Hukum

Densus 88 Antiteror Tangkap Terduga Teroris Di Surabaya

Monday, 21 Mei 2018 | View : 269

SURABAYA-SBN.

Operasi penangkapan terduga teroris di Provinsi Jawa Timur (Jatim) masih berlanjut. Malam ini, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali menangkap seorang terduga teroris di Kedungturi III, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya.

Penangkapan Eko Budi Setijono tidak banyak diketahui warga karena bertepatan dengan adzan Isya'.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap terduga teroris Eko Budi Setijono (52 tahun) dari rumahnya di Kedungturi III/11, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Minggu (20/5/2018) tadi malam. Eko Budi Setijono dibekuk tim Densus 88 Antiteror sekitar pukul 18.45 WIB di rumahnya, Jalan Kedungturi III/11.

Dari informasi yang dihimpun, terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror sekitar pukul 18.45 WIB, Minggu (20/5/2018) atas nama Eko Budi Setijono (52 tahun).

Eko Budi Setijono (52 tahun) terduga teroris yang diamankan tim Densus 88 Antiteror di rumahnya Kedungturi III sempat melakukan perlawanan. Eko Budi Setijono berusaha menyerang petugas Densus 88 dengan menggunakan pisau lipat.

Namun, berhasil dilumpuhkan. Perlawanan Eko Budi Setijono dapat digagalkan dan kini harus menjalani pemeriksaan intesif di MaPolda Jatim, Jalan Jenderal Ahmad Yani No.116, Siwalankerto, Gayungan, Wonocolo, Surabaya.

Tim Densus 88 Antiteror juga mengamankan sebuah karung kecil diduga berisi bahan baku pembuatan bom (bahan peledak) dari rumah terduga Eko Budi Setijono.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, S.IK. yang dikonfirmasi Senin (21/5/2018) tadi pagi, membenarkan informasi itu. "Hanya satu terduga teroris yang diamankan dari Kedungturi, Surabaya. Untuk barang bukti masih diteliti,” bebernya.

Ia mengaku belum mengetahui secara persis peranan terduga teroris Eko Budi Setijono dalam jaringan kelompok teroris JAD atau JAT.

Sementara itu warga sama sekali tidak pernah menyangka jika mantan seorang muazin (bagian adzan) Masjid Ukhuwah Kedungturi yang hidup menduda setelah bercerai dengan isterinya itu adalah terduga teroris.

Ketika digerebek, Eko Budi Setijono bersama putrinya yang masih duduk di kelas dua SMP. Sementara putrinya yang lain sudah berumah tangga dan tinggal tidak jauh dari lingkungan yang sama.

"Informasi dari warga sekitar 10 petugas (Densus 88 AntiTeror) yang melakukan penangkapan. Saat itu saya di Musala," tutur Ketua RT03/RW08 Ali Wafi di lokasi.

Ketua RT03/RW08, Ali Wafi juga tidak mengetahui apa saja yang dibawa petugas bersama terduga Eko Budi Setijono. "Saya tidak tahu, apa saja yang dibawa," imbuhnya.

Ketua RT03/RW08 Kedungturi, Ali Wafi, menyebutkan, bahwa Eko Budi Setijono pernah bekerja sebagai cleaning service Hotel di Jalan Tunjungan.

“Setelah cerai dengan isterinya, Eko bekerja sebentar di proyek dan mantan isterinya bekerja di Bali,” ujar Ali Wafi sambil menambahkan, bahwa gelagat tingkah laku Eko Budi Setijono di mata warga setempat berubah sejak tiga tahun terakhir usai keluar kerja dari hotel.

Lelaki yang dulunya menjadi muazin dan kemudian biasa kumpul-kumpul bersama warga itu dalam dua tiga tahun terakhir sudah berubah. “Dia tidak lagi mau ke Masjid, apalagi adzan. Kalau kebetulan dia ke Masjid untuk shalat Jumatan, jika bertemu dengan tetangga dan handai taulannya dulu, hanya diam,” kata Ali Wafi yang tidak habis pikir atas perubahan sikap tetangganya itu.

Aktivitas Eko Budi Setijono tiap hari hanya mengantar sekolah anaknya dan setelah itu mengurung diri dalam rumah. Menurut beberapa tetangganya, perubahan sikap Eko Budi Setijono itu terjadi setelah ia keluar dari kerja di hotel dan kemudian sempat bekerja di Proyek Tunjungan Plasa 6.

Petugas dari Linmas serta Polsek Tegalsari masih di lokasi untuk mengamankan lokasi penangkapan Eko Budi Setijono. Pantauan di lokasi, petugas dari Linmas serta Polsek Tegalsari masih di lokasi untuk mengamankan lokasi penangkapan Eko Budi Setijono. Informasi yang dihimpun di lokasi, petugas juga mengamankan sebuah karung kecil dari rumah terduga Eko Budi Setijono yang diduga bahan baku peledak. Hingga Senin (21/5/2018) tadi pagi rumah Eko Budi Setijono masih dipasangi garis polisi dan mendapat penjagaan dari jajaran Polsek Tegalsari serta petugas Linmas Pemkot Surabaya.

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.394.875 Since: 05.03.13 | 0.2205 sec