Hukum

Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau

Saturday, 24 Maret 2018 | View : 60

JAKARTA-SBN.

Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el dengan terdakwa dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo membantah kesaksian Kepala IGD, dr. Michael Chia Cahaya. Ia mengaku tak bertemu dr. Michael Chia Cahaya pada malam Setya Novanto mengalami kecelakaan pada 16 November 2017 lalu.

"Keberatan saya atas semua keterangan saksi. Karena terus terang ketika saya datang ke RSMPH atas panggilan dari rumah sakit saya tidak menemui dr Michael," kata Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/2018).

Dalam kesaksiannya, dr. Michael Chia Cahaya mengatakan sempat ditemui Bimanesh Sutarjo di ruang IGD. Bimanesh Sutarjo menanyakan kepada dr. Michael Chia Cahaya terkait rencana kedatangan Setya Novanto yang akan dirawat di ruang VIP yang sudah dipesan.

Dokter Michael Chia Cahaya bahkan mengatakan, saat itu Bimanesh Sutarjo merekomendasikan agar Setya Novanto masuk ke ruang perawatan melalui poliklinik lantaran dr. Michael Chia Cahaya tak mau mengeluarkan surat rekomendasi rawat inap dengan diagnosis kecelakaan mobil seperti yang dipesan oleh mantan penasihat hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

"Saya menemui empat perawatnya. Jadi, pertanyaan saya yang pertama kepada mereka kemana dr Michael. Mereka menjawab lagi keluar. Kemudian saya tanya mana pasiennya (Novanto), namun ia belum datang," lanjut Bimanesh Sutarjo.

Bantahan Bimanesh Sutarjo dikonfrontasi langsung oleh Hakim Ketua Machfudin kepada dr. Michael Chia Cahaya. Dokter Michael Chia Cahaya bersikeras terhadap keterangannya.

"dr. Bimanesh bertemu saya. Saya tetap pada keterangan saya," tegas dr. Michael Chia Cahaya.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Medika Permata Hijau, dr. Michael Chia Cahaya mengaku curiga saat mendengar rumah sakitnya bakal menerima pasien bernama Setya Novanto. Penasihat hukum Setya Novanto saat itu, Fredrich Yunadi, sempat menemui dirinya untuk mengubah diagnosis Setya Novanto menjadi kecelakaan mobil.

Hal itu disampaikan Michael ketika bersaksi di persidangan kasus merintangi penyidikan korupsi KTP-el dengan terdakwa dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. Michael yang saat itu kebetulan mendapatkan jadwal jaga malam sempat didatangi Fredrich Yunadi sekitar pukul 17.30 yang meminta dibuatkan surat rekomendasi rawat inap untuk Setya Novanto dengan diagnosis kecelakaan mobil.

Michael mengatakan dirinya menolak permintaan mantan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi yang meminta agar dibuatkan surat rekomendasi rawat inap untuk kliennya dengan diagnosis kecelakaan mobil. Karena itu, Novanto masuk ruang rawat VIP tanpa melalui IGD.

Ia mengaku tak nyaman mendengar permintaan itu. Dokter Michael Chia Cahaya sempat meminta bertukar jadwal jaga malam dengan rekannya. Ia tak ingin terlibat dalam skenario tersebut.

"Ini sudah enggak benar. Saya mau lepasin jaga supaya saya enggak terlibat masalah ini. Tapi rekan saya juga tidak berani," kata dr. Michael Chia Cahaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Jumat (23/3/2018).

Dokter Michael Chia Cahaya lantas menelpon Plt Manajer Pelayanan Medis RS Medika dr. Alia. Michael menyampaikan keengganannya memenuhi permintaan Fredrich Yunadi.

"Dokter Alia bilang berdirilah seperti dokter jaga IGD seperti biasa. Kalau memang harus dirawat ya dirawat, kalau tidak ya pulangkan," jelas Michael.

Atas dasar itu, Bimanesh lalu menyarankan Setya Novanto masuk ruang VIP melalui poliklinik. Bimanesh menulis dalam surat rekomendasi rawat inap Setya Novanto dengan diagnosis hipertensi, diabetes melitus, dan vertigo.

"Ketika Setya Novanto datang, saya arahkan pasien langsung ke VIP, jadi tidak lewat IGD karena dokter Bimanesh sudah bilang langsung diarahkan ke sana," ungkapnya.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Medika Permata Hijau dr. Michael Chia Cahaya menyebut ada permintaan bantal dan selimut, ketika Setya Novanto dibawa di rumah sakit. Novanto dirawat di RS Medika Permata Hijau pada 16 November 2017. 

"Sekuriti bilang mau pinjam selimut dan bantal. Setya Novanto datang pukul 19.30 WIB kurang. Itu kata sekuriti waktu dia mau pinjam bantal dan selimut," kata Michael saat bersaksi di persidangan kasus merintangi penyidikan korupsi KTP-el, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/2018).

Dokter Michael Chia Cahaya mengaku saat itu tak melihat kondisi Setya Novanto. Namun ia mendengar dari salah seorang suster, Setya Novanto menutupi wajahnya dengan selimut yang sebelumnya dipinjam darinya.

"Kalau kata suster yang saya dengar pasien (Novanto) itu menutup sendiri selimutnya ke atas. Dia tidak lihat mukanya," kata Michael.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai janggal Setya Novanto datang dengan menutupi wajahnya dengan selimut. Jaksa lantas menanyakan SOP ketika seorang pasien kecelekaan tiba di rumah sakit. 

"Kalau pasien beda-beda. Tidak semua kecelakaan harus bed rest. Kadang ya kakinya patah itu pakai kursi roda, tergantung kondisi," ungkap Michael. 

"Kalau pasien datang pakai selimut?" tanya Jaksa kembali. 

"Setahu saya tidak," ungkap Michael. 

Dokter Michael Chia Cahaya juga mengungkapkan pasien kecelakaan yang dibawa menggunakan brankar, biasanya tidak menggunakan bantal. Hal itu karena belum diketahui kondisi cidera yang diderita pasien.

Seperti sebelumnya diberitakan, lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa dokter umum RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan, dr. Michael Chia Cahaya. KPK menggali kronologis masuknya Setya Novanto ke rumah sakit usai dikecelakaan tunggal, Kamis (18/11/2017).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, ada beberapa hal yang dikonfirmasi penyidik. Salah satunya, terkait informasi yang menyebut Setya Novanto tidak masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), melainkan langsung dibawa ke ruang rawat inap VIP usai mengalami kecelakaan.

"Apakah tepat langsung dibawa ke VIP misalnya, tidak ke IGD," kata Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Febri Diansyah menegaskan, KPK mengantongi bukti kalau usai kecelakaan, Setya Novanto tidak dilakukan penanganan medis di IGD. KPK menyebut Setya Novanto langsung masuk ruang rawat inap VIP yang diduga telah dipesan sebelumnya.

"Dalam kasus ini, bagaimana kronologis peristiwa sesungguhnya," beber Febri Diansyah.

Dokter Michael Chia Cahaya bungkam usai diperiksa penyidik KPK. Sekitar delapan jam diperiksa lembaga antirasuah, dokter umum RS Medika itu ogah menjelaskan materi pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Informasi yang didapat, dr. Michael Chia Cahaya merupakan dokter jaga RS Medika Permata Hijau saat Setya Novanto dirujuk usai kecelakaan, Kamis (18/11/2017). Dokter Michael Chia Cahaya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan merintangi proses hukum KTP-elektronik untuk tersangka Fredrich Yunadi.

KPK telah menetapkan mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sebagai tersangka dalam kasus dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-elektronik dengan tersangka Setya Novanto.

Fredrich Yunadi diduga kuat telah menghalang-halangi proses penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Akibat perbuatannya, Fredrich Yunadi dijerat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, KPK mencegah Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo bepergian ke luar negeri per 8 Desember 2017. Selain kedua orang itu, KPK juga mencegah ajudan Setya Novanto, AKP Reza Pahlevi, M. Hilman Mattauch, dan Achmad Rudyansyah.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Takdir Suhan mengatakan tak masalah jika Bimanesh Sutarjo membantah keterangan saksi. Ia mengatakan Jaksa sudah menyiapkan saksi dan bukti lain untuk mendukung keterangan dr. Michael Chia Cahaya.

"Jadi saksi yang sudah disumpah itu apa yang dia katakan adalah apa yang dia alami. Kalau terdakwa mau membantah ya itu haknya. Tapi kembali lagi nanti kami akan menghadirkan saksi lain. Memang diawal kami masih menghadirkan saksi pembuka," tegas Takdir.

Takdir mengatakan Jaksa juga akan menghadirkan empat orang perawat RS Medika yang disebut berada di dalam ruang IGD saat Bimanesh menemui Michael. Namun ia belum bisa memastikan kapan Jaksa akan menghadirkan mereka.

"Saat ini kami masih membuka fakta-fakta di awal, di mana ada perubahan diagnosa dari hipertensi menjadi kecelakaan mobil. Saksi-saksi itu dulu yang dihadirkan, selebihnya nanti akan disampaikan," pungkasnya.

Dalam perkara ini dokter Bimanesh Sutarjo didakwa merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el karena memanipulasi data medis Setya Novanto untuk menghindari pemeriksaan KPK pada November 2017 silam. Dalam perkara ini dokter Bimanesh Sutarjo ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el karena memanipulasi data medis Setya Novanto. Manipulasi dilakukan untuk menghindari pemeriksaan KPK pada November 2017.

Bimanesh Sutarjo didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (met/jos)

See Also

Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.691.185 Since: 05.03.13 | 0.2307 sec