Nasional

Penjelasan Anggota DPRD DKI Jakarta Ngamuk Mobilnya Diderek Dishub

Friday, 23 Maret 2018 | View : 73

JAKARTA-SBN.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Fajar Sidik, marah-marah karena mobilnya akan diderek petugas Dishub. Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fajar Sidik, mengamuk saat mobilnya hendak diderek petugas Dishub. Fajar Sidik berulang kali menyebut dirinya sebagai anggota Dewan dan mempertanyakan aturan soal penderekan tersebut. 

Kejadian itu terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dari video berdurasi sekitar 7 menit itu, Fajar Sidik berdebat dengan petugas Dishub yang hendak menderek mobilnya.

Lokasi kejadian yang terlihat di video berada di Jalan Budi Rahayu, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Peristiwa cekcok dengan petugas Dishub ini terjadi pada sekitar pukul 08.30 WIB, Kamis (22/3/2018), di Jl. Budi Rahayu, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Fajar Sidik terlibat cek-cok dengan petugas Dishub di lokasi. "Ini mobil saya anggota dewan," sahut Fajar Sidik seperti terekam dalam video.

Mobil yang dikendarainya berada di bahu jalan dan telah melanggar aturan. Tak terima saat akan diderek, Fajar Sidik, yang merupakan anggota Dewan dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), mempertanyakan aturan yang jadi landasan Dishub. 

"Ingat ya! Saya anggota DPRD DKI. Dengar ya, rekam ya! Ini nggak ada larangan (parkir). Ini nggak ada larangan dari ujung ke ujung. Saya lahir di sini nggak ada larangan (parkir). Tidak ada larangan. Kalau ada, saya nggak akan parkir di sini," kata Fajar Sidik dengan emosional.

"Saya wakil rakyat lho. Situ jangan asal naikin saja. Saya anggota DPRD, ini yang diparkir mobil saya anggota Dewan. Silakan ayo Pak Gubernur siapa pun, Pak Andi Yansah (Kadishub DKI)," lanjutnya.

Dalam perdebatan, Fajar Sidik meminta petugas Dishub menaruh rambu dilarang parkir di sepanjang jalan tersebut. Bahkan ia menantang petugas menganggarkan pengadaan rambu kepada dirinya. 

"Kalau memang nggak boleh (parkir), tolong larangannya ditaruh. Saya nggak akan parkir di sini. Ajukan ke saya (pengadaan rambu). Saya DPRD, kita pasang semua. Kita anggarkan di DPRD," ujarnya. 

Situasi pun kian panas. Fajar Sidik dan petugas Dishub memberikan argumen masing-masing hingga akhirnya berusaha didamaikan oleh polisi. 

"Kita punya anggaran banyak, tolong pasang (rambu). Bisa Pak. Saya kunjungan kerja ke daerah-daerah. Kalau Bapak (petugas dishub) pasang, Bapak derek saya, saya terima. Ini kan nggak ada," kata Fajar Sidik kepada petugas Dishub.

Saat dimintai konfirmasi ke Fajar Sidik, dirinya membenarkan adanya peristiwa tersebut. Fajar Sidik menjelaskan insiden marah-marah dengan petugas Dishub. Fajar Sidik mulanya diberi tahu orang sekitar bahwa mobilnya akan diderek petugas. 

Ia mengeluhkan tidak adanya rambu dilarang parkir di sekitar jalan itu. Dia tak terima mobilnya akan diderek karena tidak ada rambu larangan parkir di lokasi. Fajar Sidik marah karena tidak ada rambu larangan parkir di badan jalan yang didatangi petugas. "Pertama, tidak ada rambu di sepanjang jalan itu, rambu larangan parkir atau diperbolehkan parkir. Tidak ada rambu. Kita berdebat masalah parkir rambu tidak ada," kata Fajar Sidik saat dihubungi awak media, Jumat (23/3/2018).

Selain itu ada juga petugas parkir di lokasi. Selain tak ada rambu larangan parkir, Fajar Sidik mempertanyakan adanya petugas parkir berseragam di lokasi. Fajar Sidik juga mengaku membayar uang parkir. 

"Di sini ada tukang parkir berarti diperbolehkan. Saya panggil tukang parkir, usut punya usut menurut mereka (Dishub) tukang parkir bodong," katanya.

Fajar Sidik mempersoalkan tindakan petugas Dishub yang menderek mobil tanpa memberi penjelasan soal aturan yang digunakan.

Namun, saat bertemu petugas Dishub, Fajar Sidik terpancing oleh pernyataan anggota Dishub bahwa 'mobil anggota parkir tapi marah-marah'. "Mobil anggota dewan parkir tapi marah marah," kata petugas kembali menanggapi Fajar Sidik saat itu. 

Selain itu Fajar Sidik terpancing dengan perkataan anggota Dishub yang dianggap menyinggung karena menyebut 'mobil anggota dewan'. "Pak anggota dewan ini parkir mobil, ini mobil anggota dewan," kata petugas dalam rekaman video berdurasi 7 menit yang beredar di media sosial.

Fajar Sidik mempertanyakan cara petugas melakukan penindakan di lapangan. "Video dari awal, kamerain saya. Kenapa dia tahu saya? Ada kamerawan, kenapa kok ada? Ada politik ini atau memang apa gitu," sambungnya.

Petugas Dishub, menurut Fajar Sidik, seharusnya bersikap sopan tanpa menyinggung.

"Jangan begitu (sikapnya). Sosialisasikan sesuatu yang samar-samar dengan baik. Jangan terlalu over, jangan terlalu galak," sebutnya.

Saat kejadian, Fajar Sidik juga langsung menghampiri polisi yang juga berada di lokasi. Fajar Sidik menyerahkan seragam petugas parkir yang berada di lokasi ke polisi sebagai bukti untuk pengusutan dugaan petugas parkir bodong.

Dalam rekaman video berdurasi 7 menit, Fajar Sidik terlihat menyerahkan seragam petugas parkir di lokasi. Fajar Sidik meminta polisi mengusut petugas parkir bodong sehingga pemilik mobil menganggap diperbolehkan memarkirkan kendaraan di lokasi. "Ini laporan saya, baju ini punya oknum tukang parkir, yang jelas tukang parkir ini ilegal, tolong usut sampai jelas," kata Fajar Sidik soal permintaannya kepada polisi di lokasi.

Kejadian ini dilaporkan juga ke Wagub DKI Sandiaga Salahuddin Uno.

"Saya SMS Beliau (Sandiaga) mengklarifikasi (kejadian), saya bicara ada permasalahan sedikit. Saya bicara di sana tidak ada rambu lalu lintas, dan kedua ada tukang parkir," kata Fajar Sidik saat dihubungi, Jumat (23/3/2018).

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. mengaku dihubungi anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fajar Sidik soal penderekan mobil. Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. mengatakan sudah mendapat laporan dari Fajar Sidik. Sandiaga Salahuddin Uno menyebut peraturan harus ditegakkan.

"Pak Fajar-nya sudah melaporkan ke saya malah marah-marah karena dia nggak tahu. Dia lapor ke saya sebagai Wagub atau sebagai Ketua Dewan Pembina Gerindra, saya nggak tahu. Saya bilang, 'Sabar Bro,' gitu. Mobilnya diderek soalnya. Tapi kalau teman-teman Dishub sudah lakukan yang benar, saya dukung," tegas H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. kepada wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/2018). "Saya bilang, sabar bro, gitu. Tapi kalau temen-temen Dishub sudah lakukan yang bener saya dukung, dan saya akan bilang ke dia (Fajar) sorry chief ini peraturan dan harus ditegakkan," imbuh H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A.

H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. menyebut Fajar Sidik dan petugas Dishub sama-sama punya argumen.

"Menurut Pak Sidik dia nggak masalah (parkir) karena itu nggak ada larangan. Tapi dari temen Dishub yakin itu melanggar. Jadi kita pastikan ada pelanggarannya, ada Perda. Intinya hukum itu tidak pandang bulu, tidak ada yang dikecualikan, tajam ke bawah tajam ke atas. Jadi kita kalau tajam pada angkot, kita juga tajam kepada siapa pun, termasuk saya," jelas H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/2018).

Mendengar laporan ini, H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. meminta agar Fajar Sidik bersabar. Sandiaga Salahuddin Uno juga masih menunggu laporan lengkap soal penindakan mobil parkir di Jl. Budi Rahayu, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018).

Begitu pun pihak Dishub DKI, yang mengatakan akan mengecek kejadiannya terlebih dahulu.

"Saya cek dulu," ucap WaKadishub DKI Sigit Wijatmoko dalam pesan kepada awak media. (det)

See Also

Basarnas Telah Mengetahui Lokasi Tenggelamnya KM Sinar Bangun
Kementerian Sosial Sediakan Logistik Untuk Pencarian Korban KM Sinar Bangun
Kecelakaan Tragis Mobil Menabrak Baja Pembatas Jalan
Mendagri Lantik Penjabat Gubernur Sumatera Utara
Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Bersama Masyarakat Panen Raya Demlot
Nahkoda KM Sinar Bangun Diamankan
Dandim 0716/Demak Tekankan Netralitas Dalam Apel Pengecekan Personel Jelang Pilkada
Pencarian Korban KM Sinar Bangun Terkendala Kedalaman Danau Toba
Kodim 0716/Demak Gelar Apel Pengecekan Usai Cuti Lebaran
Arus Balik Di Jalan Arteri Karawang Padat Merayap
Daftar Korban Hilang KM Sinar Bangun
Mendagri Lantik Plt Gubernur Jawa Barat
Jasad Seorang Wanita Ditemukan Dalam Perut Ular Sanca
Perempuan Ditelan Ular Sanca
Kronologi Perempuan Tewas Dimakan Ular
Truk Sampah Dinas LH DKI Hampir Jatuh Dari Jalan Tol Layang
Babinsa Koramil 02/Bonang Bantu Bagikan Sembako Saat Jelang Lebaran
Prajurit Kodim 0716/Demak Tes Urine Secara Acak
Babinsa Terus Dampingi Petani Saat Pengubinan
Danramil 11/Sayung Hadiri Gebyar Pasar Murah
Dosen Dimotivasi Untuk Giat Penelitian Dan Pengabdian
Kodim 0716/Demak Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110
Widjanarko, Dosen Fakultas Psikologi UMK Raih Doktor
jQuery Slider
Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.690.181 Since: 05.03.13 | 0.2331 sec