Agama & Masyarakat

Rotary Club Kudus Ajak Anak Bermain Mainan Tradisional Dan Mengenal Profesi

Sunday, 19 Agustus 2018 | View : 11
Tags : Kudus

KUDUS-SBN.

Permainan tradisional anak-anak memiliki banyak nilai di dalamnya. Kebersamaan, gotong royong, petualangan, sportivitas, dan nilai-nilai sosial lainnya. Nilai-nilai itu kini perlahan terkikis dengan kecenderungan gemarnya anak-anak pada gadget.

Rotary Club Kudus dan Rotary Club Kudus Srikandi dengan tema “Rotary Membuka Jendela Dunia di Ruang Baca Pengilon” di Desa Terban , Jekulo Kudus. Selain menyumbangkan beberapa buku Rotary juga memberikan beberapa permainan tradisional dan mengajak anak bermain bareng.

“Permainan-permainan itu mayoritas menjadi pengalaman masa kecil para orangtua. Bermain di luar rumah bersama teman-teman, di tanah lapang, gang, sawah, kebun, dan tempat terbuka lainnya. Pengalaman masa kecil para orangtua itulah yang ingin disampaikan pada anak-anak,” jelas Yuli Astuti, Presiden Rotary Club Srikandi, di Ruang Baca pengilon, Dukuh Ngrangit, Desa Terban, Jekulo Kudus, Kamis (23/8/2018).

Menurut Yuli bermain merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran awal anak-anak. “Dengan bermain, anak-anak bisa mengembangkan keterampilan psikomotorik, pengetahuan juga kreativitas,” jelasnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak, Ruang Baca Pengilon mengajak anak-anak untuk bermain dan belajar dalam acara bersama Rotary. Bersama anggota Rotary bersama anak-anak ruang baca pengilon bermain dakon, angglung dan beberapa permainan lain.

Selain itu anggota Rotay juga menceritakan pengalan mereka dalam berkerja, banyak hal tentang profesinya sebagai seorang dokter, adgokat, desainer dan juga pengusaha restoran. “Banyak hal yang menyenangkan menjadi seorang desainer, salah satunya bisa menuangkan apa saja yang bisa dijadikan desainer,” jelas Yuli.

Acara yang berlangsung sore sekitar jam 16.00 – 17.00 WIB tersebut berlangsung dengan sangat gembira. Selain bermain dan mengenal prefesi dari anggota Rotary masing-masing anggora Rotary juga memotifasi anak-anak agar lebuh giat belajar dan membaca. “Syarat utama menjadi orang sukses adalah cerdas dan gigih,” paparnya salah satu anggora Rotary.

Menurut pengelola Ruang Baca Pengilon, Asri Candra Puspita bahwa edukasi untuk anak-anak sangat penting karena bisa membentuk karakter mereka di usia yang masih dini salah satunya dengan bermain dan membaca. “Di usia yang masih sangat dini, anak-anak mudah menangkap atau menerima pelajaran–pelajaran baru, selain itu mereka juga masih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga sangat mudah membentuk karakter mereka,” jelasnya seusai acara.

Selain itu Asri juga menjelaskan ruang baca hadir dengan konsep edukasi dan entertainment yang tak hanya digunakan sebagai sarana belajar tapi juga bisa membentuk karakter anak. “Terlebih, metode experiental dan fun learning yang ada di tempat ini bisa membuat anak-anak menyerap nilai-nilai yang diajarkan dengan mudah karena dilakukan lewat permainan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Asri menceritakan Ruang Baca Pengilon ingin memperkenalkan anak-anak dampingan berumur 9-12 tahun dengan beberapa profesi orang dewasa, antara lain camat, anggota DPR, dokter, pegawai perusahaan, dosen, juru masak, wartawan, dan lain lain.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengembangkan karakter anak dan diharapkan mendapatkan inspirasi dan gambaran mengenai profesi-profesi yang ada dan belajar merajut mimpinya. Lanjut Asri, banyak profesi yang bisa jadi cita-cita anak seorang anak, dalam benak anak usia dini, cita-cita merupakan sesuatu yang tidak nyata. Untuk itu, perlu peran orang tua untuk menjelaskan apa yang dimaksud cita-cita dan bagaimana mewujudkan cita-cita tersebut.

Selain menyediakan bacaan Ruang Baca Pengilon juga fokus ke permianan tradisional. Karena nilai-nilai dalam permainan tradisional tidak bisa didapat saat anak lebih suka bersama gadget. “Rencana tahun ini juga akan mengadakan olompiade mainan tradisional di Ruang Baca Pengilon,” jelasnya.

Asri juga menjelaskan sangat berterimaksih dengan Rotary karena sudah mau membatu dengan memberikan buku dan beberapa mainan tradisinal. “Satu langkah sudah dimulai. Dengan mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak yang sudah dimulai oleh Rotary, banyak anak yang lupa dengan permainan masa lalu itu,” jelasnya.

See Also

Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
Istri Bung Tomo Wafat
Tradisi Grebeg Besar
Dandim 0716/Demak Hadiri Ziarah Ke Makam Sultan Demak & Sunan Kalijaga
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.833.075 Since: 05.03.13 | 0.246 sec