumen untuk mendukung klaimnya bahwa dana kontroversial senilai 2,6 miliar ringgit atau sekitar Rp 9,3 trilun yang disetorkan ke rekening banknya adalah sumbangan dari royalti Arab Saudi bukan hasil rasuah dari 1MDB.

Dia menambahkan bahwa dia akan mengungkapkan lebih banyak detail dalam pemeriksaan mendatang.

Mantan PM Malaysia itu, Najib Razak juga menghadapi tujuh dakwaan kriminal terkait dugaan menerima aliran dana dari anak perusahaan 1MDB, SRC International sebesar 42 juta ringgit. Tujuh dakwaan itu terdiri dari: tiga pelanggaran pidana atas tuduhan pelanggaran kepercayaan publik, tiga untuk pencucian uang dan satu untuk penyalahgunaan kekuasaan.

Mantan PM Malaysia itu telah mempertahankan ketidakbersalahannya dan mengatakan persidangannya pada Februari 2019 nanti adalah "kesempatan terbaik" baginya untuk membersihkan namanya.

Pengadilan Tinggi Malaysia akan memulai sidang vonis terhadap mantan Perdana Menteri Najib Razak atas kasus megakorupsi 1MDB pada 2019 mendatang.

Tanggal detail persidangan meliputi; 18-28 Februari, 4-8 Maret, dan 11-15 Maret tahun depan. Total persidangan akan berlangsung selama 19 hari. Demikian seperti dikutip dari The Star Malaysia, Rabu (4 /7/2018). (channelnewsasia/thestarmalaysia)

See Also

Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.796.033 Since: 05.03.13 | 0.1447 sec