Internasional

Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS

Sunday, 25 Maret 2018 | View : 105

KUALA LUMPUR-SBN.

Kepolisian Kerajaan Malaysia atau Polis Diraja Malaysia akhirnya berhasil membekuk tujuh pria anggota jaringan kelompok militan teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) yang merencanakan serangan ke tempat-tempat ibadah non-Muslim dan sejumlah target lainnya. Malaysia telah meningkatkan kesiagaan sejak kelompok bersenjata yang bersekutu dengan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) melancarkan serangan di Jakarta pada Januari 2016.

"6 warga Malaysia ditangkap di negara bagian Johor sementara satu lainnya warga negara Filipina yang merupakan anggota Abu Sayyaf jaringan IS, ditangkap di negara bagian Sabah dalam rangkaian operasi antara 27 Februari dan 15 Maret," kata Inspektur Jenderal Polis Mohamad Fuzi Harun, Sabtu (24/3/2018).

Ia mengatakan keenam orang yang ditahan di Johor merupakan anggota kelompok kecil Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dan termasuk seorang teknisi berusia 37 tahun. Teknisi itu telah merekrut orang-orang militan dan diyakini sebagai dalang rencana serangan terhadap rumah-rumah ibadah non-Muslim di Ibu Kota negara bagian tersebut.

Tersangka kedua adalah seorang penjaga keamanan, yang bertugas sebagai penasihat kelompok dan memastikan kegiatan-kegiatan mereka tetap dirahasiakan. Lalu tersangka ketiga diberi tugas membeli senjata-senjata api dari sebuah negara tetangga dan memastikan target-target serangan, katanya.

"Kesemuanya berencana melarikan diri ke sebuah negara tetangga dan mencari tempat berlindung dari suatu kelompok militan setelah mereka melaksanakan rencana tersebut," kata Muhamad Fuzi tanpa menyebut nama negara tetangga yang dimaksud.

Pihak berwenang telah meringkus tiga anggota lainnya dari kelompok yang sama dalam operasi lanjutan. Mereka yang diciduk termasuk seorang karyawan restoran berusia 25 tahun, yang mendapat perintah untuk menculik dan membunuh para personel kepolisian.

Mohamad Fuzi mengatakan kepolisian juga menangkap seorang warga Filipina berumur 31 tahun di Sabah di Pulau Kalimantan. Tersangka disebut-sebut merupakan orang kepercayaan pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Furuji Indama, dan mempunyai hubungan dengan warga militan Malaysia, Mahmud Ahmad.

Warga Filipina itu menjadi buronan pihak berwenang di negaranya atas keterlibatan dalam sindikat penculik yang menuntut tebusan. Ia merupakan ahli dalam merakit bahan peledak. Tersangka tersebut telah berencana melancarkan sejumlah serangan di Sabah dan bertanggung jawab untuk membuat negara bagian itu menjadi tempat berlindung bagi kelompok-kelompok teror dari Filipina.

Malaysia telah menangkap ratusan orang dalam beberapa tahun terakhir ini atas dugaan keterlibatan mereka dengan kelompok-kelompok militan.

Pada Juni 2016, Kuala Lumpur mendapat serangan granat di sebuah bar di pinggiran Ibu Kota Malaysia itu hingga mencederai delapan orang. Kelompok militan teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) menyatakan sebagai pelaku serangan, yang pertama kali dilakukan di wilayah Malaysia oleh kelompok itu. (ant)

See Also

Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
jQuery Slider
Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.833.781 Since: 05.03.13 | 0.2067 sec