Politik

SBY Minta Dino Dan Dahlan Ikut Konvensi Capres Demokrat

Monday, 26 Agustus 2013 | View : 902

JAKARTA-SBN.

“Setelah 30 Agustus 2013 nama-nama peserta diumumkan, konvensi capres akan diluncurkan ke publik pada 15 September 2013 sekaligus menandai dimulainya proses penjaringan tersebut,” tutur Juru Bicara Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Rully Charis. Selama tujuh bulan berikutnya, para peserta akan mulai berkampanye sebelum akhir April 2014 pemenang konvensi capres Partai Demokrat diumumkan. “Mereka akan mulai lakukan kampanye, dan kita harap mereka aktif karena akan ada dua kali survei," jelas Rully Charis ketika dihubungi, semalam, Ahad (25/8/2013). 

Hingga saat ini, Komite Konvensi Capres Partai Demokrat enggan mengumumkan secara resmi siapa saja yang diundang untuk menyampaikan visi dan misinya di depan Komite Konvensi. Namun, nama-nama yang beredar di media massa di antaranya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mantan Panglima TNI, Endriartono Sutarto, Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, dan Ketua DPR, Irman Gusman. Selain itu, ada nama-nama seperti Ketua DPR, Marzuki Alie, mantan Kasad, Pramono Edhie Wibowo, Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang, Meneg BUMN, Dahlan Iskan, Dubes RI untuk AS, Dino Patti Djalal, Gubernur Jatim, Soekarwo, Rektor Universitas Paramadina, Anis Baswedan, Bupati Kutai Timur, Isran Noor, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, Wakil Presiden Boediono, dan mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla. 

Sejumlah nama yang ikut serta pada Konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat mengaku disuruh Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kepala Negara SBY secara pribadi menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh untuk ditawari kesempatan mengikuti konvensi partai Demokrat yang dipimpinnya itu pada September tahun 2013 mendatang.

Disebut-sebut, terdapat sejumlah nama yang diundang Kepala Negara SBY untuk bertarung memperebutkan tiket sebagai Capres Demokrat pada Pilpres 2014. Selain Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, terdapat nama-nama seperti Menteri BUMN Dahlan Iskan, Dubes RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, dan Ketua DPR RI Marzuki Alie. Selain itu, nama lainnya yang diundang Presiden SBY adalah Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, anggota DPR RI Hayono Isman, Ketua DPD RI Irman Gusman, Bupati Kutai Timur Isran Noor, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud M.D, mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Setelah memanggil Dino Patti Djalal pada Sabtu (24/8/2013), hari ini Komite Konvensi Capres Partai Demokrat tidak melakukan wawancara dengan calon peserta konvensi. Agenda yang dilakukan Komite Konvensi Capres Partai Demokrat adalah melakukan inventarisasi undangan yang telah diterima oleh para calon peserta dan membuat jadwal urut-urutan wawancara. Proses wawancara akan dilakukan pada Selasa dan Rabu ini, dan setiap harinya Komite akan mewawancarai tujuh calon peserta. "Kelima belasnya menyatakan bersedia. Tinggal penjadwalan saja. Sebagian besar seperti yang sering muncul disebutkan di media. Ada juga yang belum (muncul)," ungkap Rully Charis.

Setelah diluncurkan, para peserta akan berkampanye. Komite Konvensi Capres Partai Demokrat, Rully Charis katakan, hanya akan memfasilitasi kemunculan para calon berupa pemaparan visi misi di salah satu stasiun televisi. Selain itu, mereka akan difasilitasi dalam bentuk wawancara satu per satu. "Itu akan berakhir Desember tahun 2013," imbuh dia. Sambil berjalan, peserta juga dipersilakan berkampanye dengan cara masing-masing dan biaya sendiri.

Setelah tahapan itu berakhir, pada Januari hingga April tahun 2014, Komite Konvensi Capres Partai Demokrat akan memfasilitasi debat publik sebanyak dua kali. "Di luar itu, kalau ada pihak luar yang akan adakan debat publik, kita persilakan, tapi kita tidak fasilitasi biayanya," sambung Rully Charis. Pada masa itu, para calon juga bisa terus melakukan kampanye. Calon didorong untuk aktif berkampanye karena survei akan dilakukan dua kali. Survei pertama digelar Desember tahun 2013 untuk melihat kecenderungan masyarakat, dan survei kedua dilakukan April tahun 2014. Survei April ini, menurut Rully Charis, yang menjadi pegangan dalam menetapkan pemenang konvensi. Setelah itu, akhir April akan didapatkan pemenang konvensi.

Sejauh ini, Komite Konvensi Capres Partai Demokrat belum menentukan lembaga survei yang akan dipercaya. Tengah digodok nama-nama lembaga survei, dan akan dipilih minimal dua lembaga survei dan maksimal tiga. Guna menjaga kepercayaan atas hasil survei yang dilakukan, komite juga akan membentuk Dewan Survei Komite. Dewan itu, dijelaskan Rully Charis, akan terdiri dari para ahli statistik, ahli survei, serta akademisi yang bertugas mengawal kesahihan hasil survei. Lembaga survei nantinya harus menjelaskan metodologi yang diambil, bagaimana pengujiannya, pengolahan data, serta bagaimana menarik kesimpulan. "Mereka full independen. Kita percayakan pengujian itu pada mereka," pungkas Rully Charis. 

Sekretaris Komite Konvensi Capres Partai Demokrat, Suaidy Marasabessy mengaku masih ada lagi sejumlah nama yang akan diundang untuk ikut Konvensi Calon Presiden partai berlambang mercy tersebut. “Semua anggota komite memiliki tugas untuk memberikan undangan kepada beberapa calon peserta,” ujar Suaidy Marasabessy kepada wartawan di Wisma Kodel, Jakarta, Ahad (25/8/2013). Suaidy Marasabessy mengatakan mendapatkan tugas dari Kepala Negara SBY untuk mengundang mantan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Endriartono Sutarto. 

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan siap maju sebagai calon presiden melalui konvensi Partai Demokrat. Gita Wirjawan mengatakan keikutsertaannya pada konvensi Capres partai Demokrat bukan soal siapa yang menang atau kalah, namun lebih menitikberatkan pada kriteria kepemimpinan Indonesia masa depan. Ke depan, bangsa ini akan memasuki era globalisasi yang serba internasionalisasi. “Karena itulah dibutuhkan pemimpin yang benar-benar memiliki kriteria seperti harapan semuanya, salah satunya harus berjiwa nasionalisme,” tukas Gita Wirjawan.

Menteri BUMN, Dahlan Iskan ketika berada di Denpasar, Bali, Ahad (25/8/2013) mengaku sulit menolak tawaran yang disampaikan Partai Demokrat kepadanya untuk mengikuti konvensi Capres. “Kalau Partai Demokrat serius dan menghendaki saya, saya oke. Tidak bisa menghindar,” ucap Dahlan Iskan di Denpasar. 

Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai Partai Demokrat adalah partai tengah yang kuat sehingga dapat dijadikan sebagai kendaraan politik menuju Pilpres 2014. “Ini blak-blakan saja. Saya punya satu pemikiran bahwa Indonesia perlu partai tengah yang kuat. Nah, saya menganggap Demokrat partai tengah, maka sejak tahun 2004 dan tahun 2009 saya membantu Pak Susilo Bambang Yudhoyono, tanpa mempunyai kepentingan apa pun, kecuali saya ingin ada partai tengah yang kuat,” papar Dahlan Iskan. 

Senada dengan Dahlan Iskan, Dubes RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal mengungkapkan keinginannya menjadi peserta konvensi sebab pintu menuju ke arah kompetisi terbuka lebar baginya untuk ikut serta. “Karena pintunya terbuka jadi saya ikut. Sejujurnya itu dimulai ketika ada panggilan dari perwakilan Demokrat untuk turut serta konvensi,” jelas Dino Patti Djalal seperti diberitakan Antara, Sabtu (24/8/2013). Dino Patti Djalal yang pernah menjabat sebagai Juru Bicara Presiden Bidang Hubungan Luar Negeri mengaku dia mulai mempertimbangkan untuk berpartisipasi sejak menerima panggilan ikut serta pada konvensi. Di sisi lain, Dino Patti Djalal menilai bahwa tahun 2014, Indonesia akan mengalami suatu momen penting, di mana bakal terjadi regenerasi kepemimpinan. “Saya tidak boleh menutup mata jika masyarakat kini memiliki rasa skeptis yang tinggi terhadap politik. Saya juga menyadari ada risiko yang harus diambil jika beralih dari dunia diplomat ke politik,” terang Dino Patti Djalal. Sebagai politikus, Dino Patti Djalal berharap nantinya dapat menampilkan sesuatu yang baru kepada publik baik wajah dan profil baru yang cocok dengan apa yang diinginkan masyarakat. “Saya tidak mau asal pindah ke dunia politik. Kalau pindah ke dunia politik, istri saya selalu mengingatkan agar menjadi politikus yang baik,” tegas Dubes RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal. (antara)

See Also

Sosialisasi Pilkada Jadi Tantangan KPU
Bawaslu RI Pastikan Pilkada Luber Dan Jurdil
Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.313.047 Since: 05.03.13 | 0.1748 sec