Internasional

Pengusaha Dan Mantan Menteri Arab Saudi Ditahan Dalam Penyelidikan Korupsi

Sunday, 05 Nopember 2017 | View : 277
Tags : Arab Saudi

RIYADH-SBN.

Salah satu pengusaha terkemuka Arab Saudi yang paling menonjol dan mantan menteri keuangan termasuk di antara puluhan orang yang ditahan dalam penyelidikan oleh sebuah badan pemberantasan anti korupsi baru di kerajaan itu menurut pejabat tinggi Arab Saudi, Minggu (5/11/2017). Demikian pernyataan seorang pejabat senior Arab Saudi.

Pangeran Alwaleed Bin Talal Al-Saud baru saja ditangkap Komite Anti-Korupsi Arab Saudi terkait dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi. Pejabat yang menolak identifikasinya disebut berdasarkan aturan penyampaikan informasi itu  mengatakan bahwa hartawan Pangeran Alwaleed bin Talal, yang memiliki perusahaan permodalan Kingdom Holding, dan mantan menteri keuangan Ibrahim al-Assaf sudah ditahan.

Pejabat tersebut, yang menolak untuk diidentifikasi berdasarkan peraturan pengarahan, mengatakan miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal Al-Saud, yang memiliki firma investasi Kingdom Holding dan mantan menteri keuangan Ibrahim al-Assaf telah ditahan seperti dilansir dari Reuters, Minggu (5/11/2017).

Tidak ada pejabat Kingdom Holding yang bisa segera dihubungi untuk mengkonfirmasi keterangan itu.

Selain menjadi salah satu pemegang saham terbesar di Citigroup C.N., Kingdom memiliki saham di Rupert Murdoch's News Corp dan situs microblogging Twitter.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud pada Sabtu (4/11/2017) malam mengumumkan pembentukan komisi pemberantasan korupsi yang dipimpin oleh putranya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Televisi Saudi Al Arabiya mengatakan bahwa badan tersebut telah menahan sebelas pangeran, empat menteri saat ini dan puluhan mantan menteri.

Putra mahkota tersebut mempelopori sebuah program reformasi ekonomi ambisius yang bertujuan menarik lebih banyak investasi sektor asing dan swasta ke dalam kerajaan, eksportir minyak utama dunia dan negara paling kuat di kawasan Teluk Arab.

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud pada Sabtu (4/11/2017) juga menunjuk dua menteri baru untuk pos keamanan dalam negeri dan ekonomi, memecat salah satu anggota keluarga kerajaan yang paling menonjol sebagai kepala Garda Nasional.

Pangeran Miteb bin Abdullah digantikan oleh Khaled bin Ayyaf sebagai Menteri Garda Nasional, sementara Menteri Perekonomian Adel Fakieh telah digantikan oleh wakilnya Mohammed al-Tuwaijri menurut sebuah keputusan kerajaan yang diumumkan oleh media pemerintah.

Pangeran Miteb, anak kesayangan almarhum Raja Abdullah, pernah dianggap sebagai pesaing utama takhta sebelum kenaikan pangkat Pangeran Mohammed yang tak terduga dua tahun lalu.

Perombakan Kabinet tersebut membantu mengkonsolidasikan kendali Pangeran Mohammed terhadap institusi keamanan kerajaan, yang telah lama dipimpin oleh cabang-cabang kuat dari keluarga penguasa.

Pangeran Mohammed, yang telah berjanji untuk memburu penyuapan di tingkat tertinggi, akan memimpin badan anti-korupsi baru, yang diberi wewenang luas untuk menyelidiki kasus, mengeluarkan surat perintah penangkapan dan pembatasan perjalanan, serta membekukan aset.

"Tanah Air tidak akan ada kecuali jika korupsi diberantas hingga akarnya dan pelaku korupsi dimintai pertanggungjawaban," demikian bunyi keputusan kerajaan tersebut yang dikutip kantor berita Reuters. (reuters)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.209.672 Since: 05.03.13 | 0.2238 sec