Internasional

Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia

Thursday, 08 Maret 2018 | View : 126

JAKARTA-SBN.

Kementerian Pertanian (Kementan) menutup masuknya Rock Melon (cantaloupe) dari Australia ke Indonesia. Ini sebagai respons dari kejadian luar biasa kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes di Australia.

Kontaminasi bakteri itu mengakibatkan empat orang meninggal. Selain itu juga menyikapi Surat Agriculture Counsellor Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada Sabtu (3/3/2018).

Kementerian Pertanian (Kementan) merespons dengan menerbitkan Keputusan Menteri Pertanian nomor 207/Kpts/KR.040/3/2018 tentang penutupan pemasukan Rock Melon (Cantaloupe) dari Australia ke Indonesia.

"Menteri Pertanian memberi atensi khusus terhadap kasus ini, dan sangat perduli untuk mencegah kejadian ini di Indonesia. Maka beliau merespons dengan keputusan Menteri Pertanian," ungkap Banun Harpini, Kepala Badan Karantina Pertanian, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (7/3/2018).

Hal ini sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen buah-buahan di Indonesia dan antisipasi terjadinya kejadian yang sama di Indonesia. Ada beberapa hal yang menjadi poin utama dalam keputusan ini, antara lain:

1. Penutupan pemasukan Rock Melon (Cantaloupe) yang berasal dari Negara Australia ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

2. Penutupan Pemasukan diberlakukan terhadap Rock Melon (Cantaloupe) yang dikirim dari Negara Australia sejak 3 Maret 2018.

3. Pengiriman sebagaimana diatas baik dilakukan secara langsung maupun transit di negara lain dibuktikan dengan Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB) dan Cargo Manifest.

4. Pemasukan Rock Melon (Cantaloupe) ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia yang dikirim dari Negara Australia sejak tanggal 3 Maret 2018 dilakukan tindakan penolakan dan/atau pemusnahan.

5. Tindakan penolakan dan/atau pemusnahan sebagaimana dimaksud dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Karantina tumbuhan.

Pada dasarnya buah Rock Melon asal Australia ini belum pernah masuk ke Indonesia. Data Sistem Informasi Karantina Pertanian belum pernah mencatat adanya pemasukan buah ini baik  2017 hingga 2018 per hari ini, sehingga Kementan mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik atau resah.

"Buah melon yang beredar di pasaran saat ini murni buah lokal dari petani Indonesia, dan Kementan menjamin buah tersebut sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” tegas Banun Harpini.

Kementan akan terus mewaspadai dan melakukan pengawasan terhadap pemasukan buah impor secara intensif baik yang melalui bandara, pelabuhan dan perbatasan negara, dengan menggerakkan seluruh kemampuan Badan Karantina Pertanian, baik operasional pengawasan di lapangan maupun laboratorium pengujian.

"Laboratorium kita siap menguji bila diperlukan pengujian," lanjut Banun Harpini.

"Petugas karantina akan melakukan penolakan dan pemusnahan di tempat apabila dijumpai pemasukan buah melon ex impor ini yang masuk melalui negara tetangga Singapura dan Malaysia," tambah Banun Harpini.

Banun Harpini mengharapkan kerja sama dan peran serta masyarakat untuk berbagi informasi dan tidak membawa buah tersebut masuk ke wilayah Indonesia, baik berupa buah utuh maupun potongan buah.

“Kami harapkan masyarakat bekerjasama dengan baik, utamanya bila petugas karantina harus melakukan tindakan tegas di border kita, seperti memusnahkan buahnya ke dalam quarantine bin," pungkas Banun Harpini.

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Australia mengimbau warganya tidak mengonsumsi buah jenis rockmelon yang diduga tercemar bakteri Listeria Mono Cyti Genes.

Rabu (7/3/2018), buah melon hasil dari perkebunan di New South Wales tersebut dikabarkan telah menewaskan tiga warga Australia karena menyebabkan diare akut.

Sebanyak tiga orang tewas dan belasan lainnya dirawat intensif, di mana sebagian besar kelompok lansia, akibat keracunan konsumsi melon yang mengandung bakteri listeria.

Dilansir dari BBC pada Minggu (4/3/2018), kematian akibat keracunan bakteri listeria pada buah melon menimpa dua orang di negara bagian New South Wales, dan seorang di negara bagian Victoria.

Racun bakteri listeria ditemukan pada jenis buah melon yang dikenal dengan nama 'rockmelon', atau di beberapa tempat dikenal dengan nama cantaloupe.

Pasca kasus keracunan terkait, Dinas Kesehatan Australia segera memerintahkan penghentian sementara konsumsi rockmelon, terutama oeh konsumen lansia, wanita hamil, dan batita.

"Semua rockmelon yang dibeli sebelum tanggal 1 Maret 2018 harus segera dimusnahkan, dan sisa lainnya, sebaiknya dihindari konsumsinya untuk sementara waktu," jelas Vicky Sheppard, direktur komunikasi pada Otoritas Kesehatan New South Wales.

Hampir seluruh pasokan rockmelon telah ditarik dari sebagian besar supermarket di Australia sejak pertengahan Februari lalu, di mana dugaan penyebaran bakteri listeria diketahui mulai meluas.

Kebijakan ini dilakukan guna menghindari kian meluasnya kasus keracunan akibat bakteri listeria di tengah warga negeri kanguru tersebut.

Bakteri Listeria monocytogenes (L. monocytogenes) diklasifikasikan sebagai bakteri gram-positif, dan bergerak menggunakan flagella.

Bakteri ini terdistribusi luas dilingkungan, dapat ditemukan di tanah, pakan ternak yang dibuat dari daun-daunan hijau yang diawetkan dengan fermentasi (silage), dan sumber-sumber alami lainnya seperti feses ternak.

Sebagai bakteri yang tidak membentuk spora, L. sangat kuat dan tahan terhadap panas, asam, dan garam.

Bakteri ini juga tahan pembekuan dan dapat tetap tumbuh pada suhu 4 derajat celsius, khususnya pada makanan yang disimpan di lemari pendingin.

Menurut beberpaa penelitian, bakteri ini dapat menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Meski begitu, orang sehat juga dapat terinfeksi bakteri Listeria, dengan gejala jangka pendek yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare. (bbc)

See Also

Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
jQuery Slider
Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.693.176 Since: 05.03.13 | 0.2255 sec