Internasional

Kubu Mohamed Moursi Tetap Serukan Aksi Demonstrasi

Saturday, 24 Agustus 2013 | View : 812

KAIRO-SBN.

Para pendukung Presiden Mesir terguling Mohamed Moursi menyerukan protes baru melawan militer pada Jumat (23/8/2013). Hal ini menandakan kemampuan pengunjuk rasa demonstrasi untuk memobilisasi massa, tujuh pekan pasca penggulingan Mohamed Moursi.

Dalam beberapa hari terakhir ini, puluhan anggota tingkat senior dan menengah dari Persaudaraan Muslim telah ditangkap. Hal tersebut berdampak terhadap struktur organisasi dan menimbulkan pertanyaan tentang kekuatan tersisa dari kelompok tersebut. 

Seruan untuk aksi demonstrasi oleh para loyalis Moursi terjadi sehari setelah pendahulunya, Hosni Mubarak dibebaskan dari penjara dan kemudian menjalani tahanan rumah di sebuah rumah sakit militer.

‘Pembebasan’ Hosni Mubarak itu tidak banyak menarik perhatian di Mesir. Sebab, Negeri Para Firaun ini lagi asyik digoyang oleh prahara politik sejak Mohamed Moursi yang didukung kelompok Persaudaraan Muslim dan Ikhwanul Muslimin digulingkan oleh militer pada hari Rabu (3/7/2013) silam.

Hampir 1.000 orang tewas dalam tindak kekerasan selama sepekan antara para loyalis Mohamed Moursi dan pasukan keamanan Mesir. Seruan protes pada Jumat (23/8/2013) itu akan menjadi uji kekuatan tersisa dan komitmen kelompok Islamis.

Beberapa hari terakhir, jumlah demonstran menyusut. Barisan para demonstran pun menipis akibat tindakan keras dari aparat keamanan Mesir.

Komunikasi melalui telepon sudah lama terputus total. Kebanyakan anggota Persaudaraan Muslim bersembunyi dan meninggalkan rumah-rumah mereka. “Kami tidak lagi menerima arahan dan benar-benar tidak tahu apa lagi yang harus kami lakukan. Sebagian besar pemimpin langsung kami sudah ditahan,” ungkap anggota dari Delta Nil yang tidak disebutkan namanya. 

Di antara pemimpin Persaudaraan Muslim yang ditahan adalah pembimbing tertinggi Mohamed Badie. Ini adalah penangkapan pertama terhadap pimpinan Persaudaraan Muslim sejak tahun 1981. 

Mohamed Moursi sendiri ditahan di sebuah lokasi rahasia. Presiden Mesir terguling Mohamed Moursi dihadapkan pada berbagai tuduhan terkait pelariannnya dari penjara pada tahun 2011. Mohamed Moursi juga dituding memicu kematian serta menyiksa para pengunjuk rasa pada waktu itu. Mohamed Moursi terus ditahan meski Hosni Mubarak  dilepaskan menjadi tahanan rumah. Padahal, Hosni Mubarak pun menghadapi tuduhan keterlibatan dalam kematian para pengunjuk rasa.

Sampai saat ini kondisi Mesir dilaporkan masih mencekam. Dalam beberapa hari terakhir, pasukan keamanan Kairo bersikap lebih curiga kepada simpatisan Mohamed Moursi yang identik dengan senang memelihara janggut. Dan demi menghindari sasaran kekerasan aparat keamanan terhadap para simpatisan mantan Presiden Mohamed Moursi, Abdul Salam Badr, 29 tahun, terpaksa mencukur habis jenggotnya. "Saya waktu itu sedang berada dalam taksi menuju ke rumah duka sambil membawa tubuh teman saya yang meninggal dunia dalam aksi unjuk rasa, saya lalu diberhentikan oleh anggota kelompok lain hanya karena saya memelihara janggut. Satu-satunya hal yang menyelamatkan saya karena saya tengah menggotong mayat yang hendak dikebumikan. Hidup rasanya lebih aman tanpa janggut," kata Abdul Salam Badr.

Semenjak Mohamed Moursi digulingkan lewat kudeta militer pada 3 Juli lalu, para pengikut kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) banyak diburu dan ditangkapi oleh militer. Penangkapan itu, tak lepas dari pengaruh media lokal yang kerap mempublikasikan foto orang-orang berjanggut dan bersenjata sedang menembaki pasukan keamanan saat demonstrasi berlangsung.

Sebuah tayangan video propaganda memperlihatkan seorang pria berjanggut dan membawa bendera jihad menyerang seorang anak muda, setelah keduanya jatuh dari atap sebuah apartemen di Alexandria ditengah-tengah hiruk-pikuk penyerangan aparat keamanan Mesir terhadap simpatisan Ikhwanul Muslimin. Ironisnya, media dan pemerintah Mesir interim secara lantang menyebut seluruh anggota kelompok Ikhwanul Muslimin adalah ‘teroris’.

Perempuan-perempuan Arab juga ikut ketar-ketir terhadap kondisi Mesir saat ini. Jilbab bercadar yang menutup hampir seluruh wajah sering diidentikkan dengan pengikut Ikhwanul Muslimin. Akibatnya mereka pun tidak lepas dari buruan aparat kepolisian. 

Selama Mohamed Moursi berkuasa, Ikhwanul Muslimin memang tampak berusaha mempromosikan penggunaan cadar. Simbol agama itu bahkan telah menjadi sebuah kewajiban.

"Orang-orang yang berjanggut harus menerima tindak kekerasan karena sikap yang dilakukan simpatisan Ikhwanul Muslimin dan kelompok-kelompok Islam lainnya yang telah melakukan aksi perlawanan anarkis dalam hitungan beberapa hari terakhir," demikian kesimpulan May Moujib, profesor bidang ilmu politik dari Cairo University. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.012.088 Since: 05.03.13 | 0.1693 sec