Hukum

BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing

Friday, 23 Maret 2018 | View : 133
Tags : Bpom

JAKARTA-SBN.

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBOM) DKI Jakarta meminta importir ikan makarel kemasan dalam kaleng yang ditemukan berisi cacing mati untuk segera ditarik dari peredaran. "Mereka punya tanggung jawab menarik (dari pasaran). Sambil kami melakukan pengawasan untuk melarang peredarannya. Kalau kami dapatkan akan kami amankan," kata Kepala BBPOM DKI Jakarta, Sukriadi Darma, kepada awak media pada Kamis (22/3/2018), lewat sambungan telepon.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia dalam surat edarnya telah mengumumkan tiga nama merk ikan kaleng kemasan asal China yang kedapatan berisi cacing mati. Ketiganya yaitu Farmerjack dan IO dari importir Batam, serta Hoki dari importir di Jakarta.

"BPOM RI telah memerintahkan kepada importir untuk menarik produk FARMERJACK, IO dan HOKI dengan bets tersebut di atas dari peredaran dan melakukan pemusnahan," bunyi surat yang diedarkan hari Kamis (22/3/2018).

Untuk menindaklanjuti hal itu, BBPOM DKI Jakarta mulai melakukan sidak di sejumlah supermarket dan ritel yang menyediakan produk makanan impor. "Kalau di Jakarta, kemungkinannya ada tapi tim saya baru operasi hari ini. Kami baru mulai tadi pagi," kata Sukriadi.

Ia menambahkan, ikan kaleng yang berisi cacing dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Bisa berawal dari alergi hingga kematian jika tidak mendapatkan penanganan yang benar. "Itu kan cacing-cacing berbahaya, apalagi itu cacing-cacing mati. Bisa jadi dari kesalahan produksi atau ada kebocoran pada produknya," kata dia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM meminta tiga importir ikan makerel dalam kemasan kaleng atau sarden untuk menarik produknya dari pasaran. Hal ini setelah dilakukannya penelusuran dan pemeriksaan guna adanya dugaan cacing dalam ikan makarel dalam kaleng. "Hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makerel dalam saus tomat dalam kaleng ukuran 425 gram," tulis BPOM dalam keterangan resminya, Kamis (22/3/2018).

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) angkat bicara mengenai pemberitaan dan sejumlah video yang viral tentang penemuan cacing di dalam ikan makarel kemasan kaleng.  "Hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM RI menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makarel dalam saus tomat atau sarden kaleng berukuran 425 gram," kata Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan, Kamis (22/3/2018) malam.

Adapun tiga merek sarden yang diduga produknya terdapat cacing mati tersebut antara lain adalah bermerek Farmerjack dengan Nomor Izin Edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, nomor bets 3502/01106 35 1 356. Kemudian merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 370/12 Oktober 2020, dan Merek Hoki, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor Bets 3502/01103/-.

"BPOM telah memerintahkan kepada importir untuk menarik produk Farmerjack, Io dan Hoki dari peredaran dan melakukan pemusnahan," kata BPOM. "Tidak saja memerintahkan importir untuk menarik, BPOM RI juga memerintahkan importir produk Farmerjack, IO, dan Hoki melakukan pemusnahan terhadap ketiga produk tersebut," ungkap Yosef Dwi Irwan.

Selain itu, produk yang mengandung cacing tidak layak dikonsumsi dan pada konsumen tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi (hipersensitifitas) pada orang yang sensitif. Yosef menjelaskan, produk yang mengandung cacing tidak layak dikonsumsi. Bahkan, pada konsumen yang sensitif dapat menyebabkan reaksi alergi (hipersensitivitas).

BPOM juga terus memantau pelaksanaan penarikan dan pemusnahan serta meningkatkan sampling dan pengujian terhadap peredaran bets dan semua produk ikan dalam kaleng lainnya, baik produk dalam maupun luar negeri.

Dengan ini, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. "Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. Selalu ingat cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan," papar Yosef Dwi Irwan.

Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa. "Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa," papar BPOM. "Masyarakat yang menemukan produk bermasalah dapat menghubungi contact center Halo BPOM di nomor telepon 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533," tutup Yosef Dwi Irwan. (kom)

See Also

Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.837.519 Since: 05.03.13 | 0.2136 sec