Internasional

Mantan PM Malaysia Ditahan

Wednesday, 19 September 2018 | View : 301

KUALA LUMPUR-SBN.

Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) yang adalah lembaga Komisi Anti-Korupsi Malaysia akhirnya resmi menangkap dan menahan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato' Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak atau lebih dikenal dengan nama Najib Razak pada hari Rabu (19/9/2018) petang sebagai tersangka dalam kasus pencucian uang lembaga keuangan pemerintah 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

"Komisi Anti-Korupsi Malaysia telah menahan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sehubungan dengan kasus yang menarik perhatian masyarakat dan negara lain, yaitu kasus 1MDB yang terkait dengan transfer uang 2,6 miliar ringgit atau sekitar Rp 9,3 triliun ke rekening pribadinya," kata komisi dalam pernyataan resminya yang diterima CNBC.

Komisi akan bekerjasama dengan Kepolisian Malaysia untuk memeriksa Najib Razak pada hari Kamis (20/9/2018) pagi sebelum dia disidang di Mahkamah Kuala Lumpur pada sore harinya.

Mantan PM Malaysia tersebut, Najib Razak sudah pernah ditangkap dan disidang pada awal Juli lalu karena kasus yang sama. Saat itu, dia mengaku tidak bersalah atas tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan dan satu tuduhan penyalahgunaan kekuasaan terkait transaksi mencurigakan dari SRC International, bekas unit 1MDB, ke rekening pribadinya.

Namun, dana yang diduga mengalir dari SRC International ke rekening pribadi Najib hanyalah sebagian dari jumlah total yang diduga disalahgunakan dari 1MDB. Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengatakan lebih dari US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 66,9 triliun disedot dari 1MDB.

SRC adalah fokus awal dari para penyidik Malaysia karena semua transaksi mencurigakan yang melibatkan perusahaan itu dilakukan lewat entitas Malaysia. Lain halnya dengan transaksi lain terkait 1MDB yang dilakukan melalui berbagai bank dan perusahaan asing.

Sejak kekalahan mengejutkannya dalam pemilu Malaysia bulan Mei lalu, Najib Razak telah dilarang oleh pemerintah untuk meninggalkan negara itu, ditanyai oleh komisi antikorupsi, dan rumah miliknya serta keluarganya telah digeledah terkait korupsi 1MDB.

Didirikan oleh Najib Razak pada 2009, kasus 1MDB saat ini sedang diselidiki di enam negara atas dugaan pencucian uang dan penyuapan. (cnbc)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.401.819 Since: 05.03.13 | 0.2197 sec