Ekonomi

Kuliah Umum Prodi Akuntansi UMK Kupas Tentang Fraud

Tuesday, 17 April 2018 | View : 31

KUDUS-SBN.

Para mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muria Kudus (UMK) dikenalkan tentang kecurangan (fraud) hingga peran audit investigatif dalam pengungkapan fraud.

Pemberian pemahaman tentang fraud ini disampaikan oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jateng, Hery Subowo, SE.Ak., MPM., CIA., CFE., CA., dalam kuliah umum yang diselenggarakan FEB UMK pada Rabu (11/4/2018) lalu. Kuliah umum dilangsungkan di Lantai III Gedung Pascasarjana UMK.

Hery Subowo menyampaikan, banyak definisi yang disampaikan para pakar berkenaan dengan fraud. ‘’Ada banyak definisi mengenai fraud dari berbagai sumber literatur, profesi, dan aturan formal,’’ katanya.

Namun secara umum, jelasnya, definisi fraud mengandung unsur-unsur antara lain mengandung penipuan, ketidakjujuran dan penyembunyian; menimbulkan kerugian bagi orang lain atau organisasi; kerugian dapat bersifat material maupun non material;- perbuatan dilakukan dengan sengaja baik oleh orang dalam maupun luar organisasi.  

‘’Peluang yang memungkinkan fraud terjadi, antara lain disebabkan pengendalian internal lemah, kurangnya pengawasan, penyalahgunaan wewenang. Upaya meminimalisasinya, yaitu dengan prosedur, kontrol, dan deteksi dini,’’ paparnya.

Sedang sikap pembenaran pelaku untuk melakukan fraud, karena alasan itu dipandang bukan kejahatan, merupakan tindakan yang wajar dilakukan untuk menambah penghasilan, serta rasa dendam atau benci terhadap tempat kerja.

‘’Mengenai dorongan untuk melakukan fraud yang disebabkan karena masalah finansial atau keserakahan, di antaranya dapat dipicu oleh  hutang yang menumpuk, gaya hidup mewah, penggelapan, ketergantungan narkoba dan tekanan hidup,’’ tuturnya.

Sementara itu, pedekatan prosedur audit, tidak ditujukan langsung untuk merumuskan unsur pidana, akan tetapi dimulai dengan adanya penyimpangan pada proses bisnis, kemudian merumuskan 5W 2H.

5W 2H itu adalah What (apa jenis penyimpangannya), who (pihak yang bertanggung jawab), Where (di mana terjadinya), When (kapan terjadinya), Why (mengapa terjadi), How (bagaimana/ modus operandi), dan How Much (berapa besar kerugian terjadi, keuntungan yang didapat). ‘’Jika kasus fraud tersebut akan diangkat sebagai kasus korupsi, unsur fraud tersebut harus dapat dikembangkan ke dalam unsur tindak pidana korupsi,’’ jelasnya.

See Also

Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
Babinsa Koramil 08/Kedungtuban Monitoring Pendistribusian Pupuk Subsidi
Babinsa Koramil 09/Randublatung Bersama Petani Panen Padi
Danramil 07/Gajah Terus Berupaya Supaya Bulog Membeli Gabah Petani
Babinsa Desa Babat Belajar Mesin Perontok Padi
Koperasi Primer Kodim 0716/Demak Gelar RAT Ke-48
Menteri Pertanian RI Panen Raya Padi Di Blora
Wall Sreet Menguat Jelang Pelantikan Donald Trump
Bukittinggi Targetkan 600 Ribu Wisatawan Pada 2017
Donald Trump Ancam Toyota Motor Corporation
Saham Wall Street Melemah
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.505.105 Since: 05.03.13 | 1.0545 sec