Internasional

Kronologi Penahanan 2 Prajurit TNI Di Malaysia

Tuesday, 27 Maret 2018 | View : 60
Tags : Malaysia

JAKARTA-SBN.

Dua angota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diamankan Kepolisian Kerajaan Malaysia atau Polis Diraja Malaysia sedang melakukan penjagaan.

Mereka diamankan karena memasuki wilayah Malaysia saat melakukan pengendapan di perbatasan. Dua orang prajurit TNI Angkatan Darat (AD) ditahan di Malaysia karena melanggar wilayah perbatasan. Mereka tidak sengaja melanggar wilayah perbatasan RI dengan Malaysia karena operasi dilakukan saat malam hari.

"Benar, ditahan karena melewati perbatasan," kata Kapendam Tanjung Pura Kolonel Inf. Tri Rana Subekti saat dihubungi awak media lewat telepon, Senin (26/3/2018). "Ditahan, bukan ditangkap. Ini karena melewati perbatasan," ungkap Kapendam Tanjung Pura Kolonel Inf. Tri Rana Subekti saat dihubungi awak media lewat telepon, Senin (26/3/2018).

Kedua prajurit TNI yang ditahan Polisi Diraja Malaysia ini adalah Kopda M. Rizal dan Praka Subur Arianto merupakan anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 642/Kapuas. Menurut Kolonel Inf. Tri Rana Subekti, Kopda M. Rizal dan Praka Subur merupakan anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 642/Kapuas. Saat itu mereka sedang bertugas melakukan pengendapan atau penghadangan terhadap penyelundup di wilayah perbatasan. Keduanya saat itu sedang bertugas melakukan penghadangan terhadap pelaku penyelundupan. "Mereka ada perintah untuk mengendap atau menghadang penyelundup. Perintahnya malam," beber Kapendam Tanjung Pura, Kolonel Inf. Tri Rana Subekti, saat dihubungi awak media lewat telepon, Senin (26/3/2018). "Ada perintah untuk menghadang penyelundup. Karena malam jadi dia tidak lihat situasi, sudah masuk wilayah Malaysia," tambah dia.

Sejumlah media di Malaysia menyebut penahanan terhadap 2 prajurit TNI di Malaysia ini karena keduanya melanggar wilayah perbatasan dan mengendarai motor curian. "Kalau masalah itu, kita tidak mengerti. Itu kan dari mereka, dugaan mereka. Kan kita tidak bekali motor saat bertugas," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII Tanjungpura Kolonel Inf. Tri Rana Subekti saat dihubungi awak media lewat telepon, Senin (26/3/2018).

Kolonel Inf. Tri Rana Subekti menjelaskan, kedua prajurit anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 642/Kapuas itu tidak dibekali motor saat melakukan penjagaan. Keduanya hanya membawa senjata.

Sementara media-media di Malaysia menyatakan keduanya ditangkap karena melanggar wilayah perbatasan dan mengendarai motor yang dilaporkan hilang tahun lalu. Mereka mengutip pernyataan Kepala Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian Sarawak, Dev Kumar.

Dua prajurit TNI AD yang ditahan itu akan segera dimintai keterangan mengenai tuduhan soal motor curian tersebut. "Kalau motor itu kita tidak tahu karena anggotanya belum kita tanya-tanya karena masih di sana, belum pulang," tegasnya.

Mereka ditangkap pada Jumat (23/3/2018). Mereka ditahan sejak Jumat (23/3/2018). Kedua prajurit TNI tersebut, Kopral Dua M Rizal dan Prajurit Kepala Subur Arianto diamankan Polisi Diraja Malaysia pada Jumat (23/3/2018) sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Mereka lalu di kantor polisi di wilayah Lundu, Serawak. Mereka kemudian dibawa ke kantor polisi di wilayah Lundu, Serawak, untuk diproses.

"Jadinya begitu pagi-pagi mereka melihat ada Polisi Diraja Malaysia. Kemudian kata Polisi Diraja Malaysia, itu sudah lewat melanggar batas wilayah negara. Karena harus diproses, makanya mereka dibawa ke Lundu," terang Kolonel Inf. Tri Rana Subekti.

Setelah ditahan selama 3 hari, kedua prajurit TNI akhirnya bisa bebas pada Senin (26/3/2018).

Menurut Kolonel Inf. Tri Rana Subekti, penahanan keduanya agak lama karena terkait hari libur, yakni Sabtu dan Minggu. Meski demikian, TNI menghormati proses hukum yang dilakukan pihak Malaysia. "Jadi sore ini sudah ada kesepakatan bisa dilepas dan dikembalikan ke kami. Keadaannya sehat, nggak ada masalah. Jadi kami menghormati proses hukum mereka. Memang agak lama karena terpotong hari libur di sana (Sabtu-Minggu). Kami menghormati SOP mereka," kata Kolonel Inf. Tri Rana Subekti.

Kolonel Inf. Tri Rana Subekti menambahkan, saat ini TNI dan pihak-pihak terkait terus mengupayakan agar kedua prajurit TNI ini segera dibebaskan.

"Sekarang sedang ditangani, dibantu oleh ILO sama Konjen RI di Malaysia. Kita berharap mereka segera pulang," imbuh Kolonel Inf. Tri Rana Subekti.

Dua prajurit TNI Angkatan Darat yang ditahan Polis Diraja Malaysia karena memasuki wilayah Malaysia saat melakukan pengendapan perbatasan sudah dibebaskan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan dua prajurit TNI itu sudah diserahkan kembali ke Indonesia. 

"Mereka sudah diserahkan kepada Konjen kita di KJRI, polisi lalu tadi pagi penyerahan pukul 08.30 waktu Kuching," kata Jubir Kemlu Armanattha Nasir lewat pesan singkat, Senin (26/3/2018) malam.

Tata sapaan karibnya, mengatakan bahwa dua prajurit TNI itu sudah diserahkan ke Konsulat Jenderal Indonesia di Kuching, Sarawak. Kemudian pihak KJRI sudah menyerahkan kepada Danrem dan kembali ke Indonesia.

"Setelah itu mereka di bawa kembali ke Indonesia oleh Danrem," jelasnya.

Berikut kronologis penahanan dua prajurit TNI tersebut:

Kamis (22/3/2018)

- Pukul 22.30 WIB: Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 642/Kapuas Sei Saparan, Sertu Abiyulsani mengumpulkan seluruh anggota di Pos Perbatasan. Kopda M Rizal dan Praka Subur merupakan anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 642/Kapuas, mendapat tugas untuk mengendap di jalur tikus.

- Pukul 23.00 WIB: Abiyulsani bersama tiga anggota lain termasuk Rizal dan Subur menuju lokasi pemantauan di patok D. 699/11 atau pintu portal kebun sawit Malaysia (PT. Rimbunan Hijau). Mereka diperintahkan untuk melaporkan jika menemukan kejadian yang menonjol atau mencurigakan.

Jumat (23/3/2018)

- Pukul 05.00 WIB: Danpos Sei Saparan menghubungi Kopda M. Rizal yang berada di sektor jalur pelolosan (jalan tikus) patok D. 699/11 atau pintu portal kebun sawit Malaysia (PT. Rimbunan Hijau) via telepon, namun HP yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.

Abiyulsani menghubungi Pos Sei Saparan untuk memastikan kepulangan Rizal dan Subur. Namun, dua prajurit itu belum datang dari tugas pengendapan.

- Pukul 06.30 WIB: Abiyulsani mengecek lokasi dan bertemu dengan petani sawit. Petani tersebut mengaku melihat dua anggota TNI bersama Kepolisian Kerajaan Malaysia.

Senin (26/3/2018)

- Pukul 08.30 waktu Kuching: Polis Diraja Malaysia menyerahkan Rizal dan Subur ke KJRI Malaysia di Kuching. Pihak KJRI kemudian menyerahkan dua prajurit TNI tersebut ke Danrem.

- Sore: Rizal dan Subur sudah berada di Indonesia. (det/jos)

See Also

Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
Michelle Obama Akan Tampil Terakhir Sebagai First Lady Di Tonight Show
jQuery Slider
Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.568.843 Since: 05.03.13 | 1.5696 sec