Hukum

BNN Sita Sabu Dan Ekstasi Asal Malaysia

Saturday, 31 Maret 2018 | View : 282

JAKARTA-SBN.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita sebanyak 32 kilogram (kg) sabu dan 30.151 butir pil ekstasi dalam pengungkapan tiga kasus selama bulan Maret 2018 di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) dan Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H. mengatakan, pihaknya mengungkap tiga kasus tersebut dengan kerja sama bersama Bea Cukai, Polri, dan BNN Provinsi (BNNP) untuk mengungkap kasus penyelundupan narkoba.

"Penyelundupan di Pontianak, dengan 2 orang tersangka masuk lewat daerah daratan Sanggau untuk mencegah terendus patroli ekstra ketat di perairan Kepulauan Riau yang dilakukan jajaran terkait," beber mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat pada tahun 2006 itu, Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H. di Makas BNN, Jl. Letjen M. T. Haryono No.11, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/3/2018).

Mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung masa jabatan 31 Oktober 2012-5 Juni 2015, Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H. mengatakan, barang bukti 2 kg sabu dan 30.151 butir pil ekstasi tersebut, berasal dari Kota Kuching, Malaysia, yang dibawa oleh salah satu koordinator pengendali jaringan narkoba berinisial NEA yang merupakan warga negara Malaysia. Satu tersangka atas inisial EAW diamankan di Jalan Lintas Trans Kalimantan, Selasa (13/3/2018).

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol. Drs. Arman Depari, menyebutkan, pihaknya juga berhasil membekuk empat orang tersangka dari dua kasus narkoba di Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Adalah BJ dan KH diciduk aparat pada Minggu (18/3/2018) di Jalan Binjai, Medan, dengan barang bukti sebanyak 20 kg sabu yang disembunyikan di bawah tumpukan kelapa, dengan menggunakan mobil pick up.

Sedangkan AH dan OHL diamankan pada Selasa (20/3/2018) di Jalan Harjosari Medan dengan barang bukti 10 kg sabu yang diangkut dari jalur darat Dumai, beserta mobil Toyota Fortuner, alat komunikasi dan bentor. AH terpaksa dilumpuhkan karena berupa melawan saat hendak ditangkap.

Para pengedar dan pemasok narkoba tersebut dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup. (bs)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.996.667 Since: 05.03.13 | 0.1598 sec