Hukum

Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada

Tuesday, 26 Juni 2018 | View : 164

JAKARTA-SBN.

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menurunkan 41.000 lebih personel gabungan bersama TNI dan stakeholder lain, terkait pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Rabu (27/6/2018) lusa.

"Berkaitan Operasi mantap Praja Jaya 2018, Polda Metro Jaya dibantu TNI dengan Satpol PP atau Linmas dan stakeholderyang lain kita menurunkan 41.000 lebih personel untuk pengamanan pelaksanaan Pilkada," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. di MaPolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2018).

Dikatakan, 29.000 lebih personel kepolisian dikerahkan untuk melakukan pengamanan sekitar 14.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS), di Bekasi Kabupaten, Bekasi Kota, Depok, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kota.

"14 ribu lebih TPS yang ada, untuk anggota kepolisian sendiri ada 29 ribu lebih. Jadi nanti dua personel polisi, kemudian empat anggota Linmas, juga nanti ada panitia KPU yang ada di masing-masing TPS," ungkap mantan Kasat Serse Polres Timor Tengah Utara (TTU) Polda Nusra (1994-1995).

Mantan Kasat Serse Polres Buleleng Polda Bali pada tahun 1996 ini menyampaikan, masyarakat diharapkan dapat memilih dengan tertib dan aman sesuai dengan hati nuraninya. "Untuk masyarakat silakan untuk gunakan hak pilih dan coblos sesuai hati nurani. Sesuai dengan apa yang dipilih," tandas mantan Kapolres Nunukan Polda Kaltim pada tahun 2010.

Mantan Kabag Binlat Ro Ops Polda Kaltim pada tahun 2009, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. menegaskan, sesuai dengan perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian, seluruh anggota akan bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada. Apabila ada anggota yang tidak netral akan diberikan sanksi tegas.

"Tadi bapak Kapolri sudah mengirimkan surat telegram kepada jajarannya, bahwa kepolisian netral. Seandainya ditemukan ada pejabat kepolisian tidak netral ada sanksinya, baik itu demosi jabatan, ada juga bisa disidang disiplin maupun kode etik. Nanti kita lihat sesuai besar kecil pelanggarannya. Jadi sudah secara tegas disampaikan bapak Kapolri, anggota kepolisian netral dalam pilkada 2018 dan semua ada sanksinya masing-masing," jelas mantan Kapolsek Denpasar Timur Polresta Denpasar Polda Bali pada tahun 1999.

Mantan WaKapolres Takalar Polda Sulsel pada tahun 2003, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. menuturkan, setiap TPS memiliki karakteristik yang berbeda-beda tingkat kerawanannya. Polisi akan tetap waspada mengantisipasi gangguan keamanan, termasuk aksi teror yang mungkin terjadi pada pelaksanaan Pilkada.

"Kita tetap waspada berkaitan dengan tempat-tempat pemungutan suara. Semua kita waspada. Kita nanti ada sistem patroli rayon dilakukan bantuan, dari Polda Metro Jaya kita lakukan ke Polres-Polres yang melakukan pilkada. Kita beri rasa aman kepada masyarakat. Kita gabungan antara TNI, Brimob dan Sabhara. Kita atur teknis di lapangan dengan Kapolres," tegas mantan Kapolsek Denpasar Barat Polresta Denpasar Polda Bali pada tahun 1998.

Mantan Kabidhumas Polda Jatim pada tahun 2015 ini, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. mengungkapkan, tugas polisi adalah melakukan pengamanan di TPS-TPS. Anggota tidak mencatat jumlah atau hasil dari pemungutan suara.

"Untuk anggota di TPS sudah jelas adalah mengamankan TPS. Ada di luar dari pada garis. Nanti kalau KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) meminta bantuan kepolisian baru nanti masuk ke sana. Anggota tidak mencatat berapa jumlahnya, tetapi anggota mengamankan TPS-nya. Jadi anggota tidak akan mencatat berapa jumlah-jumlah. Itu bukan wewenang anggota kepolisian. Wewenang anggota kepolisian hanya mengamankan TPS saja," pungkas mantan Kasubag Bin Ops Bag Reserse Eks Dit Serse Polda Sulsel pada tahun 2001. (bs)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.607.570 Since: 05.03.13 | 0.126 sec