Hukum

Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap

Tuesday, 18 September 2018 | View : 19

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang ratusan juta Rupiah di kasus korupsi massal DPRD Sumatera Utara (Sumut). KPK kembali menerima pengembalian uang suap terkait perkara yang menjerat mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho. Uang senilai jutaan rupiah itu disita dari salah satu tersangka yang merupakan anggota DPRD Sumut.

"Penyidik kemarin menyita uang sebesar Rp 200 juta dari salah satu tersangka Anggota DPRD Sumut," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (18/9/2018).

Namun, Febri Diansyah tidak menyebut nama tersangka yang mengembalikan duit itu. Untuk hari ini, KPK memeriksa 6 orang berkaitan dengan perkara tersebut.

Kasus suap DPRD Sumatera Utara ini menyebabkan 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 jadi tersangka. Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho senilai Rp 300-350 juta per orangnya.

Dalam kasus ini, KPK menduga 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 menerima uang dari Gatot Pujo Nugroho ketika menjabat Gubernur Sumut. Besaran duit yang diterima Rp 300-350 juta. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 38 tersangka. Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari Gatot terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015.

Dalam perkara ini, ada 21 orang yang sudah ditahan KPK, salah satunya Musdalifah. KPK kembali menahan tiga orang tersangka dugaan suap anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) 2009-2014, Musdalifah. Sehingga total ada 21 tersangka yang sudah ditahan.

Musdalifah menjadi tersangka ke-19 yang ditahan KPK. Dia akan ditahan selama 20 hari ke depan. "Ditahan 20 hari pertama di Rutan Polres Jaktim," kata Kabiro Humas Febri Diansyah KPK kepada wartawan, Senin (27/8/2018).

Musdalifah bungkam saat keluar dari Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, Musdalifah hanya tersenyum sambil masuk ke mobil tahanan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, KPK menangkap Musdalifah setelah 2 kali mangkir dari panggilan KPK. Dia diringkus di Medan. "KPK melakukan penangkapan terhadap satu orang tersangka mantan Anggota DPRD Sumut, MDH (Musdalifah) pada pukul 17.30 WIB, Minggu (26/8) di Medan. Dalam proses penangkapan sempat terjadi perlawanan terhadap penyidik yang bertugas," ucap Febri Diansyah.

Selain itu ada dua orang lain yang akan ditahan lagi yakni Rahmianna Delima Pulungan dan DTM Abdul Hasan Maturidi. Rahmianna akan ditahan di Rutan Cabang KPK di Kav K-4, sementara Abdul Hasan ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Rahmianna Delima Pulungan keluar dari Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan dengan mengenakan rompi oranye pada pukul 17.30 WIB.

Sementara itu, DTM Abdul Hasan Maturidi keluar dari Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan pukul 17.50 WIB.

DTM Abdul Hasan Maturidi mengatakan akan menanggung risiko atas perbuatan yang dilakukannya. Dia juga menyatakan tak akan melakukan upaya praperadilan atas penahanan dirinya. "Terima kasih. KPK profesional untuk DPRD Sumatera Utara. Saya menanggung risiko dari sikap dan perilaku saya. KPK harus selamatkan anak bangsa ini," ujar Abdul Hasan. "Nggak, nggak (praperadilan). Kenapa kita praperadilan? Salah itu," imbuhnya.

KPK berharap anggota DPRD Sumut yang dipanggil bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan. Sampai saat ini, dilakukan penahanan terhadap 21 dari 38 orang tersangka.

18 orang yang telah ditahan sebelumnya:

1. Rijal Sirait (RST)
2. Rinawati Sianturi (RSI)
3. Rooslynda Marpaung (RMP)
4. Fadly Nurzal (FN)
5. Sonny Firdaus (SF)
6. Muslim Simbolon (MSI)
7. Helmiati (HEI)
8. Mustofawiyah (MSH)
9. Tiaisah Ritonga (TIR)
10. Arifin Nainggolan (ANN)
11. Elezaro Duha (ELD)
12. Tahan Manahan Pangabean (TMP)
13. Passiruddin Daulay (PD)
14. Biller Pasaribu (BPU)
15. John Hugo Silalahi (JHS)
16. Richard Eddy Marsaut (REM)
17. Syafrida Fitrie (SFE)
18. Restu Kurniawan Sarumaha (RKS) (det/jos)

See Also

Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.833.082 Since: 05.03.13 | 0.2546 sec