Internasional

Hosni Mubarak Bebas

Friday, 23 Agustus 2013 | View : 834

KAIRO-SBN. 

Diktator terguling Mesir yang juga mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak, dipastikan keluar dari penjara pada Kamis (22/8/2013). Hosni Mubarak diprediksi meninggalkan penjara pada Kamis (22/8/2013) waktu setempat setelah pengadilan memerintahkan dia untuk dibebaskan. Hal itu berdasarkan keputusan pengadilan yang memutuskan membebaskan Hosni Mubarak karena status masa tahanannya sudah habis dan permohonan bandingnya dinyatakan diterima. Hosni Mubarak akan segera menjalani dan ditetapkan dalam tahanan rumah. 

Diktator terguling Hosni Mubarak (85 tahun) didakwa atas keterlibatannya terhadap dalam tewasnya sekitar 850 orang pengunjuk rasa saat revolusi pemberontakan Mesir terhadap dirinya pada tahun 2011, yang mendongkelnya dari kursi kekuasaan. Bukan hanya itu, Hosni Mubarak juga dianggap gagal mencegah upaya pembunuhan terhadap para demonstran yang menentangnya. Hosni Mubarak sendiri masih menghadapi persidangan atas tuduhan-tuduhan keterlibatannya terhadap sejumlah kasus korupsi. 

Atas rentetan dakwaan itu, Hosni Mubarak dijatuhi penjara seumur hidup. Putusan itu berubah, khususnya setelah mantan Presiden Mohamed Moursi terguling. Pengadilan Tinggi menerima upaya banding Hosni Mubarak yang diajukan pada tahun 2013 ini dan memerintahkannya untuk dibebaskan dari penjara. Perintah pengadilan untuk pembebasan bersyarat Hosni Mubarak dikeluarkan pada Rabu (21/8/2013), tapi segera diikuti dengan pengumuman pemerintah bahwa ia akan ditempatkan dalam tahanan rumah begitu dibebaskan. 

“Perdana Menteri Mesir interim, Hazem el-Beblawi dengan kapasitasnya sebagai wakil penguasa militer dalam kondisi darurat Mesir sebetulnya telah memerintahkan agar Hosni Mubarak untuk tetap ditahan,” kata kabinet Mesir tersebut. "Dalam kerangka kerja Undang-undang darurat, wakil penguasa militer telah memerintahkan agar Hosni Mubarak untuk ditetapkan dan dijatuhi dalam hukuman tahanan rumah," demikian ujar bunyi sebuah pernyataan kabinet Mesir, Rabu (21/8/2013).

Tidak jelas pukul berapa tepatnya Hosni Mubarak akan meninggalkan penjara Tora di Kairo, atau di mana dia akan dibawa setelah itu. Belum diperoleh kepastian kemana Hosni Mubarak akan dibawa kemana untuk menjalani hukuman tahanan rumahnya, apakah di kediaman pribadinya atau tetap berada di rumah sakit mengingat kondisi kesehatannya saat ini yang memang tidak memungkinkan. 

Menurut keterangan yang disampaikan para pendukung Hosni Mubarak, orang yang pernah memimpin Mesir selama lebih dari 30 tahun itu, terkena stroke, serangan jantung dan nyaris koma. Sejumlah kritikus menuding publikasi soal kesehatan Hosni Mubarak itu terkait upaya untuk menarik simpati publik untuk keringanan hukuman baginya. 

Di bebaskannya mantan Presiden itu, Hosni Mubarak juga membuat banyak pihak menduga-duga bahwa militer saat ini telah menolongnya karena semasa Hosni Mubarak masih memangku pucuk pimpinan, ‘terjalin keakraban yang amat intens’ antara Hosni Mubarak dengan militer.

Persidangan Hosni Mubarak berikutnya adalah pada hari Minggu (25/8/2013), kendati dia tidak selalu menghadiri persidangan dalam kasus-kasus yang melawan dirinya di masa lalu. 

Kantor berita negara MENA mewartakan, berkas kasus Hosni Mubarak dikirimkan kepada jaksa penuntut umum pada Kamis (22/8/2013) pagi waktu setempat untuk dikonfirmasi bahwa tidak ada dasar baginya untuk melanjutkan penahanan Hosni Mubarak prasidang banding. “Jika jaksa telah menegaskan hal itu, dan tidak ada tuntutan baru dan bukti baru yang diajukan, maka mantan orang paling berkuasa di Mesir itu kemudian diterbangkan dengan helikopter militer dan menahannya dengan status tahanan rumah,” kata Mena.

Diktator terguling Mesir yang juga mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak saat ini berada dalam sebuah rumah sakit militer di Mesir karena sejumlah penyakit serius yang menyerangnya. Sumber mengatakan pada media pemerintah bahwa dua rumah sakit militer tempat dia dirawat sebelumnya menjadi calon tempat yang memungkinkan. “Tujuan langsung Hosni Mubarak adalah ke Pusat Medis Internasional militer, sebuah rumah sakit yang berada di bagian timur laut Kairo, di mana dia masih akan berada dalam penjagaan,” demikian menurut kuasa hukumnya, serta sumber medis dan keamanan. “Perdana Menteri Mesir interim, Hazem el-Beblawi dengan kapasitasnya sebagai wakil penguasa militer dalam kondisi darurat Mesir akan memberikan keputusan terakhir tentang di mana Hosni Mubarak akan ditahan,” ujar kantor berita tersebut. (afp/rtr/mena) 

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.888.508 Since: 05.03.13 | 0.1265 sec